Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Persiapan pernikahan dalam sebulan


__ADS_3

Wawan dengan terpaksa ngajak Desti ketemu sama kedua orang tuanya, Wawan sudah memikirkan semuanya, Wawan awalnya terpaksa menerima permintaan orang tuanya Desti, tapi anak yang dikandung Desti layak dan pantas untuk dipertahankan untuk tumbuh berkembang.


" Sayang, kita mau kemana?" Tanya Desti melihat suaminya memilih kan baju untuknya.


" Kita akan ke apartemen ketemu sama orang tua kamu, bahas kelanjutan rumah tangga kita dan anak kita sayang." Ucap Wawan melihat Desti yang lagi menikmati cemilannya


" Kelanjutan? apa itu artinya kamu sudah menerima saya dan pernikahan kita?" Tanya Desti tidak percaya, secepat ini Wawan mau meresmikan pernikahan nya.


" Iyah, memang saya tidak mencintai kamu, tapi kalo layak untuk dipertahankan sebagai istri, kamu baik, rajin, dan sabar hadapi keegoisan saya selama pernikahan kita apa lagi ada anak yang harus diperjuangkan dan punya hak memiliki orang tua utuh." Lanjut Wawan, langsung jalan kedepannya Desti dan langsung jongkok.


" Serius? terimakasih tuan, sudah mau meresmikan pernikahan kita, dan mau menerima saya sebagai istri tuan." Lanjut Desti bahagia sekali, Desti langsung meluk Wawan saking bahagianya.


" Mulai sekarang, jangan panggil tuan yah, panggil saja mas sayang, atau panggilan ayah dan bunda karena kita jadi calon orang tua kan sekarang." Lanjut Wawan ngelus lembut perutnya Desti


" Ayah dan bunda saja, terimakasih ayah sayang." Lanjut Desti haru tidak menyangka status pernikahannya sebentar lagi diresmikan


Wawan mencium wajahnya Desti dan membantu istrinya untuk ganti baju siap siap ke apartemen, Desti bahagia sekali akhirnya bisa ketemu lagi sama orang tuanya dan bahagia karena pernikahannya sebentar lagi resmi.


Dilain sisi, Zikri minta kedua orang tuanya Desti untuk masak, Zikri merahasiakan maksud kedatangan Desti dan Wawan datang ke rumah, Zikri sudah membawakan banyak bahan makanan.


" Jangan lama masaknya, tapi hasilnya enak yah, karena tuan Wawan mau kesini kalian wajib masak." Lanjut David langsung kasih bungkusan belanjaannya.


" Dalam rangka apa yah tuan Wawan kesini? apa sama Desti juga tuan?" Tanya ayah nya Desti sambil cuci ayam


" yah lah pasti, oh yah kamar utama buruan dirapihkan juga, karena mereka bakal nginep juga disini katanya." Lanjut Zikri kesel karena orang tuanya Desti banyak tanya

__ADS_1


Zikri ninggalin orang tuanya Desti, dari pada banyak petanyaann membuatnya malas menjawabnya


Dilain sisi Desti baca buku seputar kehamilan, keingat waktu liburan kuliahnya sudah mau habis membuat Desti membujuk Wawan diijinkan untuk masuk kuliah


" Dosen yang akan ke rumah, ngajarin kamu belajar, ingat kata dokter tiga bulan awal kehamilan rawan keguguran, dan aku tidak mau kamu kelelahan, stres, dan bikin kita kehilangan anak kita. Persiapan pernikahan dalam sebulan ini, artinya dosen dosen akan tahu kalo kamu istri sah aku. aku akan menjamin keamanan dan kenyamanan belajar kamu selama tiga bulan khusus di rumah, saat kamu mau melahirkan pun dosen yang akan ke rumah." Tegas Wawan, tidak mau ambil resiko, apa lagi kelas Desti di lantai empat, harus naik tangga membuat Wawan takut terjadi apa apa sama Desti dan calon anaknya.


" Baik ayah, bunda nurut saja sama apa kata ayah." Ucap Desti pasrah, tidak mau mancing emosinya Wawan karena ke kampus saja.


Wawan bahagia karena Desti nurut apa yang diinginkannya, mobilnya Wawan sampai diapatermennya Wawan, Wawan pelan pelan turunin Desti dan duduk di kursi roda


" Ayah, bunda lapar sayang, apa kita makan dulu yah baru ke unit apartemen kamu." Ucap Desti melihat Wawan yang lagi dorong kursi rodanya.


" Yah hayo nona, saya anggarkan yah." Ucap Wawan jahil, Wawan bawa Desti makan di restoran sebelum mobil masuk kedalam apartemen.


Desti bahagia melihat jejeran restoran dihalaman apartemen, Wawan ngajak Desti makan di restoran US, Desti sejujurnya baru pertama kalinya makan di restoran US.


" Yah dong sayang, aku bahagia sekali karena punya anak, dan porsi makan kamu selunis.


" Yah sayang, walaupun banyak makan, bikin aku bulet seperti tahu bulat." Lanjut Desti takut selama hamil Wawan tidak bisa menahan nafsongnya yang akhirnya jajan sembarangan lagi.


" Bulat juga karena anak aku sayang, karena anak kita yah tidak masalah sayang, sudah jangan berfikir negatif sayang. nikmati saja makanan yang bunda pesan sayang." Lanjut Wawan tidak mempermasalahkan istri jadi gemuk masa kehamilan dan menyusui.


Wawan senyum bahagia, Wawan suapin Desti dengan pelan pelan, sesekali mencium keningnya, Desti yang makan nya sudah selesai, langsung ajak Wawan melanjutkan jalannya kedalam apartemen. setelah sampai apartemen Wawan membuka pintu apartemen begitu saja yang repot saya.


" Desti kenapa duduk di kursi roda? memangnya Desti kenapa duduk disitu?" Tanya emak nya Deti penasaran dan bingung

__ADS_1


" Tidak sakit, anak kamu memang saya larang untuk jalan sendiri" Ucap Wawan judes, Wawan tidak bisa bicara lemah lembut.


" Maksudnya tuan?" Tanya emak nya Desti tidak mengerti


" Kita kedalam saja dulu Mak, baru nanti dikasih tahu." Ucap Desti yang kasihan ibu nya dibikin penasaran terus sama Wawan


Emak nya Desti yang penasaran membiarkan anak dan menantunya jalan ke dapur, dan Wawan sendiri yang ambil minum dan buah buat Desti


" Sebentar lagi disini ada bayi, apa kamu senang?" Tanya Wawan sengaja membuat mertuanya penasaran


" Bayi? maksudnya bayi siapa tuan? apa jangan jangan maksudnya anak kalian?" Tanya emak nya Desti yang langsung tutup mulut nya pakai tangan


" Iyah Emak, sudah sebulan kandungannya Desti, dan maksud kedatangan kita kesini buat bahas pernikahannya Desti dan tuan diresmikan pernikahan kita." Ucap Desti langsung ngelus perutnya


" Mana bapak, kita akan bahas secepatnya supaya kandungan Desti sudah membesar kita sudah nikah resmi Mak." Lanjut Wawan yang tidak biasa manggil emak dan bapak, masih terdengar kaku


" Lagi mandi, yah sudah kita ke dapur yah, Alhamdulillah akhirnya kalian mendapatkan momongan juga." Lanjut Emak nya Desti bahagia walaupun pernikahan anaknya pernikahan sirih, tapi tetep bahagia akhirnya mendapatkan cucu pertama.


Wawan membantu Desti untuk ambil makanan, Emak nya Desti bahagia sekali melihat perhatian yang diberikan Wawan ke anaknya sangat manis.


" Kalian mau nginep disini?" Tanya bapak nya Desti saat masuk ruang makan


" Iyah pak, besoknya Wawan mau keluar kota ada kerjaan disana beberapa hari, soalnya di rumah lagi direnovasi mau dibangun lift dan ditingkat lagi pak." Ucap Wawan menikmati masakan mertuanya.


" Alhamdulillah lama juga yah, tenang saja tuan Desti tetep aman di sini. oh yah pak Desti hamil pak, sebentar lagi kita mau punya cucu.' Lanjut Emak nya Desti bahagia

__ADS_1


" Serius? subhanallah, selamat yah nak, sebentar lagi jadi seorang ibu." Lanjut bapak nya Desti bahagia akhirnya sebentar lagi jadi seorang kakek


__ADS_2