Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Biasanya ciuman cewek cewek moderen, dia justru Salim dasar cewek unik


__ADS_3

Desti selama perjalanan ke kampus, lebih banyak diam dari pada banyak bicara, ada rasa trauma yang dirasakan akibat siksaan yang diterimanya dari Wawan kemarin.


" Kenapa diam saja?" Tanya Wawan penasaran, karena biasanya Desti banyak bertanya kepadanya.


' Tidak kenapa kenapa tuan, saya lagi menikmati suasana jalan yang ramai." Ucap Desti santai dan ramai, rasa trauma menggerogoti hati dan pikirannya.


" Bohong, walaupun kita baru beberapa hari tinggal beberapa hari tapi saya tahu ada yang kamu pikirkan?" Tanya Wawan menyelidiki dan menatap wajahnya Desti dengan lekat


" Benar tuan, mana berani saya bohongi anda tuan, oh yah mumpung macet apa anda mau panjat pinang?" Tanya Desti mengalihkan pembicaraan, dari pada dirinya dipaksa menjawab pertanyaan nya yang akhirnya Wawan merasa tersinggung.


" Dengan senang hati" Lanjut Wawan Yaang melupakan pertanyaannya tadi


Zikri yang melihat kedua bos nya siap siap panjat pinang, langsung setel lagu favoritnya sebelum telinganya tersiksa lagi.


" Sepertinya mood nya Desti lagi tidak baik baik saja, tapi berusaha mengerti keinginan Wawan, kasihan juga anak itu." Batin Zikri melihat Desti yang terlihat tidak semangat


Wawan terus menggerakkan pinggangnya, membuat Desti berusaha menikmati pergerakan pinggang suaminya.


" Sudah selesai, wajah kamu masih pucat, terimakasih sudah menawarkan panjat pinang sayang." Ucap Wawan langsung duduk dan membersihkan badannya pakai tissue basah


" Sama sama sayang, sudah kewajiban saya menawarkan kamu, diluar saya dianggap budak sama kamu, sudah sewajarnya istri menawarkan dan menerima panjat pinang dari suami sendiri." Ucap Desti berusaha duduk dan membersihkan diri


" Kamu bener, yah sudah istirahat sebentar sebelum sampai kampus yah." Lanjut Wawan mencium keningnya Desti


Desti siap siap lagi mumpung kampus masih jauh, Desti bener bener tidur didalam mobil tidak diganggu sama sekali sama Wawan. setibanya di kampus Wawan memberikan uang saku untuk Desti, kali ini lebih banyak dari pada sebelumnya.


" Banyak sekali tuan?" Tanya Desti tidak menyangka suaminya memberikan uang saku cukup banyak

__ADS_1


" Buat kamu shopping, ingat yah jangan kecentilan sama mahasiswa cowok, ingat kan bagaimana saya kalo sudah marah." Ucap Wawan menatap Desti


" Iyah tuan, terimakasih yah, yah sudah saya masuk dulu kedalam kampus." Lanjut Desti salim ke Wawan.


" Biasanya ciuman cewek cewek moderen, dia justru Salim dasar cewek unik." Protes Wawan sambil melihat Desti turun dari mobil.


" Hayo kita ke kantor sekarang" Sambung Wawan sambil melihat Desti yang sudah masuk kedalam kampus


Dilain sisi, Desti berusaha percaya diri masuk ke kampus baru, kampus para orang orang elite, Melihat mahasiswa yang bajunya terlihat bagus bagus dan mahal, membuat Desti merasa bersyukur mampu sama seperti mahasiswa lainnya.


" Alhamdulillah, sekarang bisa seperti orang orang disini, penampilannya sangat modis dan barang barangnya mewah semua." Batin Desti mencari kelasnya, jalan santai dan berusaha kenalan sama temen baru.


" Salam kenal, nama saya Desti" Ucap Desti ramah, dan berusaha berjabat tangan.


" Salam kenal juga, mahasiswa baru yah, pindahan dari mana nih?" Tanya Sulis ramah melihat Desti


" Saya tidak pindah dari mana mana kok, habis lulus sekolah masih mencari kampus yang masih menerima pendaftaran mahasiswa baru." lanjut Desti bohong, tidak mungkin Desti bilang kalo dirinya dipaksa pindah tiba tiba sama Wawan begitu saja.


Desti langsung duduk disebelahnya, keterbatasan ekonomi tentu membuat Desti tidak bisa bercerita banyak tentang pengalaman jalan jalannya, tidak seperti Sulis dari kalangan yang berada.


" Maaf yah, saya tidak tahu kalo kamu tidak pernah jalan jalan." Ucap Sulis merasa bersalah dan kasihan sama Desti yang tidak seberuntung dirinya.


" Santai saja ko, walaupun tidak bisa menikmati liburan tapi saya fokus belajar supaya lulus dengan hasil terbaik waktu SMU kemarin." Ucap Desti berusaha santai dan tidak mau menunjukan kesedihannya karena kekurangan ekonomi kedua orang tuanya.


" Bener sih, oh yah setelah kuliah kita ke mall yuk, makan siang sambil belanja bagaimana?" Tanya Sulis ingin mengenal temen barunya lebih jauh.


" Boleh saja, boleh deh sekalian saya mau beli buku juga sih." Lanjut Desti Yaang sengaja lebih menonjolkan hobi belajar dari pada yang lainnya.

__ADS_1


" Ke toko buku, tapi tidak lama kan? soalnya saya malas lama lama di toko buku" Lanjut Sulis yang lebih betah menghabiskan waktu untuk belanja dan ke salon.


" Iyah janji deh" Lanjut Desti pasrah, setidaknya Desti punya alasan ke mall untuk beli buku.


Dilain sisi, Wawan dan Zikri menghadiri acara pernikahan rekan bisnisnya, Zikri yang tahu Wawan sudah menikah punya ide isengin bos sekaligus sahabatnya, yang selalu seenaknya pamer kemesraan sama Desti.


" Pernikahan anda kapan diresmikan seperti ini tuan?" Ledek zikir bisik bisik ke Wawan


" Jangan mimpi kamu, pernikahan saya sama Desti karena saling membutuhkan saja, orang tuanya Desti membutuhkan biaya kuliah anaknya memaksa saya menikahi anaknya, sedangkan saya menerima pernikahan sirih ini untuk kegiatan panjat pinang saya. apa lagi cuman sampai Desti tamat kuliah sudah selesai perjanjian pernikahan ini." ucap Wawan pelan tidak mau ada yang tahu kalo dirinya sudah menikah.


" Tapi perjalanan selama tiga tahun setengah, tiba tiba anda jatuh cinta bagaimana tuan? berarti akan diresmikan?" Tanya Zikri yang semakin semangat godain Wawan.


" Tidak akan pernah jatuh cinta, jangan sembarangan kamu bicara Zikri, sudah sana lah makan dari pada bicara sembarangan terus menerus." Protes Wawan kesal, pembicaraan Zikri bener bener tidak penting sama sekali.


Zikri melihat Wawan kesal cuman bisa terkekeh, tinggal bareng, dua puluh empat jam ketemu dan tidak akan jatuh cinta hal yang sangat mustahil terjadi.


Dilain sisi, Emak nya Desti mendapatkan hukuman, mencuci baju bodyguard nya Wawan pakai tangaan dan langsung diawasi. membuat emak nya Desti sungguh takut


" Hukuman ini, supaya anda sadar siapa anda untuk kehidupan tuan Wawan, berani sekali minta dibayar kan belanjaan sama tuan Wawan." Bentak bodyguard yang ditugaskan ngawasin orang tuanya Desti.


" Maaf kan saya tuan, saya tidak tahu kalo hal itu bikin tuan Wawan sangat marah." Ucap Emak nya Desti bener bener ketakutan


" Bodoh saja kamu tidak tahu, sudah dikasih tempat tinggal enak, eh bertingkah lagi. Sepatan cuci bajunya dan gosok sampai rapih, hukuman kamu selanjutnya masak untuk kita." Lanjut bodyguard sengaja suruh emak nya Desti masak, karena mereka malas makan diluar.


" Baik tuan, nanti saya masak sekalian untuk kalian." Lanjut Emak nya Desti sambil cuci baju pakai tangan


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.

__ADS_1




__ADS_2