Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Bulan madu ke tiga


__ADS_3

Desti melihat hasil foto foto yang diambil selama bulan madu bareng Wawan, Desti sengaja ngajak Wawan foto foto untuk jadi kenang kenangan pengalaman pernah datang ke kota kota yang ada di Indonesia.


" Bulan madu ketiga ini penasaran tempat seru yang bagus untuk foto foto jadi kenang kenangan." Ucap Desti bersyukur karena Wawan punya Camera yang fotonya langsung jadi.


Dilain sisi, Wawan memeriksa persiapan buat bulan madu ke tiga, terutama vitamin dan susu ibu hamil untuk Desti.


" Sudah dibeli tuan, didalam kotak tuan, ada beberapa cemilan untuk nyonya muda tuan." Ucap bodyguard merasa yakin sudah menyiapkan sesuai perintahnya Wawan.


" Bagus, saya tidak mau istri saya mengalami kesulitan hal sepele seperti vitamin, susu, dan cemilan." Tegas Wawan ingin memberikan perhatian yang maksimal untuk Desti selama perjalanan bulan madu.


" Siap tuan" Lanjut Bodyguard kompak

__ADS_1


" Sekarang kita ke bandara bunda, semua sudah siap tinggal berangkat, bunda mau kota mana yang mau dikunjungi?" Tanya Wawan melihat Desti


" Aku mau ke Riau sayang" Ucap Desti senyum bahagia, perjalanan bulan madu bener bener sesuai keinginan Desti dari kota sampai tempat tempat yang dikunjungi


" Oke sayang, tim kita langsung cari tempat tinggal di sana." Lanjut Wawan mencium keningnya Desti


Wawan pelan pelan dorong kursi rodanya Desti jalan ke mobil dan menurun kan Desti pelan pelan kedalam mobil.


" Nak Zikri, kenapa terlihat sedih seperti itu? maaf kalo emak penasaran?" Tanya Emak nya Desti yang tahu kalo Zikri banyak pikiran


" Saya cuman kangen sama orang tua saya di Korea, sampai sekarang mereka lebih mementingkan karir mereka tidak pernah pulang ke Indonesia, cuman saya yang sering dipaksa ke Korea itu pun untuk lebaran atau liburan." Ucap Zikri yang merasa iri sama Desti yang orang tuanya punya waktu banyak untuk ngurus anak kandungnya, walaupun dengan keterbatasan ekonomi.

__ADS_1


" Sabar yah nak Zikri, kalo sudah menikah, jangan biarkan istri berkarir, apa lagi sampai harus meninggalkan anak dan suami. jadikan kesedihan nak Zikri sekarang sebagai motifasi kedepannya untuk mendapat kan istri yang mau jadi ibu rumah tangga biasa atau jualan kecil kecilan tapi bisa mengurus suami dan anak. nak Zikri jangan pernah benci orang tua yang kurang memberikan kasih sayang, walaupun mereka salah tapi cara mereka untuk memberikan kehidupan lebih baik ke nak Zikri, punya segalanya bahkan dengan mudah untuk kunjungi orang tua nak Zikri" Lanjut Emak nya Desti panjang kali lebar.


" Iyah saya rencananya seperti itu, tapi sampai sekarang masih mau main main sama banyak wanita dulu sih, memikirkan jodoh atau pendamping hidup mungkin tahun depan atau dua tahun lagi." Lanjut Zikri setuju sama saran Emak nya Desti, Zikri memang tidak mau punya istri yang terlalu sibuk sama karir tapi mengabaikan anak begitu saja.


Dilain sisi, Desti kagum melihat rumah yang disewa sama bodyguardnya Wawan, lagi lagi Wawan sengaja sewa rumah yang ada kolam renang membuat Desti menatap suaminya curiga.


" Ayah beneran mau olahraga panas didalam air? memangnya tidak bahaya sayang? aku takut kepeleset sayang?" Tanya Desti yang merasa aneh sama Wawan, apa enaknya gulet didalam kolam renang.


" Selama bunda percaya sama ayah, ayah akan melindungi bunda apa lagi selama kita panjat pinang sayang. sensasi yang luar biasa sayang." Ucap Wawan senyum licik, Wawan sudah merasakan berbagai gaya gulet salah satunya didalam kolam renang


Desti cuman bisa pasrah sama apa yang diinginkan Wawan, Desti ikut Wawan keliling rumah yang disewa selama tiga hari selama jalan jalan.

__ADS_1


__ADS_2