
Wawan merasa puas melihat lift sudah terpasang dirumahnya, Wawan memeriksa lift bareng Zikri dan bodyguard sebelum Desti naik kekamar mereka.
" Bagaimana tuan hasilnya?" Tanya Zikri saat pintu lift terbuka dilantai dua dan tertutup kembali setelah Wawan keluar dari lift
" Bagus sekali lift nya, dan ada pos jaga juga, kita ke lantai tiga, kamar mertua dan kamar orang tua saya paling atas." Ucap Wawan, Wawan pencet tombol lift langsung terbuka dan masuk kembali ke dalam lift menuju lantai tiga.
Wawan melihat beberapa ruangan dilantai tiga, yang masih kosong sama sekali tidak ada perabotan kamar sama sekali.
" Kamar orang tua anda mau langsung diisi?" Tanya Zikri, yang sudah tahu kalo Wawan malas isi kamar orang tuanya.
" Isi saja lah, dari pada istri saya banyak tanya nantinya, pasti bakal ada drama antar perempuan soal kamar orang tua saya. demi istri saya isi saya lah." Ucap Wawan dengan malasnnya
__ADS_1
" Baik tuan" Lanjut Zikri yang mengerti betapa kecewanya Wawan sama kedua orang tuanya.
" Kita lihat kamar mertua saya." Lanjut Wawan langsung keluar kamar begitu saja.
Zikri ikutin kemana pun Wawan pergi tanpa banyak tanya
Dilain sisi, Desti buka oleh oleh dari kota Jogja, Desti memberikan baju kebaya untuk Emaknya. dulu Emak nya ingin sekali memakai baju kebaya asli Jogja.
" Sama sama Mak, wah bajunya muat Mak, nanti kita makan bareng bareng yah Mak." Ucapan Desti bahagia karena baju yang dibelikan nya sangat pas untuk emak nya.
" Tidak usah repot-repot nak, membeli kan kita hanphone sebagus ini padahal. makanan dan baju saja sudah lebih dari cukup padahal." Ucap Bapak nya Desti, merasa tidak enak merepotkan menantunya, walaupun penghasilan toko lumayan, tapi orang tuanya Desti belum mau punya hanphone
__ADS_1
' Tidak masalah pak, suatu saat pasti butuh kok, selama ini kan kita juga kesulitan komunikasi pak kalo butuh apa apa kan." Lanjut Desti ingat saat dirinya harus bilang sama bapak nya, tidak bisa karena tidak punya hanphone sama sekali.
" Alhamdulillah nak, terimakasih yah." Lanjut Emak nya Desti bersyukur karena akhirnya punya hanphone juga, dulu saat butuh telefon selalu melalui orang lain.
Dilain sisi, Wawan memeriksa kamarnya sudah ada perubahan, perabotan untuk anaknya sudah diisi, walaupun masih lama lahir, tapi Wawan membiarkan orang tuanya membelikan bok bayi.
" Pilihannya bagus juga mami, yah sudah sekarang waktunya jemput Desti kebawah deh, kamarnya langsung pindah kesini." Ucap Wawan setelah setelah puas melihat hasil renovasi rumahnya.
Dilain sisi, Desti menikmati ayunan yang dibeli emak nya, walaupun tujuannya untuk cucunya ternyata anaknya suka sekali main ayunan.
' Kalo kamu bosan bosan, bisa main ayunan, dan emak juga sudah beli beberapa pohon baru yang bisa kita pakai untuk berkebun disini, banyak tanah yang masih kosong." Ucap emak nya Desti, sejujurnya heran karena rumah sebesar ini sedikit tanaman.
__ADS_1
" Iya Mak, apa lagi Desti kan masih kuliah online, bisa kuliah sambil main ayunan." Ucap Desti bahagia, punya mainan baru dan bisa dipakai berdua sama Wawan. saat Wawan bersantai dirumah tidak ada pekerjaan sama sekali