Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Aku tidak mau bunda setelah lulus kuliah kerja sayang


__ADS_3

Wawan ngajak kedua orang tuanya ke rumah lamanya membuat Desti merasa kagum melihat rumah lama orang tuanya Wawan, isi rumah yang bener bener tidak di ganti sama Wawan membiarkan kondisinya seperti terakhir orang tuanya meninggalkan rumah.


" Masih sama seperti dulu rumah ini" Ucap Mami nya Wawan dengan lirih


" Iyah memang sengaja, supaya mami dan papi datang ke Indonesia, supaya tahu tahun berapa kalian mengabaikan Wawan sampai sekarang." Tegas Wawan kesal, niat ngajak ke Indonesia untuk urus pernikahannya justru jadi kesal seperti ini.


" Maaf kan kami, tapi dengan kami bekerja di US sekarang kamu jadi orang sukses kan, kebutuhan kamu jauh lebih terpenuhi." Tegas papi nya Wawan kesal anaknya selalu menyalahkan dirinya terlalu sibuk


" Banyak uang tapi kurang kasih sayang untuk apa, sudah lah, Wawan minta kalian ke Indonesia cuman jadi wali nikah saja, kalo bukan karena pernikan tentunya Wawan malas sekali ketemu sama kalian." Tegas Wawan kesal sama orang tuanya, yang masih saja egois


" Sayang, bunda lapar sayang, bagaimana kalo kita makan yuk." Ucap Desti sengaja supaya Wawan tidak melanjutkan berantem sama orang tuanya


" Iyah sayang, kita sekalian pulang saja, aku tidak mood kelamaan disini." Lanjut Wawan malas ketemu sama orang tuanya terlalu lama.


" Iyah sayang" Lanjut Desti sejujurnya merasa tidak enak ajak Wawan pergi, tapi kalo di rumah Wawan lebih kasihan akan semakin marah sama kedua orang tuanya.


Papi nya Wawan mengepalkan tangannya melihat anaknya pergi begitu saja, Emak nya Desti yang melihat Desti ngajak Wawan merasa tidak enak.


" Santai saja jeng, saya memaklumi kok cara Desti ngajak suaminya pergi, memang salah kami yang terlalu sibuk sama pekerjaan, jadi mengabaikan anak sendiri." Ucap Mami nya Wawan merasa tidak enak hati.


" Iyah Bu, sekali lagi saya minta maaf,yah sudah kalo begitu saya dan suami saya pamit pulang." Ucap Emak nya Desti merasa bersalah karena, anaknya seenaknya ajak Wawan pergi begitu saja.

__ADS_1


Dilain sisi, Desti tidak berani ngajak bicara Wawan duluan, Desti faham rasa sedih dan sakit hatinya Wawan selama ini kurangnya kasih sayang kedua orang tuanya, demi bekerja diluar negeri. Desti pegangin tangannya Wawan untuk menenangi suaminya.


" Aku tidak mau bunda setelah lulus kuliah kerja sayang, aku maunya bunda jadi ibu rumah tangga biasa, waktu dan pikiran bunda sepenuhnya untuk anak kita." Ucap Wawan dengan lirih, Wawan tahu betul bagaimana rasanya kedua orang tuanya bekerja bahkan kerja yang sangat jauh.


" Iyah sayang, aku nurut apapun keinginan ayah, sudah yah jangan marah terus sayang, ikhlaskan masa lalu sayang, walaupun sulit dan berat tapi ayah harus bisa. karena saat anak kita besar nanti akan sedih melihat ayah nya tidak akur sama kakek dan nenek nya. mau kan berdamai sama mami dan papi. lupakan dan ikhlas kan walaupun sulit dan berat sayang, terima mereka sebagai orang tua, jangan nunjukin amarah ayah lagi." Bujuk Desti, Desti berusaha netral tidak memihak karena seorang istri punya kewajiban bikin akur suami dan mertuanya.


" Sulit sayang, tapi bunda bener demi anak kita, baik lah aku akan coba melupakan masa lalu dan menerima mereka sebagai orang tua aku, walaupun setelah acara pernikahan kita pasti mereka kembali ke US dan mengabaikan kita sayang. aku iri sama bunda walaupun hidup susah tapi kedua orang tua selalu ada di rumah selama dua puluh empat jam tidak merasakan kesepian seperti aku." Lanjut Wawan langsung meluk Desti, tidak menyangka obrolan tadi membuat luka lama muncul kembali, betapa kesepiannya hari hari Wawan.


" Sabar ya sayang, aku tahu sulit tapi ayah harus bisa berdamai." Lanjut Desti yang faham bagaimana rasanya kesepian, karena Desti pun beberapa hari merasakan sepinya hari hari Desti tanpa kedua orang tuanya, karena keegoisan Wawan.


Dilain sisi, orang tuanya Wawan panggil Zikri untuk melihat perlengkapan pernikahan anaknya, Zikri yang sudah lama tidak ketemu sama orang tuanya Wawan berasa gugup sekali.


" Tidak kok om, saya bingung saja mau omongin apa sama saya?" Tanya Zikri terkekeh, karena ketahuan gugup.


" Bisa saja kamu tuh, terus bagaimana persiapan pernikahan anak anak saya?" Tanya Mami nya Wawan, ingin sekali ikut nyiapin apapun kebutuhan anaknya.


" Semuanya sudah siap Tante, cuman tinggal baju kebaya untuk om dan Tante saja, besan kalian sudah beli kebaya warna sama seperti gaun pernikahan Wawan dan Desti." Lanjut Zikri terus terang


" Kenapa kita tidak diajak beli yang sama juga? anak itu bener bener kalo sudah benci sama orang tua?" Tanya papi nya Wawan kesal, seolah anaknya tidak menganggapnya.


" Entah lah om, tapi memang mereka sudah beli om, tanpa tanya punya kalian sama sekali maaf yah, saya tidak berani tanya sama Wawan, kalian tahu kan bagaimana galaknya Wawan kalo sudah marah." Lanjut Zikri merasa tidak enak dan kasihan karena orang tuanya sendiri tidak dianggap sama Wawan sama sekali.

__ADS_1


Dilain sisi, Emak dan bapak nya Desti sibuk layanin pembeli, toko sembako kedua orang tuanya Desti semakin rame berkat promosi yang dilakukan Zikri dan bodyguardnya Wawan.


" Alhamdulillah yah rame, ini minuman untuk kalian, pasti lelah sekali." Ucap Emak nya Desti bawain nampan berisi minuman segar


" Terimakasih nyonya, Iyah lelah sekali, tapi alhamdulilah hasilnya tidak terlalu terasa lelahnya nyonya." Ucap Bodyguard sambil minum yang dibawa emak Desti


Bapak nya Desti merapihkan uang yang masuk, merasa bahagia pekerjaan saat ini jauh lebih enak dan santai, setidaknya tidak kena panas.


" Kalian nginep disini?" Tanya bapak nya Desti sambil makan kue


" Iyah dong pak, kalo tidak nginep kalian bakal kelelahan cuman berdua saja, sudah kalian jangan terlalu cape, karena sekarang kalian atasan kita, jadi biar kita yang lebih banyak bekerja." Ucap Bodyguard apa adanya


" Iyah pak, kalian kalo mau dibuatkan kue tinggal bilang saja, sebagai tanda terimakasih saya karena kalian mau repot demi kita." Lanjut Emak nya Desti merasa lega, sekarang bodyguardnya Wawan jauh lebih ramah


Dilain sisi, Wawan pijitin kakinya Desti, membiarkan Desti fokus sama laptopnya sambil dipijit sama Wawan.


" Ayah, terimakasih yah pijitannya enak sekali, aku tidak enak sayang, sudah pijitannya yah sudah tidak sakit." Ucap Desti bohong, karena merasa tidak tega suaminya mijitin kakinya sedangkan Desti sibuk sama laptopnya


" Sama sama sayang, tidak usah merasa sungkan sama aku sayang, aku senang kok bantuin bunda. bagaimana masih ada tugas yang belum selesai?" Tanya Wawan sambil mijitin bahunya Desti


" Sudah selesai semuanya sayang, yuk istirahat sayang. besok kita semakin sibuk kan ngurusin pernikahan kita." Lanjut Desti mematikan laptopnya.

__ADS_1


__ADS_2