Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Saya kok tidak mengalami ngidam


__ADS_3

Desti menikmati makanan yang disajikan ART yang ada di penginapan, Desti sengaja ajak dokter makan bertiga barsama Wawan. karena Desti ingin sekali banyak tanya sama dokter kandungan yang khusus diajak sama Wawan.


" Saya kok tidak mengalami ngidam yah dokter? biasanya wanita hamil mengalami ngidam dari yang biasa biasa saja sampai yang berlebihan membuat suami kualahan yah dokter?" Tanya Desti merasa heran sama diri sendiri.


" Yah setiap wanita memang berbeda Desti, ada yang ngidam yang ingin diberikan perhatian berlebihan sama suaminya, ada yang ngidam dibuat buat supaya mendapatkan apapun yang tidak diberikan suami walaupun memaksanya membuat suami sendiri cape dan pusing turutin keinginan sendiri, alasan selalu bawaan bayi. tapi bersyukur Desti karena kebutuhan dan apapun yang kamu ingin kan mampu diturutin sama tuan Wawan yang memiliki harta yang lebih.' Ucap Dokter memaklumi pertanyaan Desti karena wajar ada perempuan hamil yang merasa aneh dirinya tidak merasakan ngidam sama sekali.


" Iyah dokter, saya sering denger di kantor temen temen yang cape dan pusing memikirkan, bagaimana cara mewujudkan ngidam istrinya tidak mau istrinya sedih, stres, dan berdampak sama calon anak yang lagi didalam kandungan." Ucap Wawan, tapi merasa bersyukur karena sejauh ini Desti setiap disediakan makanan tidak pernah milih atau pun merajuk sama sekali.


" Salah satunya itu tuan maksud saya, sudah jangan difikirkan lagi Desti, yang penting nutrisi ibu hamil tercukupi saja. jangan coba coba ngidam buat alasan ngetes suami yah." Lanjut dokter yang tidak mau Desti ikut ikutan ngidam, demi mendapatkan perhatian lebih dari Wawan.


' Iyah dokter, saya tidak akan melakukan itu, saya bersyukur dengan apa yang sekarang Wawan berikan ke saya." Lanjut Desti senyum bahagia melihat Wawan, dan bahagia Wawan mampu memberikan apapun yang dibutuhkan dan diinginkan Desti selama jadi istrinya.


Desti melanjutkan sarapannya begitu juga dengan Wawan dan dokter, yang sengaja diajak makan bareng sama Wawan karena Desti yang minta.


Dilain sisi, Zikri yang tidak ada kegiatan hari ini memutuskan bersantai santai didalam kamar bareng perempuan bayarangannya sampai siang hari.


" Sayang, nanti kita ke mall yuk aku mau ke salon." Ucap perempuan bayarannya Zikri dengan manja.


" Boleh sayang, habis dari salon kita gulet yah, soalnya nanti malam aku mau sama yang lain jadi bareng kamu cuman sampai sore saja yah." Ucap Zikri santai, Zikri paling tidak suka gulet sama satu perempuan, lebih seneng ganti gantian supaya tidak bosan dan jatuh cinta.


" Yah nunggu giliran lagi deh, tapi tidak masalah lah oke sayang." Lanjut perempuan bayarannya Zikri dengan pasrah, sudah tahu kebiasaan Zikri yang suka gunta ganti perempuan.


Zikri langsung siap siap ajak panjat pinang, membuat perempuan didepan nya langsung ikut ikutan siap siap, membiarkan Zikri melakukan apapun yang diinginkan nya

__ADS_1


Dilain sisi, Wawan ngajak Desti untuk belanja oleh oleh, sebelum pindah kota dan melanjutkan bulan madunya. Wawan senyum bahagia melihat Desti menikmati belanja


" Sayang, aku mau beli buat mami boleh?" Tanya Desti minta ijin kwatir Wawan tidak memberikan ijin


" Buat mertua aku saja sayang, mami tidak usah dibelikan apapun." Ucap Wawan kesal Desti memikirkan orang tuanya yang super sibuk sampai sekarang, meluangkan waktu saja sangat sulit diberikan


" Ya sudah Iyah sayang" Lanjut Desti pasrah tidak berani melawan sama sekali.


Desti melanjutkan belanja pernak pernik kuhuss perempuan, sejujurnya ingin rasanya Desti membelikan oleh oleh untuk mertuanya tapi tidak berani memaksa Wawan dari pada Wawan semakin marah sama ibu kandungnya dan terutama diri sendiri


" Sayang, terimakasih banyak sudah ijin kan aku belanja oleh oleh sebanyak ini, oleh oleh baarang maupun makanan." Ucap Desti bahagia, sambil meluk pinggangnya Wawan


" Sama sama sayang, semua oleh oleh ini langsung dikirim ke rumah yah, apa lagi makanan supaya tidak basi dan bunda pasti akan terus belanja makanan kan." Ucap Wawan mencium keningnya Desti, Wawan bahagia dan bersyukur walaupun Desti belanja banyak tapi bukan barang mahal yang dibelinya, kesederhanaan Desti membuat Wawan kagum.


" Hayo, istirahat sambil minta jatah yah." Ledek Wawan sambil terkekeh.


" Jatah pereman yang sudah suka rela temani belanja, boleh lah dikasih sayang." Ledek Desti terkekeh, Desti tidak pernah melarang Wawan untuk mendapatkan haknya.


" Ganteng begini kok pereman sih sayang" Protes Wawan sambil gendong Desti


" Iyah deh pangeran Wawan yang ganteng, sudah turunkan aku sayang, malu sama pengunjung disini." Lanjut Desti melingkari tangannya dilehernya Wawan.


" Ngapain malu, anggap saja dunia milik kita berdua saja sayang." Lanjut Wawan pelan pelan jalan menuju mobil, sambil gendong Desti yang terus protes karena malu dilihatin pengunjung pasar tradisional

__ADS_1


Dilain sisi, Zikri yang merasa bosan sama wanita wanita bayarannya, memutus kan untuk mencari penggantinya. membuat wanita wanita didepannya protes karena bakal kehilangan mesin ATM berjalan mereka.


" Sudah lah kalian jangan merajuk terus, pergi sana saya sudah bosa sama kalian, mau cari perempuan yang lain. diluar sana masih banyak cowok cowok kaya yang bisa kalian kuras terus hartanya." Ledek Zikri, melihat perempuan didepan didepannya senyum dengan sinis.


" Tapi yang royal seperti kamu tidak mudah didapat, hayo lah jangan buat kita begitu saja, kita semua sudah bersama selama dua tahun, masa giliran kita dibuang sih." Ucap perempuan bayarannya Zikri sedih dan kesal


" Resiko lah kalo sudah bosan, sekarang buruan pergi sebelum bodyguard saya yang seret kalian dari sini bahkan kalian saya miskin kan sekarang juga.' Bentak Zikri sambil melotot, malas harus negoisasi seperti ini


Tanpa diperintah dua kali, perempuan perempuan didepan Zikri langsung jalan cepat supaya tidak membuat Zikri marah lagi.


" Perempuan sampah, mau bagus servicenya kalo sudah membosankan yah layak dibuang, lagian kalian cuman buat seneng seneng saja bukan untuk dimiliki." Lanjut Zikri dengan sombong, Zikri langsung siap siap ke ruko orang tuanya Desti, memantau pendapatan toko sekaligus melihat keadaan orang tuanya Desti.


Dilain sisi, Wawan senyum bahagia Desti boleh diajak berenang sama dokter, dokter duduk santai sambil melihat Desti sejujurnya ibu hamil sangat rawan diajak berenang.


" Dasar pengantin baru, dimana pun selalu saja ingin berdua. bahkan dikolam berenang juga maunya berduaan terus." Ledek Dokter sambil melihat Desti


Dilain sisi, Pertama kalinya Desti berenang, membuat Wawan lebih hati hati pegangin Desti supaya tidak kepeleset saat masuk kedalam kolom renang.


" Enak juga yah berenang seperti ini sayang" Ucap Desti gugup karena takut jatuh


" Iyah sayang, apa lagi kalo sudah jago berenang, di rumah kita bakal olahraga berenang sama olahraga panas didalam kolam sayang." Ucap Wawan dengan senyum jahilnya


" Olahraga panas didalam kolam renang? maksudnya?" Tanya Desti penasaran merasa bingung sama ucapan Wawan.

__ADS_1


" Nanti juga bunda akan tahu kok, setelah kita pulang dari bulan madu, besok bulan madu ke tiga kita. tentukan saja bunda mau bulan madu ketiga kemana.' Lanjut Wawan sengaja tidak kasih tahu supaya Desti semakin penasaran


__ADS_2