
Wawan langsung memerintahkan karyawan salon untuk luluran buat Desti, dan merubah rambut dan kasih tahu bagaimana cara bermakeup dengan benar dan rapih.
" Anda yakin mau merubah Desti, lebih cantik dan menarik?" Tanya Zikri ragu dan kwartir ada yang suka sama penampilan barunya Desti.
" Mau bagaimana lagi dong, malu juga kan mahasiswa disana cewek cewek nya putih, dan penampilannya modis semua, sedangkan Desti kumuh. malu juga kalo ke kampus mendampingi Desti kan." Ucap Wawan merasa malu sama penampilannya Desti
" Oh karena itu, terus sikap anda bagaimana sama orang tuanya Desti, anda mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan Desti?" Tanya Zikri penasaran.
" Biarin seperti ini saja, selama permintaan Desti tidak berlebihan biar saja lah, kalo bertingkah baru deh ditindak lanjut buat Desti dan kedua orang tuanya." Lanjut Wawan merasa tidak mau rugi, dengan semua yang sudah diberikan buat Desti
" Oh seperti itu toh, kalo punya rencana baru, kasih tahu saja yah." Lanjut Zikri faham sama alasannya Wawan, kasih kebebasan tapi masih wajar.
Dilain sisi, Desti ikutin setiap arahan yang diberikan karyawan salon untuknya, Desti menikmati luluran yang diberikan.
" kalo mau seperti ini bisa setiap hari, tapi kalo perawatan wajah seminggu sekali yah, bisa dilakukan di rumah juga kok, rajin pakai handbody untuk seluruh badan, dan pembersih muka juga, jangan takut mencoba kosmetik yang sesuai dengan wajah, kalo banyak jerawat artinya tidak cocok sama wajah kamu dan langsung ke dokter kecantikan supaya secepatnya mendapatkan solusi terbaik makeup yang cocok sama kulihat wajah kamu." Penjelasan karyawan salon, panjang kali lebar, sambil melanjutkan memberikan cream keseluruh badannya Desti
" Baik teh, akan saya coba nanti, terimakasih atas sarannya. saya baru pertama kali melakukan perawatan seperti ini." Ucap Desti terus terang
" Pantes saja, cantik cantik tapi hitam, tapi saya yakin kok dengan rutin perawatan akan putih, dan wajah sering di berikan makeup akan terlihat semakin cantik." Ledek karyawan salon terus terang.
Desti cuman senyum mendengar ledekan karyawan salon, yang memang benar dirinya hitam karena tidak melakukan perawatan seperti sekarang ini. jangan kan buat ke salon, bisa makan saja sudah bersyukur untuk Desti.
Dilain sisi, bodyguard menyerahkan dress untuk Desti, setelah perawatan kulit dan wajah, Wawan berencana ngajak Desti ke apartemen untuk nginep.
Baju seksi buat kuliah sudah dibelikan?" Tanya Wawan memeriksa paper bag
" Sudah semua tuan, sudah lengkap semuanya, baju khusus untuk kuliah tuan." Ucap Bodyguard
__ADS_1
" Kerja yang bagus, saya lihat mahasiswa disana bajunya seperti ini semua, saya tidak mau baju dan semua yang dipakai Desti bukan barang mewah. malu lah saya dibilang tidak mampu berikan barang mewah untuk budak sendiri. ada perhiasan juga lagi. keren keren." Lanjut Wawan gengsi kalo tidak total dengan apa yang dilakukannya.
" Yah dong tuan, seusia nona Desti, perhiasan itu penting untuk ke kampus yang bergengsi." Lanjut Bodyguard yang sering lihat mahasiswa memakai kalung emas, cincin, dan anting.
" Bener juga, untung lah kamu bisa ngerti kebutuhan Desti, sekarang ke apatermen jaga jaga lagi disana." Perintah Zikri, karena sebentar lagi Wawan, Zikri, dan Desti. akan nyusul ke apartemen
" Baik tuan, permisi." Lanjut Bodyguard langsung pergi sebelum diperintah dua kali
" Biar saya yang memberikannya ke Desti, saya mau lihat dia di makeover sama orang salon ini. penasaran sama hasilnya." Ucap Wawan sambil tenteng dua paparbag
" Ya sudah, saya tunggu disini saja yah, melihat wanita wanita cantik lewat salon ini." Lanjut Zikri memperhatikan wanita seksi yang lagi potong rambut
Wawan langsung masuk kedalam salon, dan memberikan paparbag bawaannya ke Desti langsung dan langsung pergi membiarkan Desti siap siap tampil beda.
" Biarlah dia melakukan perawatan tanpa diganggu, tidak sabar melihat penampilan barunya Desti." Ucap Wawan penasaran, ini lah resiko memilih kampus bergengsi, tapi kalo di kampus biasa bisa bisa rahasianya terbongkar dan betapa malunya Wawan kalo ketahuan menikah sirih, dipaksa demi membiayai kuliah staf karyawan rendahan seperti orang tuanya Desti.
" Tuan" Ucap Desti pelan
" Iyah" Ucap Wawan langsung lihat Desti, betapa cantiknya Desti dengan penampilan barunya, Wawan senyum bahagia dan puas sama hasil kerja keras karyawan salon. merubah penampilan Desti dan kulitnya sedikit terlihat lebih bersih.
" Kamu jauh lebih cantik Desti" Sambung Wawan terus terang, sangat menyukai penampilan baru Desti.
" Saya sampai tidak bisa berkata kata, selain kagum sama kamu, sudah cantik semakin cantik setelah di makeover seperti ini." Puji zikir melihat Desti dari ujung kaki sampai ujung kepala
" Terimakasih pujiannya tuan Wawan dan tuan Zikri, sudah jangan melihat saya seperti itu, membuat saya tersipu malu jadinya." Protes Desti, sebenernya gugup dilihatin berlebihan sama Wawan dan Zikri
" Sekarang kita belanja makeup untuk kamu, setelah itu kita ke apartemen, baju baru kamu sudah dibelikan tinggal makeup saja yang belum dibeli.' Lanjut Wawan masih terpesona sama penampilannya Desti.
__ADS_1
" Baik tuan" Lanjut Desti senyum termanis, sejujurnya gugup dilihatin tanpa berkedip sama sekali.
Wawan langsung jalan duluan diikuti sama Desti dan Zikri, melanjutkan belanja untuk Desti, belanja makeup untuk Desti, supaya terlihat lebih cantik. setibanya di toko kosmetik, Wawan membiarkan Desti memilih makeup sesuai kulit wajah dan kulit badannya yang cocok.
" Kalo percobaan yang pertama kamu jerawatan langsung ke dokter yah, kamu bisa coba merek yang cocok sama kulit wajah kamu." Ucap karyawan kosmetik.
" Kamu pikir, dia alat percobaan dengan seenaknya bicara seperti itu." Bentak Wawan kesal, selain alat percobaan memangnya tidak pakai uang untuk membelinya.
" Maaf pak, tapi memang seperti itu, setiap perempuan akan membeli kosmetik yang cocok sama wajahnya, memang terkesan membuang uang kalo tidak cocok, dari pada jerawat merusak wajah, lebih baik rugi uang demi mendapatkan prodak yang cocok sama kulit wajah. kan kasihan juga kalo tidak cocok tapi dipaksa kan." Penjelasan karyawan kosmetik ramah, memaklumi apa yang dibilang sama Wawan.
" Alasan saja, awas kalo salah kasih prodak, saya bisa membuat anda dipecat." Bentak Wawan dengan tegas, tidak mau rugi karena kosmetik saja
" Astaga, nih orang sombong amat." Batin Desti merasa heran sama Wawan.
" Tidak usah seperti itu tuan, saya bisa pakai masker selama mencari kosmetik yang cocok, lagian masih bisa perawatan kulit wajah kalo memang jerawatan.' Lanjut Desti berusaha membujuk Wawan yang kesal
" Kamu yakin?" Tanya Wawan yang tidak mengerti urusan perempuan, salah satunya kosmetik
" Yakin tuan, yah sudah kita mau kemana lagi" Lanjut Desti mengalihkan pembicaraan
" Pulang ke apartemen saja, saya sudah lelah nungguin kamu dua jam" Bentak Wawan kesal
Wawan membayar belanjaannya Desti, dan langsung jalan pulang, karena Wawan sudah tidak sabar melanjutkan Panjat pinang didalam mobil dan rumah.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1