
Desti melihat tanggal di kalender dan langsung bahagia, karena akhirnya usia kandungannya sudah tiga bulan, dan Desti merasa bahagia karena sebentar lagi diijin kan masuk kuliah seperti dulu lagi.
" Akhirnya kuliah offline juga, bosan sekali kuliah online dan rindu sekali sama temen temen di kampus, tidak sabar rasanya." Ucap Desti bahagia, karena selama tiga bulan Desti bener bener sabar ikutin apapun keinginan Wawan yang selalu memanjakannya dan melarang aktifitas yang membuat Desti kelelahan, dan rawan keguguran
Dilain sisi, Wawan dan Zikri memeriksa pekerjaan diruang kerjanya Wawan, sesekali Wawan melihat istrinya lewat monitor cctv yang ada didalam kamarnya.
' Sepertinya Desti bahagia sekali mau kuliah offline, dia bahagia karena kuliah atau bahagia karena bisa melihat cowok cakep di kampusnya?' Tanya Wawan cemburu, Wawan sangat takut kalo istrinya kecentilan sama laki laki lain.
" Anda terlalu lebay tuan, lihat lah istri anda, lagi mengandung anak siapa? masa iya dia mau sama yang masih jomblo tuan? atau sebaliknya tuan, laki laki yang masih kuliah mana mau pacaran sama perempuan yang lahir hamil tuan, yang biasa saja baru deh dideketin." Ledek Zikri sengaja, justru mendapatkan tatapan maut dari Wawan kesal karena istrinya diledek
" Maaf tuan, habisnya anda berlebihan sekali rasa takutnya tuan." Sambbung Zikri meralat ucapannya
Wawan yang tidak gemes melihat istrinya sendirian didalam kamar, berencana ke kamar, sebelum kekamar Ilham mematikan layar monitor cctv yang ada didalam kamar.
__ADS_1
" Bunda sayang" Ucap Wawan yang tahu istrinya tidak kunci pintu kamar, langsung masuk begitu saja, dan tahu Desti lagi mandi
" Sayang, bikin kaget aku saja sayang, masuk kamar diam diam begitu." Ucap Desti yang cuman pakai handuk saja.
" Wow, aku mau sayang." Lanjut Wawan, Wawan kunci kamarnya dan jalan kearah Desti
Yah sudah sayang" Lannjut Desti yang tahu keinginan Wawan, langsung polos didepan Wawan, membiarkan Wawan melakukan apapun yang diinginkannya.
" Aaahh, ayah sayang, ayah juga bikin candu aku sayang. sayang aku tidak sabar dua hari lagi ke kampus sayang. aaahh" Desa han Desti menikmati pergerakan tangannya Wawan
" Bunda bahagia? tapi ayah tidak senang bunda ke kampus tahu." Lanjut Wawan terus terang
" Mau bagaimana lagi sayang, tidak seterusnya aku kuliah dari rumah terus sayang. aaahh, ayah sudah yuk gulet saja" Lanjut Desti, semakin bergeliat merasakan setiap kali gerakan tanganny Wawan
__ADS_1
Wawan ngajak Desti ke kasur, dan membantu Desti untuk rebhan sebelum melakukan gulet yang indah, membuat Desti pasrah menerima keinginan suaminya.
" Tiga puluh menit yah sayang" Ucap Desti, Desti Pasang alarm, supaya Wawan tidak kelebihan.
" Iyah sayang aku tahu, aku tidak akan menyakiti anak kita lagi sayang, cuman karena keinginan aku seperti ini." Ucap Wawan pelan pelan menggerakkan pinggangnya, sejujurnya Wawan tidak puas gulet sebentar dan pelan pelan seperti ini, kalo tidak memikirkan kondisi Desti yang masih hamil muda
Dilain sisi, Zikri yang kesal ditinggal sama Wawan, yang pasti ngajak Desti gulet panas, Zikri memilih ketemu sama perempuan langganannya, dari pada bossn tidak melakukan apapun
" Tuan mau pergi?" Tanya emak nya Desti, emak nya tidak berani memanggil nama saja sebelum diperintshkan langsung sama Zikri
" Saya mau ketemu kupu kupu saya Bu, kalo tuan kampret tanya saya kemana bilang saja mau ketemu sama kupu kupu gara gara dia seenaknya ngajak gulet Desti." Ucap Zikri kesel
" Baik tuan, nanti saya kasih tahu nak Wawan.' Lanjut Emak nya Desti nahan ketawa, kasihan sama Zikri yang merasa iri sama Wawan.
__ADS_1