Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Apa yang membuat mami merestui Desti


__ADS_3

Wawan siap siap berangkat kerja, setelah memastikan Desti sudah sarapan, mandi, dan persiapan kelas online nyaa.


" Semangat bekerja ayah sayang, jangan lupa dimakan yah bekelnya." Ucap Desti memberikan bekal ke Wawan.


" Pasti dong bunda sayang, masa bekel buatan bunda sayang tidak dihabiskan sih." Ucap Wawan duduk didepan Desti


" Bunda ingin sekali ketemu sama mami dan papi apa boleh, bunda ingin sekali belajar bisnis dari papi walaupun tidak bekerja, tapi ingin sekali denger cerita sukses kedua orang tuanya ayah boleh kan." Lanjut Desti memelas supaya diijinkan


" Baik lah sayang, boleh sayang, ingat yah walaupun pergi sama mereka tapi tidak boleh terlalu capek karena sebentar lagi kan kita mau menikah, jangan sampai terjadi apapun sama bunda dan anak kita yah." Lanjut Wawan meluk Desti


" Siap suami ku sayang" Lanjut Desti bahagia karena diberikan ijin, supaya bisa ketemu sama mertuanya di rumahnya Wawan.


Dilain sisi, Mami nya Wawan masak banyak buat ketemu sama menantu kesayangan dan satu satunya, apa lagi hari ini Desti kuliah online pasti lelah dan butuh banyak makan.


" Alhamdulillah yah papi, anak kita memberikan ijin untuk kita ketemu sama menantu kita." ucap Mami nya Wawan bahagia, karena kepulangannya ke Indonesia tidak sia sia


" Iyah mami, Alhamdulillah sekali yah, kita bisa ngobrol santai sama menantu kita, selama Wawan kerja." Ucap papi nya Wawan


" Mami masak banyak untuk menantu kita papi, kita ajak besan kita juga untuk makan bareng yahh, soalnya kan dua hari lagi Desti dan Wawan nikah resmi. supaya kita bisa semakin Deket sama besan kita" Lanjut Mami nya Wawan, tidak mau ada batas antara dirinya dan besannya.

__ADS_1


" Yah sudah, mami saja yang telefon mereka yah" Lanjut Papi nya Wawan yang juga ingin sekali bisa ketemu sama besannya


Dilain sisi, Desti membuat desain rumah sesuai tugas yang dikasih sama dosennya, Emak dan bapak nya Desti masuk kedalam kamar anaknya yang lagi serius belajar.


" Jangan diganggu pak, biarin Desti serius sama pelajarannya pak." Bisik emak nya Desti, tidak mau membuat anaknya tidak fokus


" Iyah Mak, Alhamdulillah yah anak kita rajin belajar seperti ini, jadi tidak sia sia pengorbanan kita yah Mak, dulu dikerjain sama Wawan sampai sekarang menantu kita berubah lebih baik, anak kita rajin belajar seperti ini." Ucap Bapak nya Desti bangga sama anaknya


' Emak juga bangga sama Desti pak, tidak pernah ngeluh pusing banyak yang dipelajari atau capek pak, memang dari kecil sampai SMU anak kita tidak pernah ngeluh kalo disuruh belajar, Alhamdulillah sekarang kuliah ditempat yang elite lagi. semakin semangat belajar Desti." Lanjut Emak nya Desti tidak pernah mendengar anaknya ngeluh sama sekali


" Apa lagi sekarang lagi hamil muda, mau tetep belajar, sudah yuk keluar Mak, jangan ganggu Desti Mak." Lanjut Bapak nya Desti senyum bahagia


Dilain sisi, Wawan merubah kamar pribadinya ada bok bayi dan lemari kecil, rencana nya Wawan ingin sekali Desti dan calon anaknya setiap hari datang ke kantor.


" Istri anda tuan? memangnya anda mau menikah? saya tidak pernah melihat anda bawa teman wanita ke ruangan ini?" Tanya dan kaget OB nya Wawan karena tidak pernah melihat Wawan bawa temen wanita sama sekali


" Sudah lah jangan kepo, ingat jangan bocor sampai saya bawa istri saya, kalo sampai bocor saya pastikan kamu akan hidup miskin karena kamu menyebar rahasia saya mengerti." Tegas Wawan belum siap rahasianya kebongkar, rencana nya besok undangan pernikahan akan disebar ke rekan rekan kantornya.


" Baik tuan, saya bisa jaga rahasia anda." Lanjut OB nya Wawan ketakutan, langsung melanjutkan cat ruangannya Wawan lagi.

__ADS_1


Dilain sisi, Desti senyum bahagia karena bisa ketemu sama mertuanya, tanpa membuat Wawan sedih dan marah marah. karena bisa ngobrol santai sama mertuanya.


" Apa yang membuat mami merestui Desti?" Tanya Desti sambil menikmati makanan yang dibawa mertuanya


" Karena kamu perempuan baik dan cerdas yang patut untuk menerima restu dari kami, kami yakin perubahan Wawan ke kamu dan orang tua kamu bukan karena anak saja, mempertimbangkan sifat dan sikap kamu, layak atau tidaknya dipertahankan sebagai seorang istri." Ucap mami nya Wawan terus terang, sebagai orang yang pernah muda dan menjalan kan proses pacaran sampai menikah, alasan ini yang dipakai suaminya kenapa mau mempertahankan hubungannya.


" Terimakasih pujiannya mami, Alhamdulillah kalo Desti dianggap baik dan layak dipertahankan sebagai istri sama Wawan, Desti sendiri sih berusaha jadi istri yang baik dan nurut sama suami, walaupun punya suami yang egonya cukup tinggi tapi harus sabar menerima apapun yang dilakukan Wawan, Alhamdulillah sekarang Wawan jauh lebih sabar dan so sweet." Lanjut Desti bahagia dan bersyukur


" Kami memang egois lebih mementingkan pekerjaan, setelah acara pernikahan kalian, kita berdua akan kembali ke US untuk melanjutkan pekerja kita, saya titip Wawan tolong bahagia kan Wawan jangan sampai dia merasa sedih dan kecewa. Dengan adanya orang tua kamu, pasti bisa menjadi sosok pengganti kami yang sibuk kerja ini, waktu kalian dibutuh kan Wawan lebih banyak, tolong jagain Wawan dan selalu membuatnya bahagia ditengah tengah keluarganya Desti yah.' Ucap papi nya Wawan penuh harap


" Insya Allah pak, kami akan menyayangi Wawan seperti kami menyanyi Desti pak, terimakasih sudah mau menerima kekurangan dan kelebihan anak saya." Lanjut Bapak nya Desti bahagia, karena anaknya tidak direndahkan sama sekali.


Desti meluk mertuanya dengan haru, Desti nunjukin baju pernikahan nya, dan baju untuk orang tuanya, membuat mami nya Wawan sedih melihat baju kebaya besannya sama seperti kebaya menantunya.


" Acara nya dari pagi sampai malam?" Tanya mami nya Desti


" Tidak papi, karena Wawan melarang saya terlalu capek katanya, tapi acaranya dari pagi setelah ijab kabul sampai sore jam lima atau sore harus sudah selesai acara resepsi pernikahan nya." Ucap Desti berusaha berdiri, dan betapa legalnya duduk terus


" Kamu tidak turun dari kursi roda?" Tanya Mami nya Desti penasaran karena menantu nya sehat tapi kebanyakan duduk

__ADS_1


" Iyah mami, Wawan sama sekali tidak mengijin kan saya banyak kegiatan mami, makannya saya disuruh lebih banyak duduk di kursi roda, selama hamil.' Lanjut Desti senyum ramah, Desti tidak ingin menunjukan bagaimana keselnya dipaksa duduk lebih cepat.


" So sweet sekali, kami memaklumi sikapnya Wawan yang tidak mau kehilangan anak pertamanya." Lanju Papi nya Wawan yang anaknya tidak mau kehilangan anak pertamanya, memperlakukan Desti sebaik mungkin walaupun dianggap lebaay


__ADS_2