Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Apa yang harus saya lakukan


__ADS_3

Zikri nyusul Desti dan Wawan yang masih di rumah sakit, Zikri ikut bahagia mendengar kabar kalo Desti sudah ngisi.


" Kenapa anda diluar pak, memangnya Desti lagi ngapain?" Tanya Zikri bingung, biasanya suami yang tahu istrinya hamil seharusnya ditemani


" Apa yang harus saya lakukan Zikri, menggugurkan atau mempertahankan anak pertama saya? saya belum siap rahasia ini terbongkar banyak orang, dan saya juga belum siap jadi seorang ayah. tapi saya juga bahagia akhirnya punya anak pertama Zikri. saya bener bener bingung?" Tanya Wawan bingung sama statusnya sendiri, antara bahagia dan kesel, karena rahasia pernikahannya harus secepat ini terbongkar


" Berfikir lah dewasa dan bijaksana pak, jangan turutin ego anda pak, dari pada anda menyesal dikemudian hari pak karena kehilangan anak pertama karena keegoisan anda." Ucap Zikri yang tidak tega anak anugrah yang diberikan sang pencipta, harus kembali dengan cepat.


" Itu artinya saya harus menerima Desti sebagai istri sah saya? dan saya harus siap sebagai seorang ayah begitu? dan siap banyak yang tahu soal pernikahan saya yang terpaksa ini." Lanjut Wawan semakin bingung, karena mendapatkan jodoh dengan cara dijodohkan karena kepentingan bapak nya Desti


" Belajar mencintai istri sendiri pak, Desti istri yang layak dicintai pak, dia baik, sabar, dan nurut apapun yang anda ucap kan dan ingin kan. tidak ada salahnya anda mencoba menerima Desti pak, demi anak kalian pak." Lanjut Zikri yang berharap Wawan tidak menyia nyiakan istri yang sempurna seperti Desti.


" Baik lah, saya akan coba jadi suami yang baik, dan berusaha berubah lebih baik supaya keluarga kecil saya bahagia, yah sudah kamu urus pernikahan saya dalam waktu sebulan sudah beres semua, sebelum kandungannya Desti membesar." Lanjut Wawan akhirnya terima sarannya Zikri tidak ada salahnya mempertahankan pernikahan nya.


Dilain sisi, Desti menikmati cemilan yang sudah disediakan Wawan, Desti ngelus pelan perutnya rasanya tidak percaya karena sebentar lagi jadi seorang ibu.


" Sayangnya bunda, makan yang banyak yah sayang, supaya tumbuh dengan sehat sayang, terimakasih sayang sudah hadir diwaktu yang tepat sayang." Ucap Desti, Desti tidak menyangka akan secepat ini diberikan kepercayaan untuk memiliki anak


" Kita pulang sekarang yah, turun pelan pelan ya." Ucap Wawan masuk kedalam kamar perawatannya Desti


Desti ngangguk, membiarkan Wawan menunjukan perhatiannya ke Desti. Wawan pelan pelan dorong kursi rodanya Desti, keluar dari rumah sakit.


" Des, mau duduk atau rebahan?" Tanya Wawan setelah menurunkan Desti di kursi mobil

__ADS_1


" Duduk saja tuan, terimakasih yah mau dorongin kursi roda, maaf yah merepotkan tuan." Ucap Desti yang tidak berani manggil sebutan lainnya.


" Iyah sama sama, kalo haus atau lapar bilang saja yah." Lanjut Wawan memberikan bantal di belakang kepalanya Desti.


Dilain sisi, Emak nya Desti membuat kue kesukaan Desti, Walaupun jarang ketemu anaknya, tapi kebiasaan masak membuat emak nya mau repot repot bikin kue kesukaan anak kesayangan


" Pak, besok tolong kasih ke tuan Zikri yah, biar tuan Zikri kasih ke tuan Wawan biar dikasih ke Desti dimakan bareng bareng mereka." Ucap Emak nya Desti, yang sadar suaminya tidak mudah kasih apapun ke Wawan.


" Iyah Mak, besok bapak kasih langsung ke tuan Zikri kuenya, besok bawakan buat bapak juga yah Mak" Ucap Bapak nya Desti ngemilin kue masakan istrinya


" Iyah dong pasti dibawakan, bapak jangan telat makan yah pak, biar tidak sakit sakitan pak." Lanjut Emak nya Desti, masukin kue kedalam toples toples yang sengaja dibeli.


Dilain sisi, Desti dan Wawan tiba di Jakarta, membuat Wawan hati hati dorong kursi rodanya Desti, Bik sum yang melihat Desti didorong kursi roda jadi kwartir kalo majikannya sakit.


" Tidak sakit Bik, nona Desti hamil Bik sudah sebulan, tolong masak makanan untuk ibu hamil yah, jangan sampai stok makanan kosong yah Bik." Perintah Wawan sambil melihat Desti sambil senyum


" Yah sudah Bik, sekarang masak buat Desti yah, tolong antar ke kamar yah." Lanjut Wawan langsung dorong kursi roda


" Semoga pernikahan mereka bisa diresmikan, dan nona Desti bisa bahagia karena pernikahan nya di akui dan banyak orang yang tahu." Batin Bik sum berharap Desti bisa bahagia sama pernikahannya.


Dilain sisi, Wawan jadi oferprotektif semenjak Desti dinyatakan hamil, Desti yang mendapatkan perhatian berlebihan dari Wawan merasa sangat bahagia karena Wawan akhirnya bisa bersikap manis.


" Istirahat yah Desti, sambil nunggu bibik datang basa makanan untuk kamu dan anak kita." Ucap Wawan ngelus lembut perutnya Desti

__ADS_1


" Iyah tuan, saya istirahat yah sambil nunggu bibik." Ucap Desti berusaha untuk memejamkan matanya untuk tidur sebentar


" Kok rasanya sedih yah Desti masih manggil sebutan itu yah." Batin Wawan merasa menyesal karena minta sebutan tuan dari Desti ke wawan


*******************$$$$$$$*********$$$$$$$****


Desti membuka matanya menyambut pagi yang mendung, Desti merasa mual membuat Desti berusaha berdiri dan jalan ke kamar mandi, untuk mengeluarkan isi perutnya.


" Desti" Ucap Wawan pelan, Wawan kaget saat memindahkan badannya tidak melihat Desti disebelahnya.


Wawan langsung berdiri dan cari Desti yang ternyata muntah muntah didalam kamar mandi, Wawan yang kwartir langsung masuk kedalam kamar mandi.


" Kamu kenapa Desti?" Tanya Wawan merasa kwartir, melihat keadaanya Desti


" Cuman muntah saja tuan, hal yang biasa yang dirasakan ibu hamil tuan." Ucap Desti lemes, karena bangun tidur langsung muntah.


" Apa tidak sebaiknyah kita ke rumah sakit saja yah, saya kwartir terjadi apapun sama kamu dan anak kita." Lanjut Wawan kwartir, Wawan bantu Desti jalan keluar dari kamar mandi.


" Tidak usah tuan, selama tiga bulan ibu hamil akan malas makan karena muntah muntah." Lanjut Desti ikut Wawan jalan ke kasur.


" Yah sudah kamu didalam kamar yah, biar saya yang minta bibik siap kan sarapan untuk kamu." Ucap Wawan, Wawan mencium wajahnya Desti dan langsung pergi jalan ke dapur.


Dilain sisi, Zikri melakukan panjat pinang terakhir sebelum berangkat kerja, Zikri melihat wanita bayarannya yang masih tidur nyenyak langsung diganggu supaya bangun dan mau panjat pinang.

__ADS_1


" Aaahhh, Zikri sayang, bikin aku kaget saja." Desa Han dan protes wanita bayarannya Zikri


" Akhirnya bangun juga kamu, keluar kan lah suara merdu kamu, supaya saya semangat kerjanya setelah panjat pinang ini." Ucap Zikri perlahan memajukan dan memundurkan pinggangnya dengan pelan, membuat perempuan didepan nya merem melek sambil meluk Zikri


__ADS_2