
Desti merasa bosan sekali dirumah tidak ngapa ngapain, sedangkan Wawan dan Zikri lagi rapat di ruang kerjanya Wawan, Desti yang bosan lebih memilih ngintip apa saja yang diobrolkan sama Wawan dan Zikri.
" Setelah ini kamu ke Amerika yah, urus bisnis disana, sekalian lihat nenek enek cerewet disana yah, pastikan dia tidak ke Indonesia dalam waktu dekat ini." Tegas Wawan, Wawan mendapatkan laporan kalo kedua orang tuanya ada rencana ke Indonesia
" Nenek cerewet?siapa yang dimaksud nenek cerewet yah?" Batin Desti bertanya tanya karena Desti sama sekali tidak tahu tentang keluarga nya Wawan. Desti langsung pergi sebelum ketahuan nguping pembicaraan Wawan dan Zikri
" Beres tuan, saya juga belum siap ketemu sama mereka tuan, apa lagi membiarkan Anda menikah diam diam seperti ini " Ucap Zikri takut kalo orang tuanya Wawan murka saat tahu anaknya nikah sirih dan nyiksa istrinya sendiri.
" Bagus, pantau kegiatan mereka, kalo ada kabar pasti ke Indonesia bilang saja yah, untungnya rumah ini orang tua saya tidak tahu sama sekali, yang mereka tahu rumah mereka kosong selama ini." Lanjut Wawan belum siap mengakui status pernikahannya
" Beres tuan, anda tenang saja tuan, saya harap anda juga jangan terlalu kejam sama Desti dan kedua orang tuanya jangan sampai mereka masuk rumah sakit karena kekejaman anda." Tegas Zikri yang berharap Wawan tidak melakukan kecerobohan sama sekali, supaya rahasianya terjaga dengan baik.
Dilain sisi, Desti mengganti bajunya dan siap siap menyambut kedatangan Wawan ke kamarnya, Malam yang indah Berdua sama suami.
" Baju sudah oke, wajah oke, rambut oke, dan parfum juga oke. tinggal nunggu Wawan masuk kamar ini deh." Batin Desti sambil ngecek kembali penampilannya.
" Sudah siap semuanya?" Tanya Wawan masuk kedalam kamar tiba tiba
" Sudah siap semua tuan, tadi saya sudah belajar jadi tidak akan ganggu makan malam kita tuan." Ucap Desti, Desti langsung merangkul pinggangnya Wawan.
" Bagus, hayo kita makan dan setelah itu kita olahraga sampai subuh yah." Goda Wawan, Wawan terpana melihat penampilannya Desti yang sangat menggoda dan sangat wangi beda dari biasanya.
" Kamu cukup pintar malam ini" Lanjut Wawan mencium bibirnya Desti, tangannya naik naik kepuncak gunung.
__ADS_1
" Iyah dong tuan, hayo kita makan sekarang." Lanjut Desti bahagia karena dipuji sama suami sendiri
Desti narik tangannya Wawan untuk jalan kebalkon kamarnya, Desti sengaja dekorasi balkon seromantis mungkin walaupun Wawan bukan lah suami yang dicintainya tapi setidaknya membuat suami bahagia tidak ada salahnya.
" Kamu dekor sendiri tempat ini? Bagus juga pagarnya kamu kasih kain lebih tinggi?" Tanya Wawan kagum sama hasil karyanya Desti
" Iyah dong tuan sayang, selama saya bisa melakukan sendiri yah saya kerjakan sendiri tuan, apa tuan suka tempat ini?" Tanya Desti sambil memainkan bunga yang ada di atas meja
" Sangat suka, suasana romantis, ada tiker sepertinya kamu mau panjat pinang disini juga?" Tanya Wawan sambil melihat tiker dan barang barang lainnya.
" Iyah tuan, saya mau coba panjat pinang ditempat seperti ini, sambil melihat langit tuan sepertinya romantis." Lanjut Desti malu karena imajinasi panjat pinang membuat dirinya menyiapkan ini semua
" Kamu dapat ide ini dari mana? boleh juga ide kamu saya suka, setiap malam kita akan makan malam disini setelah itu kita panjat pinang disini juga jadi siap kan yah setiap hari." Lanjut Wawan yang menginginkan panjat pinang seperti sekarang ini bisa dilakukan setiap hari.
" Imajinasi sendiri tuan, oke tuan sayang akan saya siapkan setiap malam yah, supaya ada nuansa baru untuk kita." Lanjut Desti sambil menikmati makanan bikinannya
Dilain sisi Ayah nya Desti saat pulang kerja, tanpa sengaja melihat Zikri dipinggir jalan bareng perempuan perempuan cantik, membuat ayah nya Desti geleng geleng kepala heran.
" Tidak bos dan tidak anak buahnya, kelakuan mereka sama saja, heran sama Wawan dan Zikri hobi sekali mempermainkan perempuan sesuka hatinya." Batin bapak nya Desti, langsung melajukan motornya lagi, sebelum Zikri sadar akan kehadirannya.
Dilain sisi, Desti bener bener menikmati apa yang diingkannya, menikmati pemandangan langit yang lagi indah dipenuhi bintang bintang sambil menikmati pergerakan pinggang suami sendiri.
" Aaahhh, tuan saya suka suasana seperti ini tuan." Desa Han Desti sambil meluk mesra Wawan.
__ADS_1
" Yah saya juga menyukai suasana seperti ini, sangat indah sekali, ide kamu sangat bagus sekali sayang, pertahan kan yah supaya saya betah betah panjat pinang sama kamu." Ucap Wawan sambil menggerakkan pinggangnya dan tangannya naik naik kepuncak gunung
" Aaahhh, Iyah pasti sayang, saya akan berusaha kamu betah sama saya untuk panjat pinang setiap hari sayang, aaahhh Wawan sayang" Desa han Desti cetar membahana, Desti tidak akan membiarkan Wawan selingkuh selama kontrak perjanjian pra nikah selesai, Desti akan selalu berusaha memuaskannnn nafsooonggg Wawan setiap saat.
" Yaya" lanjut Wawan singkat, Wawan bener bener menikmati suasana baru selamat panjat pinang bareng istrinya.
Dilain sisi, Emak nya Desti membuatkan suaminya susu jahe hangat, setelah suaminya mandi langsung kasih jahe hangatnya dan langsung diminum habis.
" Nikmat sekali, terimakasih emak jahe hangatnya" Ucap Bapak nya Desti
" Sama sama pak, bagaimana kerjaan hari ini? apa menantu kita kerjain bapak lagi?." Tanya emak nya Desti yang hafal sama kelakuan menantunya.
" Iyah Mak, soalnya Desti disuruh belanja sama tuan Wawan, bareng temennya, eh bapak disuruh ngulang kerjaan lagi dari awal nyapu halaman kantor Mak." Lanjut Bapak nya Desti sangat kesal, ada saja hukuman yang diberikan menantunya.
" Memang serba salah yah pak, anak kita dikasih kemewahan tapi kita yang dikerjain dan tidak dikasih kemewahan juga kasihan apa lagi kampus Desti kan kampus elit pak, pasti anak anak seumuran Desti pasti lagi banyak mau nya jalan sama temen kan." Lanjut Emak nya Desti, kehidupan anaknya serba salah menerima pemberian dikerjain tapi menolak bakal jadi Bullyan temen temen kampusnya Desti.
" Yah mau bagaimana lagi Mak, ini jalan yang bapak ingin kan, anak kita bisa kuliah ditempat yang bagus walaupun kita jadi korban keegoisan tuan Wawan kan." Lanjut Bapak nya Desti yang melihat cctv yang ada di dapur.
" Yah pak, kita harus extra sabar pak, sampai Desti lulus kuliahnya S1 jadi desain interior hebat seperti tuan Wawan pak." Lanjut Emak nya Desti lemes, sudah memikirkan apa lagi hukuman yang diberikan Wawan padanya.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1