Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Hari pertama bulan madu mau kemana?


__ADS_3

Desti meluk emak dan bapak nya sebelum berangkat untuk menjalankan serangkaian perjalanan bulan madu, kedua orang tuanya Desti dan kedua orang tuanya Wawan mengantar anak anaknya sampai didepan pintu rumah.


" Kalian have fun yah, kalo ada apa apa langsung pulang saja yah Jangan memaksa untuk melanjutkan bulan madu kalian." Ucap Mami nya Wawan sambil memberikan jaket paling tebal miliknya.


" Yah mami, pasti dong tidak usah kwartir karena kita sudah menyiapkan obat obatan dan dokter keluarga, jadi aman selama kita melakukan perjalanan kita." Ucap Wawan sambil merangkul Desti


" Terimakasih mami atas mantelnya, selalu Desti pakai kalo udaranya dingin." Ucap Desti bahagia karena mertuanya begitu perhatian ke dirinya.


" Disana Desti jangan lupa minum jamu khusus ibu hamil, supaya kuat kandungannya Desti selama perjalanan kalian." Ucap Emak nya Desti memberikan bungkusan rempah rempah khusus jamu.


" Iyah bunda, nanti ART yang akan meracik jamunya, yah sudah kita pergi dulu yah." Lanjut Desti meluk orang tua dan mertuanya.


Desti dan Wawan masuk kedalam mobil, perlahan mobil meninggalkan rumahnya Wawan. Desti rebahan merasakan dipangkuan Wawan suami yang mulai Dicintainya


" Sayang, mau apa? aku pijitin atau mau makan?" Tanya Wawan ngelus lembut rambutnya Desti


" Mau makan sayang, tapi mau makan ayah boleh tidak." Goda Desti terkekeh


" Astaga sayang, jangan ah, nanti bunda kenapa kenapa lagi, kita kan baru mau liburan sayang. sabar yah didalam pesawat aku saja oke." Ucap Wawan gemes sekali, Desti bisa bisanya ledekin dirinya.


" Siap komandan." Lanjut Desti senyum bahagia


Dilain sisi, Zikri melihat lift dan barang barang yang akan dipakai, untuk pasang lift dirumahnya Wawan.


" Semua siap?" Tanya Zikri melihat tukang tukang yang sudah Zikri kumpulin

__ADS_1


" Sudah siap tuan, tinggal ke rumah tuan Wawan dan kita lakukan pemasangan lift, oh yah untuk lantai tiga bagaimana? kan baru dibangun lantai tiganya?" Tanya Tukang melihat Zikri


" Ikutin saja arahan dari kontraktor nanti, biar dia yang kasih tahu tempat tempatnya yang pas. saya melihat kinerja kalian setiap pulang kerja yah, kalo butuh apa apa tinggal bilang sama bodyguard, ART, dan satpam saja. mereka yang stanbay dua puluh empat jam." Lanjut Zikri, Zikri tahu orang tuanya Wawan dan Desti hari ini pada pulang, jadi rumahnya Wawan kosong.


" Baik tuan, kita akan kordinasi sama mereka." Lanjut Tukang


Dilain sisi, Bodyguard, ART, dan bodyguard. yang ikut bulan madu sudah berdiri didepan jet pribadinya Wawan, menyambut kedatangan Desti dan Wawan.


" Semua siap tuan, tinggal berangkat kita." Ucap pilot


" Bagus, hayo semuanya masuk kedalam pesawat, kita nikmati jalan jalan keliling Indonesia." Ucap Wawan bantuin Desti masuk kedalam jet pribadinya.


" Berarti anda akan sewa mobil selama keliling Indonesia?" Tanya bodyguard melihat majikannya, yang sibuk sama Desti


" Beli mobil baru, buat Desti, kota pertama kita datangin langsung beli mobil, kita akan melakukan perjalan darat selama jalan jalan sampai akhirnya sampai ke Jakarta." Lanjut Wawan memakaikan selimut ke Desti.


" Kondisinya Desti sehat, dan bisa melakukan perjalanan ini, jangan stres stres yah Desti." Ucap dokter masukin perlengkapan medis kedalam tasnya.


" Baik dokter, saya tidak akan stres dokter, apa lagi selama sebulan ini kan waktu dihabiskan buat liburan keliling Indonesia, jadi bawaannya bahagia terus.' Ucap Desti bahagia, karena bisa menikmati kota kota yang ada di Indonesia, pemandangan, dan makanan nya." Ucap Desti yang sudah memaksimalkan kondisinya.


Desti menikmati pemandangan dari atas awan, Desti menikmati jalan jalannya. sepuluh menit kemudian jet pribadi nya Wawan tiba di kota Padang. bodyguard menurun kan barang bawaannya Desti dan Wawan, termasuk kursi roda.


" Silahkan sayang, duduk yah." Ucap Wawan sengaja menyiapkan kursi roda buat Desti supaya tidak cape jalan, dokter yang melihatnya tidak mau komentar membiarkan apapun yang Wawan ingin berikan ke istrinya.


" Astaga sayang, aku ingin sekali menikmati jalan pakaai kaki sayang." Batin Desti sedih, tapi tidak berani melawan

__ADS_1


" Terimakasih sayang" Ucap Desti berusaha santai menerima pemberian Wawan.


Wawan langsung mencium keningnya Desti sebelum berangkat jalan, Wawan memastikan Desti duduk dengan nyaman di kursi roda.


" Hari pertama bulan madu mau kemana sayang?" Tanya Wawan sambil dorong kursi roda pelan pelan


" Aku mau ke Jembatan Siti Nurbaya, penasaran sayang." Ucap Desti, Desti sudah list beberapa tempat wisawata yang bakal dipakai selama sebulan penuh.


" Oke besok kita ke Jembatan Siti Nurbaya, bodyguard langsung ngecek tempat tinggal selama kita di kota Padang." Lanjut Wawan santai didorong kursi roda.


" Siap sayang" Lanjut Desti menikmati pemandangan indah disekitar bandara.


Dilain sisi, Orang tuanya Desti dan Zikri mengantar orang tuanya Wawan ke bandara, awalnya mau gabung sama Wawan dan Desti tapi dibatalkan supaya tidak mengganggu pasangan yang baru selesai menikah resmi


" Jeng, saya titip anak saya yah jeng, terimakasih sudah berusaha jadi mertua yang baik untuk Wawan yang sombong dan selalu seenaknya." Ucap Mami nya Wawan haru


" Terimakasih sudah memberikan jodoh terbaik untuk Wawan, walaupun terkesan memaksa tapi kami bersyukur dengan kehadiran Desti bisa merubah Wawan yang kasar, setidaknya jadi romantis ke istri dan mau bersikap ramah sama kami selama di Indonesia terimakasih yah." Ucap Papi nya Wawan merasa bahagia anaknya mendapatkan jodoh yang baik untuk Wawan


" Sama sama jeng, terimakasih juga mau menerima kekurangan kami dan anak kami jadi bagian keluarga jeng, saya akan menjaga dan menyayangi Wawan seperti anak kandung sendiri. kalo ada waktu jangan lupa mampir ke rumah yah jeng" Ucap Emak nya Desti bahagia tambah saudara yang baik dalam kehidupan ny


" Pasti jeng, tapi tidak tahu kapan bisanya ke Indonesia lagi, yah sudah kita harus segera pulang." Lanjut Mami nya Wawan langsung meluk besannya, sejujurnya merasa iri karena besannya walaupun hidup sederhana tapi punya banyak waktu untuk ngurus Desti dan sekarang anaknya.


Orang tuanya Desti membiarkan orang tuanya Wawan masuk kedalam pesawat pribadinya, Zikri anggukan kepalanya saat papi nya Wawan menitipkan Wawan dan Desti.


" Kalian berdua mau kembali ke toko atau rumah kalian?" Tanya Zikri yang berusaha bersikap ramah ke orang tuanya Desti, berusaha menghargai orang tua atasannya.

__ADS_1


" Kembali ke ruko saja, tapi istri saya mau ke rumah kita soalnya mau istirahat boleh kan?" Tanya Bapak nya Desti, yang masih kaku bicara sama Zikri


" Boleh, yah sudah kita antar istri anda ke rumah, baru kita ke ruko yah." Lanjut Zikri pasrah, harus bulak balik antara rumah ke ruko jaraknya yang tidak dekat. mau marah tapi Wawan minta Zikri harus sabar, dan mau turutin apapun keinginan orang tuanya Desti.


__ADS_2