
Zikri melepaskan hetset dan mematikan aplikasi yuotube, setelah melihat Desti dan Wawan selesai panjat pinang, rasanya ingin sekali getok kepalanya Wawan supaya bisa memikirkan perasaan orang lain.
" Tuan, apa nona Desti ditambah saja uang sakunya? mengiat kampus baru ini, kampus elite masa cuman Desti satu satunya yang tidak bawa uang saku banyak?" Tanya Rizki merasa tidak tega melihat Desti diledek cuman karena uang.
" Baik lah, saya juga tidak mau budak satu ini dijadikan bahan bulyyan lagi, saya akan berikan kartu untuk kamu, setelah saya tahu kebutuhan pribadi kamu yah. oh yah jangan lupa setiap hari ke salon, supaya semakin putih dan cantik yah." Ucap Wawan setuju sama idenya Rizki, tidak ada salahnya memberikan tambahan uang saku untuk Desti, selain itu juga Desti wajib perawatan kulitnya.
" Baik tuan, terimakasih yah, saya tidak akan mengecewakan anda." Ucap Desti bahagia, setidaknya bisa menikmati makanan enak, belanja, dan ke salon.
" Oh satu lagi, jangan lupa ke dokter, supaya kecebong saya tidak berubah mengerti." Tegas Wawan Yaang tidak mau punya anak
" Beres tuan" Lanjut Desti bahagia dan langsung meluk Wawan saking bahagia nya, akhirnya bisa merasakan shopping.
" Kamu meluk saya, apa mau lagi panjat pinang?" Tanya dan goda Wawan membuat Desti melepaskan pelukannya
" Nanti lagi yah, kita kan mau kekampus tuan." Lanjut Desti tersipu malu
Wawan ketawa melihat ekspresinya Desti yang malu sama sikapnya sendiri, berbeda sama Zikri yang geleng geleng kepala ada ada saja yang dibicarakan sama Wawan dan Desti.
Mobil yang dikendarai Zikri akhirnya sampai di kampus, Zikri sengaja memilih kampus paling elite, supaya jauh jauh dari pembulyan dan kasihan juga sama Desti yang akan tertekan selama kuliah nantinya.
" Yang kuliah disini tidak sembarangan yang bisa, kebanyakan anak orang kaya, dan terpandang semua jadi saya pastikan temen temen kampungan kamu, tidak ada satu pun yang mampu kuliah disini, makannya saya setuju kamu dikasih kartu hitam saya, malu juga kalo kamu saja yang kismis disini." Ucap Wawan dengan terkekeh
" Orang kaya bebas sombong, untung punya duit banyak kalo tidak sudah saya Jambak rambut kamu." Batin Desti kesal sama ledekan nya Wawan, Yaang terus menerus merendahkannya.
" Iyah tuan, terimakasih atas kebijaksanaannya." Ucap Desti senyum terpaksa
" Eits, jangan terimakasih saja kamu, siap siap nanti malam saya bikin kamu lemah, sebagai tanda terimakasih kamu." Lanjut Wawan yang diotaknya selalu panjat pinang
__ADS_1
" Beres tuan" Lanjut Desti pasrah, menolak pun tidak punya hak sama sekali. Wawan sudah memberikan biaya kuliah yang cukup mahal dan biaya hidupnya juga.
Desti, Wawan, dan Rizki. masuk kedalam kampus barunya untuk Desti, melihat penampilan glamor temen temen kampusnya membuat Desti minder berbeda sekali sama penampilannya saat ini.
" Setelah dari kampus, wajah kamu dan kulit kamu mendapatkan perawatan, jangan bikin malu dan lumayan menyenangkan mata saya kalo kamu semakin putih." Ucap Wawan melihat kulitnya Desti, yang hitam manis.
" Baik tuan, saya terima apapun perawatan kulit dan wajah yang anda berikan untuk saya." Ucap Desti pasrah, dan sejujurnya tidak mengerti soal perawatan sama sekali.
" Perhatiannya bos satu ini, apa yang akan dia lakukan ke orang tuanya Desti selanjutnya yah." Batin Zikri penasaran, karena pertama kali Desti kuliah saja ayah nya turun jabatan dan kerja sampai malam, apa lagi sekarang kuliah di kampus bergengsi seperti ini.
Wawan temani Desti untuk daftar masuk kuliah, Rizki sudah mengatur semuanya supaya tidak ada pertanyaan tidak penting.
" Mulai besok Desti sudah bisa kuliah disini, semoga Desti betah kuliah disini." Ucap karyawan kampus, berharap Desti tidak pindah kuliah lagi.
" Amin pak, terimakasih pak." Ucap Desti ramah
Wawan memerintahkan Desti dan Rizki langsung jalan, untungnya Rizki sudah membayar biaya kuliahnya Desti tunai, jadi tidak ada tagihan biaya apapun
" Tuan, apa boleh saya jenguk emak saya." Ucap Desti saat masuk kedalam mobil, berusaha merayu Wawan.
" Kamu kalo mau apapun, sudah berani merayu saya yah." Bentak Wawan kesal, walaupun senang dengan cara Desti yang mulai agresif.
" Maaf tuan, bukan begitu tuan. yah sudah kalo tidak mau saya agresif, padahal saya lagi pengen melanjutkan panjat pinang loh. masa tuan saja yang mulai duluan." Ucap Desti pura pura sedih, padahal yang diucap kan Wawan benar, Desti akan agresif kalo ada mau nya.
" Huh, bisa saja yah merajuk dan merayu saya. baik lah, selama permintaan kamu masuk akal dan tidak berlebihan akan saya turutin, ingat jangan bertingkah berlebihan yah." Lanjut Wawan akhirnya luluh juga, Wawan melihat Desti polos, langsung cepat cepat ikutan polos, melanjutkan panjat pinang lagi.
Zikri melihat kedua orang aneh, bener bener kesal, bisa saja alasan panjat pinang didalam mobil, tidak memikirkan perasannya sama sekali.
__ADS_1
" Astaga, tidak Wawan dan ini lagi Desti, ada saja alasan merayu Wawan untuk turutin keinginan nya, Desti jadi tahu kelemahannya Wawan yang tidak bisa dirayu seperti ini." Batin Zikri buru buru pakai hetset
Kali ini Zikri tidak mau melihat kaca spion depan sama sekali, karena pasti akan semakin tersiksa, apa lagi perjalanan ke apartemen masih jauh.
Wawan dan Desti menikmati panjat pinang didalam mobil, Desti sudah tahu kelemahannya Wawan. bisa dipakai sewaktu waktu rindu sama orang tuanya atau pun rencana lainnya.
" Mudah sekali dirayunya, dasar maniak panjat pinang, begitu saja langsung luluh, lain waktu pakai cara ini lagi ah buat rayu Wawan bos rese." Batin Desti senyum kemenangan
" Senyum kamu manis juga, mana suara kamu sayang." Puji Wawan salah faham, mengira senyuman Desti untuk dirinya.
" Aaahhh, Wawan sayang, selalu luar biasa sayang." Desa han Desti, sambil meluk Wawan dengan mesra
" Saya tidak sabar hasil kamu setelah dari salon, kita panjat pinang lagi yah selama perjalan ke apartemen oke." Lanjut Wawan terus dan terus menggerakkan pinggangnya, merasa bahagia sekali karena akhirnya Desti mau panjat pinang didalam mobil walaupun ada maunya.
"Aaahhh, dengan senang hati sayang, lakukan apapun yang kamu mau sayang." Desa han Desti penuh kemenangan.
Dilain sisi, Emak nya Desti yang tahu anaknya mau datang ke apatermen, langsung masak untuk menyambut Desti dan suaminya.
" Tumben tuan Wawan mengijinkannya kesini, akhirnya bisa ketemu sama Desti lagi." Ucap Emak nya bahagia karena akhirnya bisa ketemu sama Desti walaupun cuman sebentar.
Emak nya Desti langsung masak kesukaan Desti, dan seafood untuk menantunya, walaupun Wawan menyebalkan tapi tetep disiapkan makanan untuk Wawan.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1