Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Bahagianya berangkat kuliah diantar suami


__ADS_3

Desti melihat penampilannya cukup rapih dan sudah siap berangkat ke kampus, Memeriksa kembali barang bawaannya ke kampus.


" Sudah perfek deh, welcome mahasiswa baru, tidak sabar mau lihat temen temen baaru dan dosen dosen yang bakal menemani hari hari selama di kampus." Ucap Desti bahagia akhirnya penantian panjang tiba juga.


Desti jalan santai ke ruang tamu, Wawan sudah menunggu Desti dan melihat penampilan istrinya sungguh cantik dengan pakaian pilihannya.


" Sudah siap?" Tanya Wawan melihat Desti dari ujung kepala sampai ujung kaki


" Sudah siap tuan, mari kita jalan ke kampus." Lanjut Desti bahagia


Desti dan Wawan jalan ke mobil, hari pertama Desti kuliah diantar sama Wawan sebelum berangkat kuliah.


" Ingat yah Desti, belajar yang bener, jangan tebar pesona sama laki laki selama di kampus, jangan bikin saya marah." Tegas Wawan menatap Desti dengan tatapan tidak biasa.


" Bahagianya berangkat kuliah diantar suami, walaupun banyak aturan biar lah." Batin Desti, membuatnya senyum manis didepan Wawan


" Baik tuan, saya tidak akan membuat anda kesal, kalo begitu saya ke dalam kampus dulu, terimakasih atas tumpangannya." Ucap Desti senyum manis didepan Wawan.


" Nanti siang dijemput sama supir, ingat jaga jarak sama temen laki laki apapun alasannya." Lanjut Wawan yang sebenarnya cemburu kalo istrinya dideketin sama orang lain.


Desti pertama kalinya Salim ke Wawan dan langsung turun dari mobil, walaupun pernikahannya tidak diinginkan tapi membuatnya tidak menghilangkan kewajiban pamit sama suami dengan Salim seperti yang biasa emak nya lakukan ke bapak nya.


Dilain sisi, Emak nya Desti merasa bosan di apartemen tidak melakukan apapun, merapihkan apartemen sudah dilakukan dari sapu, mengepel, dan masak. melihat pemandangan indah dihalaman unit apartemennya Wawan.


" Walaupun tinggal ditempat mewah, tapi tidak melakukan apapun bosan juga yah, Desti pasti lagi di kampus rasanya ingin sekali melihat kegiatan Desti dan mendengar cerita anak sendiri, pengalaman pertama kalinya kuliah." Ucap Emak nya Desti dengan lirih, meratapi kondisi saat ini


Emak nya Desti menyiram pohon pohon yang ditanam dihalaman belakang, Sambil nyanyi demi menghilangkan rasa jenuhnya.

__ADS_1


Dilain sisi, Desti melihat temen temennya satu persatu masuk kedalam kelas, ingat ucapan Wawan langsung senyum sendiri.


" Apa Wawan mulai cemburu yah, saya bakal punya banyak temen cowok? ah, andaikan saja sikapnya manis pasti langsung meleleh." Batin Desti tidak karu karuan memikirkan suami yang tidak jelas sikap dan ucapannya


Desti langsung senyum ramah saat ada orang yang jalan menghampirinya, ternyata temen sekolah yang satu kuliah dan satu kelas bareng Desti.


" Hai Desti, kamu kuliah disini juga?" Tanya Anisa melihat penampilan Desti berbeda dari yang terakhir dilihatnya.


" Hai juga, Iyah saya kuliah disini, sini duduk disebelah saya." Ucap Desti ramah


" Astaga, habis ini bakal terbongkar deh rahasia selama ini dijaga dengan baik." Batin Desti yang takut akan jadi bahan Bullyan


" Iyah Des, baju kamu bagus Desti, emak dan bapak kamu yang belikan?" Tanya Anisa yang kepo dan ratunya gosip disekolah


" Bukan saya beli sendiri, saya kerja sebagai ART di rumah atasan bapak saya di kantor, saya dibantu kuliah dan baju untuk kuliah dibantu sama majikan saya yang dermawan." Lanjut Desti bohong, tidak mungkin Desti cerita kalo dirinya dipaksa nikah.


" Wah baik sekali majikan kamu, enaknya kerja sebagai ART tapi dibantu biaya kuliah, saya mau juga dong jadi ART di tempat kamu kerja" Lanjut Anisa yang tidak sepenuhnya percaya sama ucapannya Desti.


Desti buka buku untuk baca baca, menghindari pertanyaan demi pertanyaan yang akan ditanyakan sama Anisa yang selalu kepo sama urusan orang lain.


Dilain sisi, Wawan mendengar obrolan Desti dan Anisa, Wawan diam diam memasang cctv di bajunya Desti, cctv cangging yang dipasang di baju tanpa diketahui orang lain.


" Bahaya sekali Desti kuliah di sana, bisa bisa rahasia ini akan kebongkar, padahal baru beberapa hari menikah. walaupun pernikahan ini tidak diinginkan, tapi Desti mampu membuat saya betah panjat pinang sama Desti." Ucap Wawan belum rela kehilangan Desti


Wawan langsung ambil handphone nya dan telefon Zikri untuk masuk ke ruangannya, Wawan ingin sekali gerak cepat sebelum temennya merusak segalanya.


" Ada apa tuan, memanggil saya ke ruangan tuan?" Tanya Zikri masuk keruangannya Wawan.

__ADS_1


" Carikan kampus baru untuk Desti, pastikan tidak ada yang kenal sama Desti sama sekali, cari hari ini juga. kalo sudah dapat langsung urus pindah kuliahnya Desti, kasih alasan yang logis supaya tidak ada yang curiga." Perintah Wawan dengan serius


" Pindah kuliah? memangnya ditempat yang sekarang kenapa tuan? bukannya kampus itu kampus yang bagus yah tuan, apa ada masalah?" Tanya Zikri pemasaran


" Temen sekolah nya Desti satu kelas sama Desti di kampus, temennya terlihat sangat kepo bisa bisa rahasia pernikahan saya sama Desti kebongkar, saya tidak mau rahasia ini kebongkar secepat ini." Lanjut Wawan terus terang


" Oh seperti itu, baik tuan akan saya usahakan mendapatkan kampus yang tidak ada kenalan Desti sama sekali, secepatnya dapat tuan. kalo begitu saya permisi ke ruangan saya." Lanjut Rizki langsung keluar dari ruangannya Wawan


Dilain sisi, Desti mendengarkan penjelasan dosen, Desti berusaha fokus belajar, supaya tidak mengecewakan kedua orang tuanya dan Wawan yang sudah membiayai kuliah nya.


" Kalian akan dikasih tugas sederhana, membuat desain kandang hewan ternak, sebelum dikasih tugas membuat desain bangunan dan rumah." Ucap dosen mengakhiri pertemuannya kali ini.


" Baik Bu" Ucap Desti dan temen temennya.


Desti membayangkan membuat desain hewan ternak, Langsung ingat sama Wawan yang pemilik perusahaan interior terkenal.


" Ah nanti minta sama tuan Wawan, kasih pendapatnya supaya desainnya bagus kali saja bisa jadi ladang uang buat saya." Batin Desti bahagia, tidak sia sia nikah paksa sama CEO interior terkenal.


" Ih dosen aneh, masa disuruh bikin desain kandang hewan sih, yang bener saja sih, kuliah disini disuruh bikin begitu lagi aneh." Protes Anisa kesal, bisa bisa nya dosen memberikan tugas sepele seperti itu


" Sabar saja Anisa, kan kita pemula kalo sudah pertemuan selanjutnya juga dikasih tugas membuat desain rumah dan gedung, sabar saja namanya juga masih kuliah tahapan belajar." Ucap Desti berusaha menenangkan temen nya yang tidak terima dengan tugas yang diberikan


" Huh, sabar sabar. merendahkan impian saya namanya." Lanjut Anisa dengan sombongnya


Desti cuman bisa geleng geleng kepalanya mendengar protes temennya, Desti sendiri menerima tugas pertama yang diberikan dosen


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.

__ADS_1




__ADS_2