
Wawan melihat Desti menggigil cuman bisa diam saja tanpa ada niatan membantu Desti sama sekali, Wawan paling benci sama karyawan yang dengan sombongnya menjawab pertanyaannya.
" Dasar wanita lemah, baru disiram air dingin dua kali saja sudah mengigil." Bentak Wawan menatap desti dengan sinis.
" Dasar cowok gila, selain disiram juga disiksa, bagaimana tidak semakin menggigil." Batin Desti kesal
" Maaf kan saya tuan, saya tidak akan membuat tuan marah lagi." Ucap Desti menatap Wawan yang terlihat sangat marah
" Bagus, kamu sudah tahu kan apa akibatnya kalo saya sudah marah kan? boleh merayu tapi ingat hati hati apa yang kamu ucapkan jangan sampai saya marah lagi." Bentak Wawan, Wawan melemparkan handuk ke Desti.
" Iyah tuan, saya pamit untuk mandi tuan." Lanjut Desti Bener bener tidak kuat nahan dingin dan nyeri di seluruh badannya
" Mandi sana, saya tidak akan ganggu kamu sama sekali, saya sudah perintahkan bibik membuatkan kamu air rebusan jahe dan kotak p3k." Bentak Wawan menatap desti yang berani sekali polos didepannya, niat tidak mau ganggu Desti mandi, entah kenapa Desti berani polos didepannya.
" Kamu sengaja menggoda saya?" Tanya Wawan memeluk Desti dari belakang
" Maaf tuan, bukan bermaksud menggoda, apa tuan menginginkan lagi?' Tanya Desti pasrah, dari pada nolak mendapatkan siksaan lagi lebih baik bertanya hobi Wawan.
" Tidak tidak, sana mandi, saya tidak mau kamu pingsan karena kelelahan dan nahan sakit terlalu lama. semakin banyak biaya yang saya keluarkan untuk kamu nantinya." Lanjut Wawan pasrah, dari pada harus repot kalo Desti pingsan.
" Baik tuan, terimakasih dan permisi." Lanjut Desti langsung ambil baju ganti dan langsung masuk kedalam kamar mandi, sebelum Wawan berubah pikiran.
Dilain sisi, Emak nya Desti nangis sejadi jadinya, saat bodyguard memberikan Vidio Wawan menyiksa Desti karena ucapan Desti yang dianggap sombong.
" Lain kali, jangan coba coba minta ikut tuan Wawan dan Desti pergi, kalo pun Desti ngajak harus bisa nolak, ingat perjalanan tiga tahun setengah Desti kuliah, sangat panjang dan lama, jangan bikin tuan Wawan marah terus menerus, harus sadar diri kalian sebagai orang tua, jangan sampai Desti sakit karena kalian, karena tuan Wawan pasti akan repot dan mengeluarkan uang banyak lagi." Bentak bodyguard terlihat sangar
" Yah tuhan, kejamnya menantu saya sama mertua dan istrinya." Batin Bapak nya Desti semakin tidak percaya, Wawan bisa Setega itu main fisik sama anaknya.
" Baik tuan, kami tidak akan minta pergi lagi, tidak akan minta apapun ke tuan Wawan apa lagi Desti, diijinkan tinggal ditempat nyaman, makan ditanggung, dan anak dikuliahkan. sudah bersyukur untuk saya dan saya tidak akan membuat tuan Wawan marah lagi." Ucap bapak nya Desti menyesal sama apa yang terjadi, antara istri, anak, dan menantunya.
" Bagus, ingat tuan Wawan tidak akan main main sama ancamannya. didalam apartemen ini penuh dengan cctv kalian kalo bicara dan bertindak diawasi selama dua puluh empat jam" Lanjut bodyguard menunjukan tempat tempat cctv yang terpasang.
" Astaga, tega sekali tuan Wawan, segitu nya mengawasi orang tuanya Desti istri nya sendiri.' Batin Emak nya Desti kesal, sama cara Wawan yang dianggap berlebihan.
" Baik tuan, mulai sekarang saya tidak akan sembarangan bicara, demi keselamatan dan keamanan anak saya dan suami saya selama bekerja.' Ucap Emak nya Desti menyesal
Bodyguard cuman ngangguk dan langsung pergi, meninggalkan kedua orang tuanya Desti yang melanjutkan nangisnya setelah bodyguard pergi.
__ADS_1
Dilain sisi, Desti melihat buku kuliah nya, berusaha untuk belajar walaupun badannya terasa sakit sekali dan bersyukur sudah tidak merasa kedinginan lagi.
" Kamu kenapa memaksa belajar?" Tanya Wawan heran melihat Desti yang sibuk sama buku
" Besok kan kuliah tuan, nanti sebelum saya tidur saya minum tolak miskin dan pakai minyak gosok tuan, insya Allah besok badan sudah enakan. apa malam ini tuan mau ngajak panjat pinang?' Tanya Desti takut dan langsung nunduk kwartir Wawan marah lagi
" Sial, pakai minyak gosok, yah bau lah, kalo kamu sakit saya kasih dispensasi untuk tidak panjat pinang, setiap hari saya pantau kondisi kamu, supaya tidak sakit terus, rugi dong saya yang terus menerus mengeluarkan uang untuk kamu, tapi kamu tidak menjalankan tugas kamu. saya pastikan minuman herbal untuk kamu supaya setiap hari kamu minum mengerti" Tegas Wawan kesal, sejujurnya Wawan tidak bisa menahan nafsongnyaa saat melihat badannya Desti, tapi karena kondisinya lemah terpaksa Wawan pasrah dan nurut tidak panjat pinang sebelum tidur.
" Alhamdulillah, terimakasih tuan, saya akan usahakan tidak sakit tuan." Lanjut Desti nunduk, semenjak kejadian di apartemen membuat Desti merasa bingung bicara sama Wawan kwartir salah bicara, dan takut akan marah lagi.
" Kenapa kamu nunduk, saya bicara hah? angkat wajah kamu Desti?" Tanya dan bentak Wawan heran melihat Desti
" Maaf tuan, saya takut anda marah lagi sama saya. saya takut salah bicara sama anda tuan.' Lanjut Desti terus terang, merasa takut bertanya dan menjawab pertanyaan Wawan.
" Setelah disiksa baru mikir kamu, sudah sana belajar, jam sepuluh harus selesai belajarnya supaya cepat tidur." Bentak dan perintah Wawan, yang membiarkan Desti melanjutkan kegiatan belajarnya.
" Baik tuan" Lanjut Desti langsung fokus sama buku lagi
Wawan Bener bener membiarkan Desti untuk belajar, tanpa diganggu lagi, Wawan berusaha untuk tidur tapi matanya tidak bisa dipejam kan, membuat Wawan telfon bibik untuk membuatkan air hangat berisi tolak miskin untuk Desti dan kotak p3k
" Rajinnya Desti, tidak siap sia mengeluarkan biaya untuk kuliah dia walaupun cukup mahal, melihat Desti rajin belajar tidak rugi lah." Batin Wawan senyum bangga melihat Desti, yang lagi sakit memaksa kan diri tetep belajar.
" Baik tuan" Ucap Desti pasrah, sudah tidak berani melawan Wawan
Wawan langsung membukakan pintu, ternyata bik sum yang membawakan tolak miskin hangat dan kotak p3k untuk Desti.
" Sudah rapihkan buku kamu, sudah jam sepuluh malam, mulai besok kamu pasang alarm batas maksimal belajar kamu, jangan selalu mengandalkan saya terus mengerti." Tegas Wawan sambil kasih air tolak miskin buat Desti
" Baik tuan, Iyah tuan nanti saya pasang alarm tuan dan terimakasih obat dan tolak miskinnya.' Ucap Desti langsung minum tolak miskin dan merapihkan buku kuliahnya, setelah itu pakai minyak gosong.
" Untung minyak gosok ini tidak bau, jadi aman tidur disebelah kamu sampai pagi. hayo buruan tidur saya sudah ngantuk." Bentak Wawan nunggu Desti selesai belajar dan tidur bareng
" Baik tuan, terimakasih sudah menunggu saya." Lanjut Desti langsung ikut Wawan rebahan di kasur.
Desti merasa lega karena malam ini tidur dengan nyenyak, tanpa harus melek selama Wawan ngajak panjat pinang sesuka hatinya Wawan.
Waktu begitu cepat berlalu, berasa baru tidur, Desti membuka matanya perlahan dan melihat sampingnya Wawan masih tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
" Selamat pagi suami aku, walaupun kamu galak dan jahat sama aku dan orang tua aku, aku berusaha jadi istri yang baik untuk kamu, aku akan lakukan kewajiban aku sebagai istri yang baik, walaupun aku istri yang tidak kamu anggap." Batin Desti menatap wajahnya Wawan, Wawan wajah nya sangat tampan, tinggi, dan putih. suami idaman kaum wanita apa lagi tajir, sayangnya Wawan suami yang bener bener tega nyiksa istri kalo sudah merasa terhina.
Desti pelan pelan turun dari kasur, berusaha untuk tidak membangun kan Wawan dari tidurnya. saat mau berdiri, tiba tiba Wawan meluk Desti dari belakang.
" Sudah enakan badannya?" Tanya Wawan lembut efek baru bangun tidur
" Alhamdulillah, sudah enakan tuan, terimakasih obat yang diberikan tadi malam." Ucap Desti memutar badannya dan langsung mencium suaminya.
" Sudah kuat untuk vitamin paginya?" Tanya Wawan memastikan kondisinya Desti
" Alhamdulillah kuat tuan, sudah kewajiban saya tuan." Lanjut Desti mengganti posisinya jadi rebahan.
" Bagus, saya suka jawabannya" Lanjut Wawan langsung memberikan vitamin paginya ke Desti, kali ini Wawan tidak mau kasar kwartir Desti masih belum kuat, pertama kalinya Wawan menggerakkan pinggangnya dengan pelan.
" Apa kamu suka seperti ini?" Tanya Wawan, karena baru pertama kalinya panjat pinang dengan tempo slow.
" Aaahhh, sayang, sangat suka sayang, apapun gerakannya selalu suka sayang." Desa Han Desti, tidak berani memberikan komentar apapun.
" Bagus kalo kamu suka, saya senang mendengarnya, setiap sakit seperti ini pelan pelan luar biasa, tapi kalo sehat jangan harap karena saya lebih suka gerakan cepat." Lanjut Wawan sambil memainkan gunung kembar.
" Aaahhh, iya tuan, terimakasih." Lanjut Desti sambil mendesaaahhh menikmatiii pergerakan pinggang Wawan yang slow slow luar biasa.
Dilain sisi, Rizki dengan malas ke apartemen memberikan bahan masakan untuk orang tuanya Desti, memastikan mereka tidak melakukan kesalahan lagi.
" Sudah mau berangkat kerja?" Tanya Zikri dengan judes, dan melemparkan bungkusan yang dibawa nya keatas meja ruang tamu.
" Iyah tuan, sebentar lagi selesai siap siap" Ucap ayah nya Desti dengan ketakutan.
" Tuh bahan masakan makanan kalian selama sebulan, kondisi Desti sudah baik baik saja, ingat yah jangan bertingkah dan minta apapun dari Desti ingat kalo tuan Wawan marah kalian yang akan rugi segalanya." Bentak Zikri, yang males melihat drama sepele dikeluarganya Wawan.
" Baik tuan, kita tidak akan melakukannya lagi.' Ucap Emak nya Desti menyesal, karena dirinya anaknya disiksa sama Wawan.
" Sudah dihukum baru sadar, sudah lah saya mau ke kantor." Lanjut Zikri menatap sinis kedua orang tuanya Desti
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1