Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Tidak menyangka kamu nikah sama Wawan


__ADS_3

Dua hari kemudian, Desti diperiksa dokter kandungan menjelang ijab kabul, Wawan menemani Desti mengikuti serangkaian pemeriksaan sebelum siap siap.


" Bagaimana dokter, apa kita bisa menikah hari ini?" Tanya Wawan gugup, karena kwatir terjadi apa apa sama Desti dan anaknya.


" Tentu bisa tuan, tapi harus diingat kalo sudah merasa cape atau sakit harus istirahat jangan dipaksakan untuk terus duduk menerima tamu undangan demi istri dan anak anda." Ucap Dokter


Desti membiarkan dokter keluar dari kamarnya dan siap siap untuk ganti baju pernikahan.


Dilain sisi, Sulis tidak menyangka Desti nikah sama pembsnis hebat dan terkenal. Sulis menyiapkan kado pernikahan untuk Desti temen barunya.


" Tidak menyangka Desti nasip kamu bagus sekali, bisa nikah sama pak Wawan yang terkenal sukses di dunia interior." Ucap Sulis sambil makeup, pantas saja Desti tidak masuk kuliah sudah beberapa hari.


Dilain sisi, Mami nya Wawan bantuin Desti untuk makeup, Desti melihat pantulan wajahnya terlihat lebih cantik dan tampil beda


"Menantu mami cantik sekali, pantas Wawan bisa luluh sama kamu sayang." Ucap Mami nya Wawan, merapihkan rambutnya Desti supaya semakin rapih


" Desti apa sudah minum susu ibu hamil dan makan?" Tanya Mami nya Wawan, merapihkan tas makeup nya


" Sudah mami, tadi makan sama mas Wawan dan mas Wawan yang buat kan susu ibu hamil juga." Lanjut Desti bahagia, bersyukur mendapatkan mertua yang baik dan bisa menerima Desti apa adanya.


Desti dan mami nya Wawan keluar dari kamar, dan jalan menuju ruang tamu, diruang tamu sudah ada Wawan dan kedua orang nya Desti yang lagi duduk santai.


" Bunda sayang, cantik sekali hari ini." Puji Wawan kagum melihat Desti makeup terlihat lebih cantik


" Terimakasih ayah sayang, ayah juga terlihat lebih tampan pakai setelan jas seperti ini." Ucap Desti tersipu Malu, akhirnya bisa merasakan nikah resmi yang bakal ada resepsi pernikahan


" Sudah jalan, semuanya sudah nunggu kita di masjid. ingat yah nak Wawan pas ijab kabul jangan gugup yah, supaya tidak salah mengucapkannya." Ucap bapak nya Desti


" Iyah ayah, saya sudah hafal ayah, mana mungkin gugup disamping perempuan cantik yang saya cintai seperti Desti." Lanjut Wawan gombalin Desti


Kedua orang tuanya Wawan cuman bisa senyum geli, mendengar anaknya bisa gombal, Yanng mereka tahu Wawan tipe cowok yang serius dan tidak pernah bercanda sama sekali.


Dilain sisi, Zikri memantau persiapan ijab kabulnya Desti dan Wawan, penghulu sudah siap didepan meja. sambil ngecek dokumen yang dibutuhkan

__ADS_1


" Pengantinnya mana?" Tanya penghulu melihat Zikri


" Sudah dijalan pak, sepertinya sebentar lagi sampai sini pak." Ucap Zikri sudah memastikan posisinya Desti dan Wawan


" Yah sudah, kita tunggu mereka datang saja kalo begitu." Lanjut Penghulu merasa lega


Setengah jam kemudian, mobil rombongan Desti tiba di masjid, bodyguard mwmbuka pintu mobil membuat Desti dan Wawan turun dari mobil.


" Semua sudah menunggu kalian berdua." Ucap Bodyguard nunduk menandakan rasa hormat


" Desti sayang, kondisi bunda stabil kan?' Tanya Wawan memastikan kondisinya Desti


" Stabil ayah sayang, bunda siap menjalankan acara sakral kita hari ini sayang." Ucap Desti berusaha santai, Desti merasa gugup menjalan kan ijab kabul hari ini.


Wawan gandeng tangannya Desti, jalan pelan pelan masuk kedalam masjid. membuat Penghulu berdiri menyambut kedatangan pengantin.


" Apa sudah siap untuk acara ijab kabul?" Tanya penghulu melihat Desti dan Wawan duduk didepannya.


" Sudah siap pak, bisa dimulai acaranya." Ucap Wawan menatap Desti dengan senyum bahagia


" Bagaimana saksi, apa sah?" Tanya penghulu melihat para tamu undangan yang datang


Sah


Sah


Sah


Teriakan para tamu undangan kompak, membuat Desti dan Wawan mengucapkan Alhamdulillah, Wawan langsung memakaikan cincin pernikahan dan membiarkan Desti mencium tangannya.


" Semoga pernikahan kalian, langgeng sampai maut memisahkan kalian." Ucap penghulu memberikan buku nikahnya Desti dan Wawan.


" Amin pak, insya Allah pak saya bisa menjaga emosi, mata dan hati saya. cuman untuk membahagiakan istri dan anak anak saya." Ucap Wawan optimis

__ADS_1


Kedua orang tuanya Desti dan Wawan merasa bahagia sekali, akhirnya pernikahan anaknya bisa resmi Dimata agama dan negara.


Desti dan Wawan dibawa ke hotel untuk istirahat, sebelum melakukan resepsi pernikahan, awalnya resepsi mau diadakan sederhana, tapi tidak jadi mengingat begitu banyaknya client nya Wawan yang harus diundang.


" Sayang, aku lapar sayang." Ucap Desti manja, Desti melepaskan Gaun pernikahannya, dan duduk dikasur


" Yah sudah aku perintahkan bodyguard untuk beli makanan untuk bunda sayang, bunda tunggu saja yah." Ucap Wawan melepaskan jasnya tidak ingin minta tolong istrinya, karena Wawan tahu Desti lemah dan lagi lapar


Desti rebahan sambil menikmati pijitan yang diberikan Wawan, Desti bahagia sekali melihat Wawan akhirnya pernikahannya sudah resmi.


Dilain sisi, Kedua orang tuanya Desti dan Wawan, ngobrol santai dikamar hotel khusus untuk orang tuanya Desti dan Wawan.


" Alhamdulillah yah jeng, pernikahan anak anak kita akhirnya resmi juga, berjalan dengan lancar lagi." Ucap Emak nya Desti bahagia


" Iyah Alhamdulillah jeng, tidak ada hambatan sama sekali, ini semua karena Zikri dan bodyguard nya Wawan, bekerja secara maksimal demi kelancaran ijab kabul anak kita." Ucap Mami nya Wawan, bersyukur anaknya punya banyak karyawan jadi persiapan pernikahan anaknya tidak terlalu menunggu lama.


Dilain sisi, Desti dan Wawan siap siap untuk acara resepsi, dokter khusus yang dipanggil Wawan, langsung memeriksa kondisinya Desti. Wawan bener bener siaga menjaga Desti kwatir terjadi apapun kondisinya.


" Kondisi Desti aman pak, bisa menjalan kan resepsi pernikahan kalian sampai selesai, Ingat yah Bu kalo merasa tidak enak badan. langsung bilang yah selama acara, jangan ditahan karena akan membahayakan kondisi ibu dan anak ibu didalam kandungan." Ucap dokter kandungan


" Baik dokter, saya akan terus terang kalo memang tidak enak badan, saya tidak ingin membuat semuanya kwatir." Ucap Desti senyum melihat Wawan


" Yah sudah kalian bisa siap siap untuk acara terakhir kalian, kalo begitu saya gabung sama tamu undangan lainnya." Lanjut Dokter langsung keluar dari kamarnya Desti dan Wawan.


" Bunda sayang, pelan pelan saja yah siap siapnya. di pelaminan aku sudah siapkan kursi roda untuk bunda sayang." Ucap Wawan mencium wajahnya Desti


Wawan dan Desti langsung siap siap untuk resepsi pernikahannya, tema resepsinya Desti yang milih makanan khas Indonesia, karena kebanyakan tamu undangan orang indonesia.


Dilain sisi, Sulis ngobrol santai sama Zikri,yang menikmati menu makan siang di acara resepsinya Desti dan Wawan.


" Mereka sudah nikah sebelumnya yah ka?" Tanya Sulis penasaran


" Mereka baru nikah sekarang, kenapa kamu bisa bicara seperti itu?" Tanya Zikri kaget

__ADS_1


" Nebak saja sih ka, maaf kalo salah." Lanjut Sulis merasa tidak enak


" Oke santai saja, yah sudah kita nikmati makanan disini." Lanjut Zikri yang langsung ambil makanan menghindari pertanyaan Sulis lagi


__ADS_2