
Wawan pijit keningnya saat mendengar emaknya Desti jatuh sakit, Wawan malas sekali ada drama drama antara Desti dan kedua orang tuanya.
" Apa tidak sebaiknya anda memberikan ijin, mau bagaimana pun Desti masih punya orang tua yang yang wajib di tengok tuan." Ucap Zikri memberikan pendapat supaya Wawan tidak terlalu egois
" Huh, baik lah, bawa mereka tinggal di apartemen saja, selama sakit, supaya tidak jadi bahan omongan tetangga saya malas sekali menjawabnya." Ucap Wawan akhirnya pasrah dan setuju sama ucapannya Zikri
Wawan langsung jalan ke kamar, saat membuka pintu Wawan langsung mendekati Desti yang baru selesai mandi cuman memakai handuk, dan langsung meluk Desti dari belakang menikkkmmmati aroma sabun yang menempel di badannya Desti.
" Kamu sengaja mandi jam segini? berani sekali menggoda aku?" Tanya Wawan yang tangannya berhasil membuat Desti polos
" Astaga tuan, saya tadi gerah sekali tuan, badan lengket sekali." Ucap Desti menyesal tidak mengambil baju dan memakainya dari dalam kamar mandi.
" Halah, sudah lah terlanjur melihatnya, kita lanjut ronde disini saja yah. setelah ronde ini kita akan pergi." Lanjut Wawan yang ikutan polos
Wawan langsung mengerjain istrinya, Wawan meminta Desti ikutin gaya panjat pinang yang diinginkannya, sedangkan Desti tidak bisa melawan sama sekali.
" Aaahhh, sayang pegel sekali." Desa han dan protesnya Desti.
" Ternyata luar biasa sayang, gaya seperti ini, selanjutnya aku akan minta seperti ini lagi. aku suka sekali." Ucap Wawan tidak peduli sama protesnya Desti.
Wawan melanjutkan aksinya, fantasi panjat pinang, yang biasa Wawan lakukan akhirnya direalisasikan ke Desti juga.
" Memangnya kita mau kemana sayang?" Tanya Desti penasaran, Desti meluk Wawan dengan mesra.
" Kita akan ke apartemen, emak kamu sakit parah, saya tidak mau kamu nengok emak kamu di rumah, pasti banyak pertanyaan dari para tetangga saya tidak mau banyak drama." Lanjut Wawan langsung memulai aksinya panjat pinang dengan gaya baru.
Dilain sisi, Bodyguard menjemput kedua orang tuanya Desti, beruntungnya daerah rumahnya sepi jadi aman untuk membawa pergi kedua orang tuanya Desti.
" Kita mau kemana?" Tanya Emak nya Desti lemes
__ADS_1
" Kita akan ke apatermen, selama anda sakit Bu, soalnya Desti akan nengok anda dan tuan Wawan tidak ingin banyak pertanyaan soal keberadaannya Desti." Ucap Bodyguard langsung menjalankan mobilnya
" Alhamdulillah sakit saya, membuat tuan Wawan mengijinkan saya untuk ketemu sama anak sendiri." Lanjut Emak nya Desti bersyukur
" Tapi anak kita tidak di apa apain kan, saya tidak mau Desti nengok ibu nya justru disakiti sama suaminya?" Tanya Bapak nya Desti merasa cemas
" Anda tidak perlu kwatir pak, tuan Wawan yang mengijinkan, jadi anak anda baik baik saja, selama kalian seperti ini." Tegas Bodyguard yang sejujurnya merasa kasihan tapi mau bagaimana lagi sudah jadi konsekuensinya
Dilain sisi, Desti masak makanan kesukaan emak nya, sayur asem, sambal terasi, tahu dan tempe goreng. Desti juga membuat masakan untuk Wawan dan Desti sendiri untuk makan selama di apartemen.
" Ngapain masak sih, merepotkan diri sendiri saja. lebih praktis kalo beli kan enak simpel." Ucap Wawan kesel, melihat Desti kelamaan masak.
" Tuan, masakin orang tua sendiri,sebuah kebanggaan Tuan. tunggu sampai selesai masak yah maaf yah tuan, oh yah makanan kesukaan orang tua tuan apa? masakan Indonesia?" Tanya Desti sambil melihat Wawan.
" Mau apa kamu? jangan aneh aneh membuat kan masakan untuk ibu saya yah?" Tanya Wawan curiga, walaupun bahagia Desti mau perhatian sama orang tuanya dari makanan kesukaan.
" Kenapa bilang ART sih?' Tanya Wawan merasa tidak suka dengernya.
" Memang seperti itu kan tuan, anda menganggap saya budak kan? budak kan sama seperti ART kan tuan. memangnya kenapa? maaf kalo salah." Tanya Desti nunduk takut salah bilang sama Wawan.
" Sudah lah Desti, buruan masaknya, saya tunggu di kamar." Bentak Wawan kesal, tidak enak menjawabnya saking kesalnya. Wawan langsung pergi meninggalkan dapur
" Orang aneh, dia yang anggap budak dan dia sendiri yang kesal saat saya bilang ART." Batin Desti merasa heran sama ekspresi nya Wawan barusan.
Dilain sisi, Orang tuanya Desti, masuk kedalam apartemennya Wawan, sudah disambut sama ART khusus merapihkan Apatermennya Wawan.
" Kalian tidur dikamar tamu, jangan dikamar utama karena itu kamarnya tuan Wawan." Ucap Bodyguard yang membawa baju baju orang tuanya Desti.
" Selain itu, anda pak, berangkat ke kantor naik ojek dan angkot, ingat jangan coba coba bilang tinggal di apatermen untuk beberapa hari disini." Tegas Bodyguard yang lain.
__ADS_1
" Baik tuan, saya tidak akan bicara sembarangan, disuruh tinggal disini juga sudah berterimakasih sekali." Ucap ayah nya Desti sadar diri.
Dilain sisi, Desti jalan cepat ke unit Apatermennya Wawan, Wawan yang melihat Desti cuman geleng geleng kepala.
" Pelan pelan saja jalannya Desti, nanti kamu jatuh nantinya." Tegas Wawan tidak suka melihat Desti lari sambil masuk kedalam Apatermen
" Maaf tuan, saya saking bahagia sekali mau ketemu sama orang tua saya." Ucap Desti bahagia, Desti bener bener bahagia, akhirnya bisa ketemu langsung.
" Dasar norak sekali kamu, jangan norak lari lari sepeperti ini." Bentak Wawan kesal, Wawan cubit tangannya Desti supaya Desti diam dan nurut sama perintahnya.
" Iyah tuan Wawan maaf" Lanjut Desti ketakutan melihat Wawan marah
Desti melanjutkan jalannya dengan santai, membuat Wawan senyum bangga karena Desti akhirnya nurut juga.
Dilain sisi, Desti nangis dalam pelukan ibu nya, Rasa rindu yang begitu besar yang Desti rasakan sama kedua orang tua nya.
" Desti maaf kan emak yang tidak bisa melarang keinginan bapak mu, pasti kamu menderita selama pernikahan mu" Bisik Emak nya Desti
" Tidak apa apa mak, Desti bahagia kok dengan pernikahan Desti. jangan banyak fikiran Mak supaya tidak sakit terus." Lirih Desti merasa tidak tega, orang tuanya sakit karena terlalu memikirkan nasibnya selama menikah
" Bagaimana tidak kepikiran nak, kamu saja tidak pernah pulang ke rumah walaupun pulang pergi, dan posisi bapak mu juga di kantor di turunkan sama suami kamu bahkan kerja sampai malam Desti." Lanjut Emak nya Desti terus terang
" Astaga, maaf kan Desti Bu, Desti bener bener tidak tahu apapun yang dilakukan pak Wawan Bu." Lanjut Desti kesal, begitu tega perlakukan Wawan sama kedua orang tua nya, bahkan jabatan bapak nya diturunkan bahkan sampai malam bekerjanya. tapi Desti tidak bisa berbuat apapun ke Wawan.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1