Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Selamat datang mami dan papi


__ADS_3

Desti siap siap ikut Wawan ke bandara, karena kedua orang tuanya Wawan dua jam lagi tiba di Indonesia. begitu juga dengan kedua orang tuanya Desti yang diajak ketemuan langsung sama besannya.


" Ayang, sekali kali yah bunda tidak naik kursi roda." Ucap Desti memelas, males rasanya selalu duduk di kursi roda


" Sayang, ingat kan kata dokter diawal kehamilan rajwan keguguran dan aku tidak ingin kehilangan anak pertama aku sayang, mohon pengertiannya yah." Ucap Wawan memelas, Wawan tidak mau ambil resiko karena dirinya jadi lebih baik karena adanya calon anaknya.


" Iyah deh sayang, maafkan aku, aku juga tidak ingin kehilangan anak pertama kita." Lanjut Desti sedih karena sia sia bujuk Wawan, Desti bener bener merasa bosan duduk di kursi roda terus.


" Yah sudah jangan sedih yah, sekarang kita ke bandara yah soalnya mami dan papi aku sudah dijalan menuju Indonesia sayang" Lanjut Wawan memakai kan jaket untuk Desti, Wawan sejujurnya tidak tega istrinya lebih banyak duduk dari pada jalan, tapi semua perhatian nya demi anak pertamanya


Dilain sisi, Bik Sum bantuin emak nya Desti memilih baju yang bakal dipakai jemput besannya, Bik Sum diwajibkan pilihin baju yang bagus, perhiasan, dan bantuin makeup yang rapih.


" Anda cantik sekali nyonya besar, pantas saja nona Desti cantik seperti itu." Puji Bik Sum, mengoles bedak diwajahnya emak nya Desti


" Bisa saja bibik ini, oh yah orang tuanya Wawan sifatnya bagaimana?" Tanya Emak nya Desti penasaran


" Wanita sosialita sekali, tapi baik dan menghargai orang lain, terutama yang status sosialnya dibawahnya. beda sekali sifatnya seperti tuan muda Wawan. padahal papi dan mami nya orang orang sabar dan baik sama siapa saja, mungkin karena kurang perhatian orang tua jadi tuan muda Wawan seperti itu sama orang lain, sebelum nona Desti hamil." Penjelasan Bik sum, Bik Sum sudah bekerja di rumahnya Wawan dari Wawan kecil sudah dititipkan sedangkan kedua orang tuanya sibuk bekerja di US


Emak nya Desti jadi memaklumi sifat Wawan yang galak, seenaknya, dan tidak menerima sedikit pun kesalahan, karena kurang kasih sayang orang tua, dan kesepian membuat Wawan keras.


Dilain sisi, Jet pribadi papi nya Wawan tiba di tanah air, langsung disambut sama bodyguard nya Wawan yang sudah berbaris. membuat mami nya Wawan senyum ramah sambil turun dari pesawat.


" Wawan dan Desti mana?" Tanya mami nya Wawan tidak melihat anak semata wayangnya

__ADS_1


" Tuan muda masih dijalan nyonya besar, kejebak macet tapi tidak jauh dari sini." Ucap bodyguard yang sudah mendapatkan laporan dari Wawan.


" Yah sudah kita tunggu mereka di dalam saja, apa lagi Desti lagi hamil muda, pasti supir dilarang ngebut selama bawa mobil." Ucap papi nya Wawan memaklumi anaknya telat sampai bandara.


" Bisa jadi papi, yah sudah kita tunggu di restoran didalam sini saja yah, kalo mereka sampai suruh telefon dan nyusul kita makan. Desti pasti lapar." Lanjut mami nya Wawan lebih milih nunggu di restoran sambil makan.


" Baik nyonya, nanti kita sampaikan ke tuan muda dan nona Desti." Lanjut Bodyguard, mempersilahkan kedua orang tua nya Wawan jalan duluan.


Dilain sisi, Wawan Nahan kesalnya, kecepatan mobilnya dibawah rata rata, demi keselamatan Desti selama dijalan, walaupun bikin Wawan telat sampai bandara.


" Sayang aku rebahan yah, aku ngantuk sekali." Ucap Desti sengaja sebenarnya Desti sangat lelah duduk terus didalam mobil


" Iyah bunda sayang, tidur saja yah, ayah tidak ganggu waktu istirahat bunda." Ucap Wawan, Wawan ngambil selimut didalam tas buat Desti supaya lebih nyaman tidurnya.


Dua jam kemudian, Desti dan Wawan tidak di bandara, langsung mencari keberadaan orang tuanya Wawan yang sudah nunggu lama didalam bandara.


" Kebetulan sekali saya juga lapar, sekalian saja kita ikut makan sama mereka." Ucap Desti bahagia, karena akhirnya makan juga bareng mertuanya.


" Ya sudah kita makan bareng mereka" Ucap Wawan langsung dorong kursi roda nya Desti


Wawan yang tahu restoran yang ada didalam bandara cukup jauh, beruntungnya Desti dikasih kursi roda supaya tidak cape jalan sendiri. saat tiba di restoran membuat Desti langsung kesana.


Kedua orang tuanya Wawan langsung berdiri nyambut kedatangan Wawan,Desti, dan kedua orang tuanya Desti. yang ikut menjemputnya

__ADS_1


" Selamat datang mami dan papi, maaf kami terlambat karena kena macet." Ucap Desti langsung senyum ramah didepan mertuanya.


" Iyah sayang kami mengerti kok, terimakasih mau menjemput kami kesini. oh yah apa kalian sudah makan?" Tanya mami nya Wawan melihat Desti


" Belum, sekarang kita mau makan disini, apa kalian mau makan lagi bareng kita?" Tanya Wawan yang sejujurnya tidak bisa basa basi


Mami nya Wawan minta bodyguard untuk panggil bebeeapa pelayan restoran, kedua orang tuanya Desti lebih milih banyak diam dari pada banyak tanya yang akhirnya Wawan jadi marah.


" Bagaimana toko anda sekarang pak?" Tanya papi nya Wawan melihat besannya


" Alhamdulillah rame, walaupun masih baru tapi peminatnya sudah banyak sekali pak dan Bu." Ucap bapak nya Desti dengan hati hati


" Alhamdulillah, kami ikut senang kalo jualan anda bagus, apa lagi jualan makanannya juga rame yah." Ucap mami nya Wawan, bangga besannya walaupun hidup sederhana dan dibantu sama anaknya tidak banyak santai tapi mau berusaha mencari nafkah.


" Iyah Alhamdulillah, sambil ngisi waktu luang di rumah, dari pada bosen lebih baik bikin kue yang bisa dijual." Ucap emak nya Desti bahagia, sebelum besannya datang sudah mulai jualan kue supaya besannya tidak berfikir aneh aneh kalo dirinya tidak melakukan apapun di rumah.


" Setelah dari sini, kita anter kalian ke rumah yah, sudah lama sekali rumah itu kosong." Ucap Wawan, walaupun sudah lebih baik tapi rasa kesal karena tidak diurus, tidak sepenuhnya Wawan memaafkan kedua orang tuanya.


" Kenapa tidak kamu tempati saja sih rumah itu, lebih memilih bikin rumah sendiri?" Tanya papi nya Wawan kesel


" Malas sekali, enakan bikin rumah sendiri lebih mandiri, dan tidak merasa kesepian." Tegas Wawan yang sengaja sindir kedua orang tuanya.


" Oh yah mami, katanya bawain oleh oleh untuk Desti?" Tanya Desti sengaja kasih pertanyaan ke orang tuanya Wawan, supaya perdebatan tidak penting diakhiri.

__ADS_1


" Ada dong, masa kami tidak bawain apapun sih, bawa banyak sekali oleh oleh buat menantu yang cantik dan cerdas ini." Lanjut mami nya Wawan melihat menantunya


Wawan memilih diam dari pada lanjutin ngobrol sama orang tuanya, bakal emosi terus apa lagi kalo bahas rumah, Desti melihat suaminya kesal berusaha menenangkan suaminya supaya lebih santai.


__ADS_2