Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
rumah ini akan dipasang lift sayang,


__ADS_3

Wawan nuntun pelan pelan Desti masuk kedalam rumah, bodyguard dan para ART menyambut kedatangan majikannya dengan rasa bahagia karena Desti dan Wawan pernikahannya akhirnya resmi juga.


" Selamat tuan muda dan nona, akhirnya pernikahannya resmi juga, semoga pernikahan kalian langgeng sampai tua, dan proses melahirkan nona muda berjalan dengan lancar." Ucap kepala pelayan ramah, bantuin bawain kopernya Desti


" Amin amin pak, terimakasih atas doanya yah." Ucap Desti bahagia, akhirnya karyawannya Wawan bersikap ramah padanya.


" Rencananya rumah ini akan dipasang lift sayang, selama kita bulan madu selama sebulan, lift sudah berfungsi, selain itu ada cctv juga pastinya." Ucap Wawan bantuin Desti duduk di kursi roda


" Memangnya kapan kita bulan madu?" Tanya Desti penasaran, karena dirinya sudah tidak sabar bulan madu keliling Indonesia


" Besok sayang, setelah ijin bunda kelas online dikasih sama kampus pastinya, biar aman kita ada diluar rumah kan. kuliah online sambil keliling Indonesia pasti lebih seru." Lanjut Wawan merangkul bahunya Desti


" Ide yang bagus juga Wan, jadi pengalaman buat Desti kuliah sambil jalan jalan, jaman dulu papi tidak pernah kepikiran seperti itu sih." Puji Papi Wawan salut sama anaknya bikin hal yang baru dan seru


" Iyah, bulan madunya, cuman ke Bali saja huh." Protes Mami nya Wawan kesel, suaminya kurang romantis tidak seperti anaknya


" Yang terpenting kan sampai sekarang papi romantis ke mami." Lanjut Desti berusaha ngebela mertuanya.


" Yah lumayan romantis lah sekarang, yah sudah kita istirahat yah, kalian bulan madu kita kembali ke US." Lanjut Mami nya Wawan yang sebenarnya berat meninggalkan menantunya, tapi pekerjaan di US penting untuk masa depannya.


" Uang jauh lebih penting dari anak kan, yah sudah sana kalian istirahat supaya besok kembali ke US terlihat fresh, masa presiden direktur kurang tidur." Sindir Wawan kesal, Wawan berharap saat pernikahannya resmi kedua orang tuanya bisa betah tinggal di Indonesia ternyata, uang segala segalanya.


" Wawan kok bicara seperti itu nak." Tegur papi nya Wawan kesal sama ucapan anaknya, walaupun ucapan Wawan bener tapi jangan selalu sindir orang tua terus menerus


Wawan tidak menjawab ucapan papi nya, lebih memilih membantu Desti duduk di kursi roda, dan meninggikan kedua orang tuanya yang selalu egois.

__ADS_1


" Sabar yah jeng, terkadang anak tidak mengerti maksud baik orang tua, walaupun harus banyak yang dikorbankan untuk anak." Ucap Emak nya Desti mengerti kenapa besannya tetep bekerja di US, dan mengerti bagaimana kesalnya Wawan merasa kesepiannya karena orang tuanya lebih memilih tinggal di US dan menelantarkannya selama bertahun tahun.


Dilain sisi, Desti meluk Wawan yang cemberut karena orang tuanya tetep kembali ke US, Desti berusaha menggoda Wawan yang sedih dalam diamnya.


" Ayah sayang, bunda lagi pengen sayang." Goda Desti berusaha membuat Wawan tidak cemberut terus.


" Sayang, aku bicara didiemin nih." Sambung Desti pura pura marah, Desti rebahan dan membelakangi Wawan.


" Maaf kan aku sayang, aku tidak diemin bunda sayang, maaf yah sayang." Bujuk Wawan akhirnya menyelesaikan melamunnya.


" Sudah lah, bunda mau tidur, mood bunda berubah gara gara dicuekin." Lanjut Desti balik badan dan langsung meluk Wawan.


" Yakin mau tidur? kok tangannya lain sih sayang." Goda Wawan, tangannya Wawan m3r3m45 gunung kembar, yang sekarang big size selama ngisi.


" Aaahhh, ayah sayang, habisnya ayah melamun terus sih, akhirnya bunda berhasil kan bikin ayah tidak sedih lagi. aaahhh ayah sayang." Desa Han Desti, semakin mempererat pelukannya.


" Masih dong sayang" Lanjut Desti membiarkan Wawan siap siap panjat pinang, niat Desti berhasil juga merayu Wawan


Dilain sisi, Emak nya Desti cerita ke suaminya kalo tadi diajak belanja sama besannya, ada rasa malu karena tidak ada yang dibeli sama sekali.


" Yah sudah bapak kasih uang untuk Emak belanja dari toko yah, biar tidak malu lagi. kata Wawan sih penghasilan toko sepenuhnya untuk kita pakai,yang penting uang modal jangan dipakai sama sekali." Penjelasan bapak Desti.


" Asiknya pak, Iyah pak, ingin sekali bisa merasakan uag dari hasil sendiri pak." Lanjut Emak nya desti bahagia akhirnya bisa juga merasakan belanja seperti orang orang


" Yah sudah nanti bapak temani emak belanja yah, belanja apapun yang emak ingin kan oke." Lanjut Bapak nya Desti mengerti istrinya jarang sekali belanja

__ADS_1


Dilain sisi, Wawan memberkkan arahan untuk pembangunan lift, rencana nya rumah Wawan bakal tiga lantai, dengan satu bodyguard disetiap pintu lift untuk jaga jaga.


" Saya ingin kan setiap lift tidak ada kesalahan atau kekurangan sama sekali, bikin senyaman dan seaman mungkin." Tegas Wawan melihat tukang tukang yang ditugaskan buat bangun lift


" Tenang saja bro, hasilnya bakal sesuai harapan kamu kok, karena saya pakai jasa yang profesional di bidangnya " Ucap Rizki yang tidak ingin mencarikan karyawan yang biasa biasa saja.


" Bagus, yah sudah saya percayakan pembangunan lift sama kamu Rizki. saya kasih kamu satu kamar kalo kamu lagi nginep disini, dan saya kasih kebebasan buat bawa temen wanita kamu.' Lanjut Wawan, karena Rizki selalu memberikan hasil kerja yang memuaskan, Wawan selalu memberikan kebebasan buat Rizki


" Dengan senang hati bro, yah sudah saya pulang dulu yah, besok saya kesini lagi." Lanjut Rizki bahagia, Rizki langsung jalan ke depan rumah dengan perasaan bahagia


Dilain sisi, Desti mengwrjakan pekerjaan kampusnya, Desti merasa sedikit sia sia kuliah kalo tidak merasakan bekerja di kantor apa lagi dengan profesi desain interior sama sekali.


" Nak, doain yah supaya hati ayah kamu, luluh ijin kan bunda buat kerja dikantor ayah kamu." Batin Desti berharap, sambil ngelus perutnya yang masih rata.


" Bunda sayang, ayah bawa kan cemilan untuk bunda, bunda makan dulu yah." Ucap Wawan tiba tiba masuk kedalam kamar.


" Iyah sayang, oh yah bunda sudah masukin baju baju buat kita liburan sayang, bunda tidak sabar ingin cepat cepat jalan jalan sayang, menikmati pemandangan indah negara ini sayang." Ucap Desti sambil menikmati kue yang dibawa Wawan


" Sama sayang, setiap dari udaranya sejuk dan beda beda ada yang dingin dan panas, nanti kita akan menikmati itu semua, oh yah dokter pribadi bunda sudah ayah hubungi mungkin besok sudah sampai sini, sebelum kita berangkat. oh yah menyiapkan beberapa vitamin untuk bunda selama perjalanan bulan madu kita." Lanjut Wawan ngelus pelan perut istrinya.


*********#####***************************#########


Kepala pelayan menyiapkan sarapan untuk majikannya, Kepala pelayan menyiapkan jamu khusus ibu hamil, yang bakal dibawa Desti selama bulan madu.


" Jamunya sudah selesai nyonya besar, saya masukin kedalam koper nona Desti yah." Ucap kepala pelayan ngecek kembali jamunya.

__ADS_1


" Iyah pak silahkan, jangan sampai tumpah yah".Ucap emak nya Desti memastikan keamanan jamu.


__ADS_2