Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Hamil


__ADS_3

Desti setelah aksi panasnya bareng Wawan, badannya terasa sangat lelah dan tidak enak badan sama sekali. Wawan melihat istrinya gulung badannya pakai selimut.


" Kamu kenapa?" Tanya Wawan sambil pakai baju


" Tidak tahu tuan, badan saya lemas sekali, apa karena masuk angin yah, panjat pinang diluar seperti tadi dan cukup lama juga." Ucap Desti lirih, merasa Meles dan sakit kepala


" Apa mau dibawa ke rumah sakit?" Tanya Wawan merasa kwattir melihat wajahnya Desti cukup pucat


" Tidak usah tuan, saya tidak mau merepotkan tuan." Lanjut Desti langsung takut merepotkan Wawan


Wawan tidak mendengar ucapan Desti sama sekali, langsung gendong Desti dan keluar dari rumah, dan langsung bawa ke rumah sakit yang ada di kota Malang.


" Kamu bertahan yah Des" Ucap Wawan semakin kwattir


" Iyah tuan, padahal tidak usah repot repot tuan. istirahat sebentar juga sudah enakan badan saya." Ucap Desti lemes, Desti langsung rebahan di jok belakang mobil


Mobilnya Wawan melaju dengan kecepatan sedang, mobilnya Wawan tiba di rumah sakit, membuat Wawan langsung gendong Desti dan langsung ke ruang UGD membuat Wawan cemas. setengah jam kemudian dokter keluar dari UGD dan jalan kearah Wawan


" Selamat pak, sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah." Ucap Dokter senyum bahagia


" Seorang ayah? apa jangan jangan?" Tanya Wawan kaget dan tidak percaya, secepat ini Desti mengandung anaknya.


" Iyah pak, istri anda hamil sebulan pak, lebih jelasnya anda bisa bawa istri anda ke dokter kandungan sekarang. sekali lagi selamat pak, dan permisi" Lanjut Dokter langsung pergi


Wawan langsung mundur dan bingung dengar kabar kalo Desti hamil, secepat ini bagaimana rahasianya akan diketahui sama banyak orang. Wawan langsung masuk keruangan nya Desti lagi rebahan setelah diperiksa dokter.


" Tuan maaf kan saya" Ucap Desti nunduk karena takut Wawan marah, karena dalam perjanjian pernikahan selama tiga tahun tidak ingin memiliki anak selam pernikahan kontrak.


" Kamu ceroboh sekali Desti, tapi saya juga bahagia akhirnya punya anak juga." Protes Wawan kesel, Wawan langsung ngelus pelan perutnya Desti.

__ADS_1


" Terus sekarang bagaimana tuan? anak ini terus tumbuh berkembang?" Tanya Desti bingung, sejujurnya ingin sekali anak pertamanya bisa tumbuh berkembang selama sembilan bulan dan dilahirkan dengan sehat dan selamat.


" Saya bingung Desti, kalo berkembang saya belum siap jadi seorang ayah tapi kalo anak ini diguguguurkan kasihan juga." Lanjut Wawan dilema


" Jangan terlalu lama berfikir nya tuan, karena semakin lama akan semakin berkembang nantinya. dan kita harus meresmikan pernikahan kita demi anak kita tuan." Lanjut Desti pegang tangannya Wawan penuh harap


" Kasih saya waktu seminggu yah, untuk berfikir harus bagaimana dengan anak kita. sekarang kita ke ruang dokter kandungan dulu untuk melihat anak kita yah." Lanjut Wawan membantu Desti untuk berdiri dan jalan pelan Pelan ke ruang dokter kandungan. dokter kandungan langsung meriksa kondisinya Desti.


" Kondisi janinnya sehat, dan selama kehamilan awal sangat rentan keguguran, jangan terlalu cape, stres, dan banyak fikiran yah Bu. jangan sampai telat makan yah Bu demi kesehatan ibu dan anak." Ucap dokter kandungan.


" Selama hamil, apa saya bisa jenguk anak kita dokter?" Tanya Wawan berharap masih diijinkan sama dokter.


" Boleh saja pak, tapi selama tiga puluh menit sekali panjat pinang, selalu diingat yah pak kalo istri anda kelelahan, tidak enak badan, bahkan kram perut. jangan memaksa untuk panjat pinang yah pak, demi anak pertama kalian yah." Lanjut dokter faham keinginan Wawan karena setiap pasien ibu hamil pasti suaminya ngeluh larangan untuk panjat pinang.


' Astaga cuman tiga puluh menit dokter, mana mantap sih dokter." Protes Wawan kesel sama peraturan yang dikasih dokter.


" Anda jangan lupa minum susu ibu hamil, vitamin, dan banyak makan. jangan takut gemuk yah Bu selama sembilan bulan mengandung, dan menyusi anda akan banyak makan, harus percaya diri gemuk karena anak yah." Lanjut dokter menuliskan resep untuk Desti


" Baik dokter, saya akan banyak makan." Lanjut Desti langsung ngelus perutnya.


Desti melihat suaminya cemberut cuman bisa senyum saja, tidak berani bicara apapun dari pada Wawan marah marah


Desti dan Wawan langsung keluar dari ruangan dokter kandungan, saat didepan pintu bodyguard langsung membantu Desti duduk di kursi roda, perlahan Wawan mendorong kursi roda.


" Sekarang kamu mau makan?" Tanya Wawan bahagia sekaligus dilema, antara mempertahan kan anak pertamanya atau menggggugurkan anak pertamanya.


' Makan tuan, saya lapar sekali. maaf yah jadi merepotkan Anda selama saya hamil." Ucap Desti yang masih manggil formal ke suami sendiri


" Santai saja, namanya juga ibu hamil kan, yah sudah kita makan di kantin rumah sakit dulu saja, setelah ini kita siap siap untuk kembali ke Jakarta. di rumah akan saya siap kan cemilan dan buah untuk kamu, didalam kamar akan saya siap kan kulkas beserta isinya takut malam malam kamu lapar" Lanjut Wawan, berusaha menjalankan kewajibannya memenuhi gizi calon anaknya, walaupun masih bingung harus bagaimana

__ADS_1


" Iyah tuan, terimakasih yah". Lanjut Desti sejujurnya kesel tidak bisa romantis sama sekali, padahal Desti sudah membayangkan dimanja manja saat tahu Desti hamil, dan ucapan ucapan gombal diucapkan sama Wawan.


Dilain sisi, Zikri duduk santai di ruang tamu di apatermen, Zikri malas pulang ke rumahnya lebih memilih santai santai di apartemen nya Wawan sambil main handphone


" Wow, topcer juga Wawan, baru nikah sebulan sudah matang, mereka pasti dilema sekarang" Batin Zikri ikut bahagia karena Desti hamil anak pertamanya Wawan.


" Tuan, air panasnya sudah siap" Ucap Bapak nya Desti tiba tiba masuk keruang tamu


" Bagus, jangan lupa siapkan cemilan. untuk saya yah, setalah mandi saya mau duduk santai sambil ngemil" Perintah Zikri, Zikri merapihkan meja ruang tamu.


" Baik tuan, nanti istri saya siap kan" Lanjut bapak nya Desti langsung pergi


Dilain sisi, Wawan memerintahkan bodyguard merapihkan barang bawaannya dan barang bawaan Desti, Wawan tidak mengijinkan Desti untuk cape karena merapihkan barang bawaannya.


" Makan yang banyak yah, supaya tetep sehat.' Ucap Wawan ngelus lembut perutnya Desti.


" Baik tuan, saya akan makan banyak demi anak ini tuan." Lanjut Desti ngelus lembut perutnya


" Sayang, makan yang banyak yah, supaya mami kamu seperti bola, sehat sehat yah sayang didalam sana" Ucap Wawan ngelus lembut perutnya Desti


Desti senyum bahagia akhirnya Wawan bisa bersikap lembut, walaupun saat bicara sama calon anaknya saja, setidaknya Wawan sudah bisa menerima anaknya berharap dipertahan kan sampai hari lahirnya nanti.


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.




__ADS_1


__ADS_2