Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Lah baru sehari sudah pulang


__ADS_3

Zikri kesal sekali, Wawan tiba tiba minta gantian ngurus kantor yang di luar kota. bagaimana bisa Wawan seenaknya pulang minta gantian, untungnya Wawan memiliki jet pribadi yang proses keberangkatannya bisa seenaknya Wawan juga.


" Dasar bos bucin, orang lagi kerja bisa bisanya minta gantian, padahal cuman seminggu saja huh, menyebalkan sekali" Protes Zikri kesal, Zikri merapihkan baju bajunya dengan protes terus menerus.


Rizki membawa sedikit baju dan beberapa dokumen yang dibutuhkan, perjalanan dinas yang menyebalkan karena mendadak harus menggantikan Wawan.


Dilain sisi, Jet pribadinya Wawan tiba di Jakarta, para bodyguard membantu Wawan menurun kan barang bawaannya Wawan


" Tidak ada yang ketinggalan kan?" Tanya Wawan, sebelum pulang Wawan membelikan daster, cemilan, dan susu ibu hamil. sebagai surprise untuk Desti saat tiba di rumah.


" Tidak ada tuan, semuanya sudah ada didalam koper semua." Ucap bodyguard yakin barang bawaan Wawan ke bawa semua


" Bagus, saya tidak sabar mau kasih surprise buat Desti, yah sudah hayo pulang tidak usah tunggu Zikri sampai disini." Lanjut Wawan, malas nungguin Zikri pasti lebih lama sampai bandara.


" Baik tuan" Lanjut bodyguard, langsung dorong kopernya Wawan untuk keluar bandara.


Dilain sisi, Desti merasa lega akhirnya jam istirahat, selama empat jam ikut kelas online, membuat mata Desti sangat lelah karena menatap laptop terus.


" Hoooaamm, lelah sekali, enaknya ngapain yah, tidak ada mas Wawan rasanya hampa sekali nih kamar" Ucap Desti merasa bosan, Desti memilih rebahan sambil nunggu jam dua siang lanjut kelas terakhir


Saat tidur Desti merasa ada yang pegang badannya, membuat Desti membuka matanya dan langsung senyum bahagia.


" Bagaimana tidurnya sayang nyenyak?' Tanya Wawan ngelus lembut perutnya Desti


" Sangat nyenyak sayang, Lah baru sehari sudah pulang sayang?. memangnya pekerjaan ayah sudah selesai?" Tanya Desti berusaha duduk dibantu sama Wawan.


" Aku rindu bunda dan calon anak kita, aku tidak bisa tidur sendirian sayang, makannya aku minta tukeran sama Zikri sayang." Lanjut Wawan, Wawan pijit kaki nya Desti

__ADS_1


" Dasar yah, bunda juga kangen sekali sama ayah, kamar terasa sepi sayang, tanpa ayah di kamar." Lanjut Desti meluk Wawan.


" Sama sayang, bunda sudah makan?" Tanya Wawan melihat wajahnya Desti


" Belum sayang, setelah kelas aku lebih milih tidur sayang, sebentar lagi aku makan sayang sambil nunggu jam dua nanti.". Lanjut Desti


" Pantas saja, yah sudah aku temani bunda makan yah, aku bawain makanan Korea sayang, ibu hamil harus makan banyak." Lanjut Wawan bantu Desti jalan ke sofa


Dilain sisi, Emak nya Desti bahagia sekali akhirnya suaminya sudah berhenti bekerja, dan bakal dibukain toko sama Wawan setidaknya suaminya tidak kerja full time.


" Akhirnya yah Mak, menantu kita bisa berubah lebih baik." Ucap bapak nya Desti bersyukur karena Wawan sudah mau memperbaiki diri


" Iyah pak, ibu juga tidak menyangka Wawan bisa berubah lebih baik sama kita pak, kehamilan Desti membawa berkah untuk keluarga kita." Ucap Emak nya Desti merasa beruntung


" Bener Mak, oh yah Wawan sudah kembali dari luar kota yah?" Tanya Bapak nya Desti yang tahu menantunya ada perjalanan dinas


" Iyah pak, tadi emak lihat Wawan masuk kesini pak, tapi emak tidak berani ganggu takut Wawan marah pasti lelah sekali." Lanjut Emak nya Desti masih takut ganggu Wawan walaupun sudah berubah lebih baik.


" Sayang, sudah ditelefon." Ucap Wawan melihat handphone nya Desti, Wawan menjamin kuota dosen yang ngasih materi mata kuliah secara online ke Desti. membuat dosen di kampusnya Desti sangat bahagia mendapatkan kuota gratis selama Vidio call.


" Iyah sayang" Ucap Desti langsung angkat telefon nya


Desti fokus mendengarkan penjelasan dosen, membuat Wawan sama sekali tidak mengganggu Desti sama sekali, Wawan jadi ingat jaman dirinya kuliah dulu.


" Memang benar yah, perempuan dan laki laki fokus belajarnya beda, walaupun sama sama pinter" Batin Wawan melihat Desti mencatat materi yang disampaikan dosen.


" Bu, kalo magang kita magang berapa lama?" Tanya temen nya Desti, yang ikut kelas off air.

__ADS_1


" Biasanya tidak bulan diawal, kalo kwalitas kalian selama kerja bagus dan sesuai kwalitas karyawan di perusahaan, biasanya diperpanjang bahkan bisa diangkat jadi karyawan tetap walaupun masih kuliah." Ucap dosen diseberang telefon.


" Apapun perusahaannya Bu?" Tanya temen nya Desti, yang ingin sekali mendapatkan jatah magang.


" Astaga nih dosen ngapain bahas magang sih, bisa bisa Desti ikutan lagi huh." Batin Wawan kesel, Wawan berusaha santai supaya tidak mengganggu kelasnya Desti


" Iyah perusahan apapun, sesuai jurusan kalian. yah sudah ibu akhiri kelas hari ini. sampai jumpa dilain waktu anak anak." Lanjut Dosen langsung mematikan handphone nya


" Akhirnya kelas terakhir selesai juga." Ucap Desti merasa lelah sekali, karena dari pagi kuliah, dan banyak tugas yang diberikan sama dosen.


" Iyah sayang, aku bantuin materi untuk jawaban tugas bunda yah, bunda tinggal salin dan baca supaya faham sama jawaban yang aku kasih yah." Ucap Wawan pijit bahunya Desti


" Tidak usah sayang, aku mau berusaha cari jawaban dari tugas aku, masa tugas kuliah aku merepotkan suami aku sih." Lanjut Desti melihat Wawan yang mijitinnya.


" Tapi sayang, nanti bunda kecapean banyak belajar, sudah yah tunggu aku yang cari jawabannya, bunda duduk manis saja yah." Lanjut Wawan, tangannya Wawan turun dan naik naik kepuncak gunung.


" Aaahh, iya Iyah ayah sayang, sudah yuk kedepan sayang, gabung sama bapak dan emak didepan." Desa han Desti menikmati gerakan indah tangannya Wawan


" Nanti saja sayang, tanggung sayang, bagaimana kalo bantu aku solo karir sayang? aku masih belum berani minta panjat pinang sayang, walaupun aku lagi pengen sayang." Lanjut Wawan memelas.


" Baik sayang, hayo ke kamar mandi, sekalian mandi yah aku gerah sekali sayang, dari pagi aku malas mandi." Lanjut Desti malu karena ketahuan belum mandi.


" Pantes bau sayang, tapi aku suka sayang." Ledek Wawan bantuin Desti berdiri dan jalan ke kamar mandi.


Desti mencubit lengannya Wawan kesal, bisa bisanya dibilang bau walaupun kenyataannya bau karena belum mandi selama kuliah online.


Dilain sisi, Bik Sum membantu emak nya Desti untuk masak makan malam, walaupun emak nya Desti bisa masak tidak membuat Bik Sum malas malasan.

__ADS_1


" Nona dan tuan bakal tinggal disini atau pulang yah nyonya?" Tanya Bik Sum sambil motong daging


" Entah lah Bik, saya belum tanya mereka juga, lagian Desti kan lagi kuliah online Bik, saya tidak mau ganggu sama sekali, biar Desti belajar sampai selesai saja." Ucap emak nya Desti, tidak mau ganggu anak nya lagi belajar.


__ADS_2