Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Beli eskrim yuk


__ADS_3

Sulis dan Desti keluar kelas, dan siap siap ke parkiran mobil, Desti senyum lega saat tahu mobilnya Wawan sudah sampai dihalaman kampus dan langsung jalan menghampiri mobil.


" Yah kamu sudah dijemput? apa kamu naaik mobil bareng saya, kita berangkat bareng ke mall nya?" Tanya Sulis, malas melihat Desti sudah dijemput.


" Yah sudah sebentar yah, saya bilang sama supir saya dulu." Ucap Desti merasa bersalah, disatu sisi merasa tidak enak diajak jalan mendadak dan satu sisi tidak enak sudah dijemput jauh jauh dan kwartir Wawan marah kalo tidak pulang bareng supir.


Dengan langkah ragu Desti berusaha memberanikan diri membuka pintu mobil, Supir yang diperintahkan jemput Desti ngangguk ngerti kalo Desti diajak jalan.


" Saya ikutin kamu ke Mall, usahakan pulang sendiri supaya tidak kebongkar siapa kamu sebenarnya mengerti."Tegas supir yang tidak mau kena masalah


" Baik tuan, terimakasih banyak." Ucap Desti lega karena supir mengijinkannya untuk jalan, Desti langsung jalan kearah Sulis.


" Hayo jalan" Ucap Sulis langsung membuka pintu mobil


Desti iikuti Sulis masuk kedalam mobilnya, Sulis kepo sama kegiatan sehari harinya Desti sekedar basa basi selama dijalan.


" Saya orang biasa yang mendapatkan kesempatan kuliah di kampus itu, dibiayai sama majikan saya." Ucap Desti bohong, tidak mungkin bilang kalo yang membiayai kuliahnya suami sendiri.


" Oh kamu anak ART toh, saya kira orang kaya. terus yang di mobil tadi siapa? keluarga kamu? maaf yah kepo dan mau tahu urusan kamu, namanya temen kan kapan saja bisa main ke rumah, dan tidak bingung nantinya?" Tanya Sulis tidak enak hati


" Iyah tidak masalah kok, lebih baik terus terang siapa diri kita dari pada nanti jadi salah faham karena ngaku ngaku jadi orang kaya." Lanjut Desti sejujurnya sangat malu, tapi mau bagaimana lagi itu lah pertemanan harus saling mengenal.


" Yah sudah jangan dibahas lagi yah, saya berteman tidak memandang status sosial sama sekali, saya mencari teman yang baik dan apa adanya." Lanjut Sulis senyum ramah melihat Desti, yang pasti merasa minder karena bukan sama status sosialnya.


Desti berusaha ngobrol yang seru dan asik asik, beruntungnya Wawan pernah suruh ayah nya mengantarkan berkas berkas, ke tempat metting jadi tahu tempat tempat seru dan bagus yang lagi hitz

__ADS_1


" Bagaimana kalo kita makan di cafe bintang?" Tanya Sulis memarkirkan mobil disalah satu ruko


" Boleh hayo, kata bos saya di sana makanan nya enak enak yah." Ucap Desti yang beruntung pernah denger Wawan cerita sama orang tuanya.


" Iyah bener, ada steak yang paling enak." Lanjut Sulis turun dari mobil diikuti sama Desti jalan, kearah cafe bintang.


Dilain sisi, Wawan pijat keningnya saat mendengar Desti ngobrol sama Sulis, ada rasa kasihan saat mendengar ceritanya Desti kalo dirinya kuliah dibiayai majikannya.


" Kenapa polos amat jadi perempuan sih Desti, semoga saja Sulis temen yang baik untuk kamu, tapi yah memang saya majikannya dia, kenapa rasanya kesel yah saat denger Desti tidak menyebutkan suami sih. aarreggghhh" Ucap Wawan kesal, merasa pernikahannya tidak diakui sama Desti.


Wawan berusaha fokus kembali bekerja, walaupun masih setia mendengarkan obrolannya Desti dan Sulis, Wawan memasang cctv model terbaru yang tidak dicurigai sama Desti maupun orang lain.


Dilain sisi, Emak nya Desti merasa sakit semua badannya, karena harus cuci baju cukup banyak, selain itu harus masak dan setrika. Emak nya melihat foto anaknya didinding apartemen sambil nangis


" Maafkan emak dan bapak nak, membuat hidup kamu tidak bahagia, emak menyesal setuju keinginan bapak kamu untuk bisa kuliah, hidup kamu dan kehidupan emak juga tidak bahagia nak, apalagi bapak harus kerja dari pagi sampai malam nak." Ucap emak nya Desti sambil nangis, meluk foto anaknya.


Dilain sisi, Sulis senyum lega karena Desti bayar sendiri makanannya, awalnya mau dibayarin karena kasihan makanan yang dimakan Desti cukup mahal tapi tidak disangka majikannya Desti memberikan uang saku


" Anak ART yang beruntung kamu Desti, sudah dibiayai kuliah dan dikasih uang saku lagi." Ucap Sulis bangga melihat Desti mandiri.


" Kita ke toko buku yuk?" Ajak Desti sambil merapihkan tas bawaannya.


" Kamu tidak bekerja?" Tanya Sulis melihat Desti


" Nanti malam, saya kerjanya bagian mempersiapkan. bahan masakan saja sisanya ibu saya yang kerjain. saya disuruh kuliah yang bener saja sama majikan saya." Lanjut Desti bohong, sejujurnya tidak enak kebanyakan bohong sama temen baru, tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin ngaku tentang pernikahannya.

__ADS_1


" Wih mantap, kapan kapan saya main ke rumah kamu yah, kita masak di rumah kamu, saya ingin sekali bisa masak." Lanjut Sulis antusias


" Boleh saja Sulis, tapi saya ijin dulu yah sama majikan saya untuk bisa masak di rumah. soalnya saya dan sekeluarga tinggal di rumah majikan saya." Lanjut Desti semakin lihay merangkai kata kata


" Yah sudah oke oke." Lanjut Sulis bahagia akhirnya bisa belajar masak, selama ini malas sekali rasanya untuk masak.


Desti dan Sulis melanjutkan jalannya ke toko buku, Desti ingin sekali membeli buku penunjang kuliah dan novel sebagai bacaan kalo lagi bosan di rumah.


" Kamu suka baca novel?" Tanya Sulis saat asik milih milih novel


" Suka sekali, tapi novel online sih judulnya * Om ceo suami ku, sama novel * sikembar mencari pacar orang kaya, seru loh ceritanya Desti." Lanjut Sulis antusias karena novel online favoritnya selalu dibaca setiap saat.


" Seriusan? nanti deh saya ikut baca yah, kalo lagi senggang kan lumayan banyak bacaan dari buku maupun dari handphone." Lanjut Desti penasaran dan langsung jalan ke meja kasir untuk membayar novel dan buku yang dibelinya.


" Beneran Desti, nanti deh saya kasih lihat aplikasinya dan wajib dibaca tuh, apa lagi yang novel * Om ceo suami ku, itu memotivasi sekali masih sekolah sudah jadi desain interior." Lanjut Sulis yang hafal sama cerita novel yang sering dibacanya.


Desti ngangguk ngerti, dan langsung jalan diikuti sama Sulis, Desti merasa nyaman ngobrol sama Sulis karena tidak ngeledek berlebihan dan apa adanya.


" Beli eskrim yuk Sulis?" Ajak Desti yang ingin sekali mencicipi eskrim yang ada di Mall


" Boleh juga, lumayan sih segera" Lanjut Sulis yang langsung jalan ke stand penjual eskrim bareng Desti


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.


__ADS_1



__ADS_2