
Desti mulai mengerjakan tugas pertamanya, rasanya deg degan sekali membuat desain kandang hewan, Desti mencoba ingat ingat kandang hewan yang dimiliki kepala desa dulu.
" Hasilnya lumayan juga, semoga nilainya bagus ternyata seru juga bikin seperti ini." Ucap Desti melihat hasil karyanya.
" Des, makan yuk lapar nih" Ucap Anisa ngajak Desti makan siang bareng.
" Maaf Anisa, saya bawa bekel dari rumah, saya makan di dalam kelas saja." Lanjut Desti merasa tidak enak, tapi uang jajan yang diberikan Wawan pasti tidak cukup untuk beli makanan di kantin
" Kerja enak dikasih biayai pendidikan, makan tetep saja sederhana. kasihan sekali kamu Desti." Ledek Anisa berencana mau pamer makanan enak ke Desti dan langsung jalan.
Dilain sisi, Wawan yang mendengar Desti di ledek, merasa kasihan dan prihatin apa lagi Wawan sendiri lah yang kasih uang jajan ke Desti.
" Kasihan sekali, tapi kalo dikasih lebih bisa diajak jalan sama temen temennya, biarin saja deh Desti jadi bahan ledekan karena tidak jajan." Ucap Wawan dengan sombongnya
Wawan sesekali melihat cctv sambil ngerjain pekerjaannya, hati kecilnya merasa kasihan, tapi ego nya menolak untuk menambahkan uang saku untuk Desti.
Dilain sisi, Desti mengisi waktu istirahat dengan membaca buku, sampai bel masuk berbunyi, Anisa jalan santai menghampiri Desti yang lagi sibuk baaca.
" Nih untuk kamu, saya ada tawaran untuk kamu apa mau?" Tanya Anisa senyum licik melihat Desti sambil memberikan makanan yang tadi dibeli
" Tawaran maksudnya?" Tanya Desti penasaran dan bingung
" Saya kasihan sama kamu, saya akan memberikan makanan apapun yang kamu ingin kan setiap ke kampus, syaratnya kamu harus mau mengerjakan tugas dosen berikan bagaimana? ada timbal baliknya lah. bagaimana? dari pada kamu makan begitu terus mending terima tawaran saya?" Tanya Anisa dengan sombongnya, Anisa temen sekolah yang selalu membully Desti karena kehidupan sederhana nya.
" Maaf saya tolak, saya tidak mau curang memberikan jawaban setiap kali dosen memberikan tugas, dan saya tidak pernah ngeluh sama apa yang saya punya dan makan. jadi terimakasih atas tawaran nya." Ucap Desti berusaha tenang, sejujurnya merasa marah setiap Anisa menghina nya.
" Halah sombong sekali kamu, tidak ada yang kasih kamu makan enak seperti saya, malu dong kuliah di tempat bagus tapi makan masih sederhana seperti itu." Lanjut Anisa senyum menghina Desti yang masih dianggap kampungan
__ADS_1
" Terserah pendapat kamu saja, saya tidak mau curang dalam mengerjakan tugas kuliah" Lanjut Desti langsung melanjutkan kegiatan bacanya dari pada meladeninya Anisa yang tidak ada gunanya.
Saat Anisa mau menjawab ucapan Desti, bel masuk kuliah sudah berbunyi, membuat Anisa kembali ke tempat duduk sebelum dosen tiba.
Dilain sisi, Rizki menyerahkan dokumennha Desti, Rizki berhasil memindahkan Desti kuliah dalam waktu singkat. membuat Wawan memberikan amplop untuk Rizki.
" Terimakasih bos, kalo ada kerjaan lagi langsung. Bilang saja." Ucap Rizki bahagia, karena selalu berhasil menjalankan perintahnya Wawan.
" Beres, sekarang ikut saya jemput Desti ke kampus, terus ajak Desti ke kampus barunya untuk tanda tangan mahasiswa baru, mumpung lusa baru masuk kuliah." Ucap Wawan merapihkan meja kerjanya.
" Beres, tapi tidak ada panjat pinang didalam mobil yah, saya malas sekali cuman bisa jadi penonton dan pendengar suara menjijikan kalian." Profesi Rizki yang sudah hafal sama kebiasaannya Wawan
" Tidak bisa lah, panjat pinang kewajiban yang harus dilakukan Desti untuk saya, sudah jangan protes kamu, hayo ke kampus sekarang." Lanjut Wawan dengan cuek dan tidak peduli sama protes nya Rizki sama sekali
" Sial, punya bos panjat pinang maniak. seperti ini bikin tersiksa saja." Lanjut Rizki dengan kesal
" Mau apa kamu?" Tanya Desti kegaet saat tangannya diteken sama Anisa
" Saya bayar berapapun yang kamu mau, asal mau kerjain tugas tugas dari dosen yah, kalo tidak mau saya akan bikin hidup kamu sengsara." Bentak Anisa sekaligus mengancam Desti.
" Silahkan lakukan apapun yang kamu mau, saya tidak takut dan saya tidak mau curang sama sekali. bagaimana mau pintar kalo tugas dari beberapa dosen malas dikerjakan." Ledek Desti yang mampu membuat Anisa cakar tangannya.
Desti malas ribut ribut karena hal tidak penting, langsung melanjutkan jalannya ke mobilnya Wawan dan mengabaikan Anisa yang menahan kesel karena Desti menolak perintahnya.
" Temen kamu kenapa?" Tanya Wawan saat Desti sudah masuk kedalam mobil
" Minta saya untuk mengerjakan tugas kuliah, tapi saya tidak mau melakukannya itu namanya curang." Ucap Desti terus terang.
__ADS_1
" Rizki jalan kan mobilnya." Perintah Wawan melihat Rizky
" Beres" Ucap Rizki langsung dengerin musik, karena Rizki sudah hafal sebentar lagi panjat pinang dimulai.
" Kamu tidak akan ketemu temen rese seperti tadi, mulai besok kamu sudah pindah kampus dan Rizki sudah menjamin tidak ada temen yang kamu kenal sama sekali." Lanjut Wawan yang berhasil membuat Desti polos, membuat Desti parah apapun keinginan suaminya.
" Apa pindah kampus? tidak salah tuan, memangnya kenapa dengan kampus yang sekarang. aaaahhh tuan" Tanya dan Desa han Desti, mennniiiikmati tangannya Wawan yang menari dengan indah di badannya.
" Karena saya tidak ingin rahasia pernikahan kita terbongkar, saya malu menikah sama kamu, apa lagi kamu cuman budak nafsong saya, yang tidak punya hak untuk diakui sebagai istri. di kampus baru kamu tidak akan di bully, di kampus baru orang orang elite semua." Lanjut Wawan yang maksa Desti untuk rebahan.
" Baik tuan, apapun perintah tuan akan saya turutin. aaaahhh tuan sayang." Desa han Desti mulai meniiiikkkmattttiii pergerakan pinggangnya Wawan
" Bagus, saya seneng lihat kamu selalu nurut sama perintah saya. ingat jangan pernah melawan sama sekali mengerti." Tegas Wawan, mulai menggerakan pinggang dan m3r3m45 gunung kembarnya.
" Aaaahhh, Wawan sayang, luar biasa sekali. panjat pinang didalam mobil." Desa han Desti mulai menyukai panjat pinang didalam mobil, walaupun takut tapi tidak berani protes sama sekali.
Beda sama Rizki yang nyetir sambil dengerin musik, walaupun sesekali matanya menatap sepion membuat Rizki berusaha tenang.
Dilain sisi, ayah nya Desti merasa kelelahan karena tidak ada waktu istirahat sama sekali, tapi tidak mau protes karena takut Desti disiksa sama suaminya sendiri.
" Astaga, lelah sekali, malam rasanya lama sekali sih astaga." Ucap bapak nya Desti merasa sangat lelah, dan berusaha melanjutkan pekerjaannya.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1