Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Enak juga ternyata kuliah online


__ADS_3

Pertama kalinya Desti menjalankan kelas online, Desti menyiapkan buku buku kuliah yang dibutuhkan, Emak nya Desti melihat anaknya menyiapkan buku kuliah merasa bangga.


" Nak, ada yang kamu butuhkan tidak selama belajar?" Tanya Emak nya Desti, yang melihat anaknya menyiapkan buku


" Cemilan Mak, Desti lapar sekali, maaf yah Mak, Desti mendadak lapar." Ucap Desti malu karena merasa tidak sopan karena minta tolong emak nya.


" Iyah Nak, emak mengerti kok Desti sibuk, sebentar yah sayang, emak ambilkan kue dan minuman segarnya." Ucap emak nya Desti langsung keluar dari kamarnya Desti


Desti melanjutkan menyiapkan buku dan laptop yang dibutuhkan nya.


Dilain sisi, Wawan sengaja bangun pagi, Langsung hubungin Desti mau lihat istrinya belajar, beruntungnya Wawan berhasil membuat Desti diperbolehkan kuliah online sendirian.


" Istri aku pasti lagi siap siap untuk kuliah online" Ucap Wawan, sambil nunggu saluran teleponnya terhubung.


" Hallo sayang, kelas online nya sudah mulai?" Tanya Wawan saat saluran telefon nya terhubung


" Belum sayang, masih setengah jam lagi, bunda lagi makan sayang lapar mendadak menjelang kuliah." Ucap Desti diseberang telefon


" Makan yang banyak sayang, biar belajarnya fokus yah." Lanjut Wawan melihat Desti menikmati makanannya.


" Iyah sayang, aku tadi lupa makan, untungnya masih lama, ayah sudah makan?" Tanya Desti melihat jam di handphone nya.


" Belum sayang, aku makan sambil melihat bunda belajar saja yah, supaya menikmati makanan aku." Lanjut Wawan yang sejujurnya bingung mau makan apa sepagi ini.


Desti melihat jam didinding, langsung menyalakan laptopnya, membiarkan Wawan melihat Desti belajar secara online, sejujurnya Desti semakin gugup belajar dilihatin sama Wawan lewat Vidio call

__ADS_1


Dosen menjelaskan mata kuliahnya, Dosen di kampusnya Desti mengijinkan Desti menjalankan kelas online beberapa hari, karena tahu Desti calon istrinya Wawan pembisnis yang sukses dan terkenal, perusahaan yang dulu membangun kampusnya Desti, makannya Desti mendapatkan dispensasi.


" Kelas ibu sudah selesai, sampai ketemu Minggu depan." Ucap dosen melalui Vidio call


" Baik Bu" Ucap Desti langsung mematikan laptopnya sebentar, sambil nunggu jam kuliah selanjutnya, Desti melihat handphone nya langsung melihat Wawan yang ternyata sudah di kantor.


" Ayah, maaf kelasnya kelamaan yah" Ucap Desti merasa tidak enak, terlalu lama cuekin Wawan


" Tidak masalah bunda sayang, ayah mengerti kok namanya juga lagi kelas, ayah bangga sama bunda banyak tanya sama dosen tadi." Ucap Wawan diseberang telefon, Wawan sengaja tidak mematikan teleponnya selama perjalanan ke kantor


" Ayah bisa saja deh, tadi ayah makan pakai apa?" Tanya Desti melihat Wawan di meja kebesarannya


" Makan sate sayang, makan di luar sayang, di sini aku sengaja tidak ada tukang masak sayang, oh yah kamu tidak makan lagi?" Tanya Wawan kwatir Desti nahan lapar


" Sudah disediakan sama emak tadi, jadi selama kelas aku tidak akan kelaparan sayang, oh yah aku nanti boleh kan magang di kantor ayah?" lanjut Desti ingin merasakan kerja di kantor suami sendiri


" Yah sudah Iyah sayang" Lanjut Desti pasrah, Desti berfikir untuk saat ini cukup ngalah dulu untuk bujuk Wawan nunggu yang tepat.


Dilain sisi, Zikri manggil ayah nya Desti ke ruangannya, ayah nya Desti yang sudah tahu bakal dipecat cuman bisa menerima alasan asisten menantunya


" Ini pesangon anda, seharusnya sih sudah tidak dapat dari perusahaan, tapi kebijakan dari pak Wawan anda tetap dapat pesangon terakhir, tapi anda tidak dapat uang pensiun sama sekali." Ucap Zikri sebenarnya alasannya Wawan cukup curang, tapi mengingat alasan berhenti kerja karena dibukain usaha, membuat ayah nya Desti menerima tanpa melawan


" Baik pak, terimakasih yah, oh yah saya ingin membuka usaha sembako pak, terimakasih atas tawaran tuan Wawan memberikan saya tempat usaha." Ucap ayah nya Desti bahagia, selain diberikan tempat usaha juga diberikan motor dan mobil sebagai transportasi jualan, sekaligus dicarikan karyawan yang sesuai kriteria Wawan.


" Oh sembako, baik lah semuanya akan saya siap kan, saya harap anda bisa mengelola toko anda dengan baik, jangan bikin tuan Wawan kecewa ingat keluarga anda sudah terlalu banyak merepotkan tuan Wawan, beruntung sekali Desti hamil dengan cepat jadi kehidupan orang tuanya juga jadi lebih baik." Lanjut Zikri kesal karena sudah dilarang panjat pinang bareng Desti lagi

__ADS_1


" Rezeki dalam rumah tangga tuan, yah sudah saya siap siap untuk pulang. sekali lagi terimakasih banyak." Lanjut Ayah nya Desti bahagia, karena menantunya sudah tidak lagi ngerjainnya selama bekerja.


Dilain sisi, emak nya Desti memperhatikan anaknya, lanjutin kelas online, emak nya merasa kasihan anak nya banyak belajar, tapi berusaha memaklumi namanya juga kuliah.


' Seriusan sekali Desti kalo sudah dengerin penjelasan dosen, biarlah dicuekin yang penting Desti konsentrasi." Batin emak nya Desti langsung keluar dari kamar, tidak mau ganggu anaknya.


Desti yang melihat emak nya keluar membiarkan emak nya pergi, pasti merasa bosan, Desti langsung melihat layar laptop.


" Astaga, ngantuk sekali, tapi harus mau fokus dan konsentrasi. begini nih lagi hamil harus kuliah, beruntung nya Wawan bisa bikin saya menjalankan kuliah online seperti ini." Batin Desti sudah merasa ngantuk sekali.


Wawan melihat matanya Desti yang merah karena ngantuk, merasa kasihan tahu Wawan tahu konsekuensinya.


" Semangat belajarnya sayang, ayah masih temani bunda belajar" Ucap Wawan diseberang sana


Desti ngangguk karena dengerin ucapan Wawan dari hetset yang masih terhubung telefonnya sama Wawan.


Wawan melihat jam didinding, siap siap untuk dapat beruntungnya kuota Wawan cukup banyak, jadi tidak masalah dengerin Desti kuliah online Berjam jam, demi temani istrinya belajar.


Dilain sisi, bapak nya Desti belanja banyak makanan untuk emak nya Desti dan Desti, setelah belajar pasti Desti merasa sangat lapar


" Sepertinya ini sudah cukup banyak" Ucap bapak nya Desti langsung jalan ke kasir untuk bayar belanjaannya.


Dilain sisi, Wawan menghadiri rapat, tanpa berniat melepaskan hatsetnya demi mendengarkan Desti belajar.


" Sepertinya sebentar lagi Desti selesai belajarnya, jadi kangen rasanya, apa seharusnya pulang saja yah, baru sehari tidak ketemu jadi kangen sekali. apa lagi malam tidur sendirian nanti malam" Batin Wawan rindu sekali sama Desti, yang sudah menemani hari harinya.

__ADS_1


Wawan setelah rapat memutus kan untuk kembali ke Jakarta, Wawan minta Zikri untuk menggantikan pekerjaan dirinya beberapa hari lagi. Wawan tidak bisa sehari tanpa Desti.


__ADS_2