
Sejak detik itu, Galaksi terus menolak halus rengekan mamanya karena ia lebih mementingkan Istri dan calon anaknya. Hal itu selalu membuat mamanya Galaksi meradang kecewa karena ia ingin menghukum Andromeda, namun Galaksi selaku berada di paviliun A. Sejak istrinya hamil, Galaksi memilih untuk bekerja dari rumah.
Karena tidak bisa melampiaskan kecemburuan dan kekesalannya pada Andromeda, maka wanita paruh baya yang berwajah dingin itu nekat menyuruh temannya untuk memecat pamannya Andromeda yang bekerja di perusahaan milik temannya Mawar itu.
Temannya Mawar yang bernama Alex sontak berkata, "Mana mungkin aku memecat Bapak Herlambang. Beliau karyawan teladan. Apa alasan aku memecatnya?"
"Kalau kau tidak punya alasan memecatnya maka buat alasannya" Pekik Mawar kesal sambil menggebrak meja kerja temannya.
"Alasan apa?"
"Kalau kamu tidak mau membantuku memecat pamannya menantuku, maka aku akan membeberkan perselingkuhan kamu selama ini ke Istri tercinta kamu. Kau kira Mayang akan memaafkan kamu? Yang ada kamu akan ditendang dari hidup Mayang dan kau akan tinggal di jalanan. Karena semua aset yang kamu nikmati semua selama ini adalah milik mertua kamu, kan?"
"Sial! Oke, kasih aku waktu tiga atau empat bulan. Aku akan memecat Herlambang. Karena untuk menjebak seseorang yang bersih seperti Herlambang aku butuh waktu dan persiapan yang matang agar terlihat rapi dan tidak ada kejanggalan.
"Oke. Tiga atau empat bulan tidak terlalu lama. Aku orang yang sabar, kok, dan bisa menunggu sesuatu yang sudah pasti dengan sangat sabar" Mawar kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan Alex.
Alex hanya bisa menghela napas panjang dan bergumam, "Dasar wanita gila! Kenapa aku bisa berteman dengannya dulu?"
Di suatu sore yang indah di akhir pekan, sepulang dari mengantarkan Andromeda kontrol ke dokter kandungan, Galaksi mengajak Andromeda ke hotel.
"Kenapa mengajakku ke sini, Mas?"
"Dokter bilang, kan, tadi, kalau kita sudah boleh melakukan aktivitas ranjang kembali. Makanya aku bawa kamu ke sini agar kita bisa melakukan kembali aktivitas ranjang kita tanpa adanya gangguan"
Andromeda sontak menepuk dada bidang suaminya dengan mengulum bibir menahan malu.
"Kenapa kamu masih tersipu malu sama suami kamu sendiri, Meda" Galaksi langsung mencubit dagu Andromeda kemudian mengajak Andromeda berciuman.
Setelah memekikkan kepuasan bersamaan, Galaksi mengajak Andromeda berbaring saling berhadapan dengan hati-hati. Andromeda dan Galaksi berbaring di atas ranjang dan saling memandang dengan penuh perasaan cinta. Lalu, Galaksi menyatukan kembali raganya dengan Istri cantiknya.
Tiba-tiba terdengar bunyi dering telepon genggamnya Andromeda.
Galaksi yang mengangkat telepon itu sambil menarik selimut untuk menyelimuti
tubuh istrinya yang masih polos.
"Halo?" Galaksi langsung memakai semua bajunya dan melangkah lebar sambil berlari kecil keluar dari dalam kamar saat ia tahu telepon itu dari kantor kepolisian.
Galaksi sontak mengerutkan keningnya, "Kenapa Pak Herlambang bisa dipenjara? Beliau karyawan teladan selama ini. Tidak mungkin kalau beliau melakukan korupsi Itu sangat tidak mungkin" Galaksi memijit keningnya.
"Tapi, itu kenyataannya. Anda siapa?" Tanya petugas kepolisian dari seberang sana.
"Baik, saya akan segera ke sana. Saya suaminya Andromeda" Sahut Galaksi.
Belum ada satu menit Galaksi mematikan panggilan telepon dari pihak kepolisian, telepon genggamnya Andromeda kembali berdering sangat nyaring, "Halo? Apa?! Baiklah saya akan segera ke sana"
Panggilan telepon yang kedua itu berasal dari rumah sakit yang mengabarkan kalau bibinya Andromeda masuk ke rumah sakit dan berada di ICU karena serangan jantung.
__ADS_1
Galaksi meraup wajah tampannya saat ia melangkah masuk ke dalam kamar.
Andromeda sudah berdiri di depan ranjang dengan baju lengkap, "Ada apa?"
"Emm, kamu yang sabar, ya, jangan panik karena kamu sedang hamil saat ini"
"Ada apa, Mas? Katakan saja! Aku akan tenang dan kuat, kok"
Galaksi langsung membopong Andromeda dan sambil melangkah keluar dari dalam kamar, pria tampan itu berkata, "Paman dipenjara dan Bibi masuk ICU terkena penyakit jantung"
Andromeda langsung melemas di dalam dekapan suami tampannya.
"Kamu harus kuat demi anak kita, Sayang" Galaksi mencium kening Andromeda.
"Iya, aku akan tenang dan kuat demi anak kita, Andromeda menghela napas panjang sambil mengelus-elus perut buncitnya.
Galaksi menempelkan keningnya di kening Andromeda dan bertanya di sana, "Kamu ingin kita ke mana dulu?"
"Ke rumah sakit dulu aja, Mas. Bibi lebih membutuhkan kita dan aku rasa Paman bisa menunggu" Sahut Andromeda.
Sesampainya di rumah sakit, Andromeda dan Galaksi dikejutkan dengan kabar bahwa bibinya Andromeda sudah menghembuskan napas terakhirnya.
Andromeda langsung menabrakkan wajahnya di dada bidang suaminya dan menangis sejadi-jadinya di sana. Galaksi yang masih syok hanya bisa mengelus punggung istrinya dalam keheningan.
Galaksi kemudian menelepon Herman dan berkata, "Tolong kamu bawa pengacara kita ke penjara. Tolong usahakan agar pamannya Andromeda bisa keluar dengan uang jaminan"
Galaksi kemudian mendampingi Andromeda mengurus kepulangan jenazah bibinya.
Belum sampai ambulans yang membawa jenazah bibinya tiba di depan rumah, telepon genggamnya Galaksi berdering. Herman mengabarkan kalau pamannya Andromeda meninggal bunuh diri di dalam sel penjara. Seketika Andromeda jatuh pingsan di dalam pelukan suaminya.
Tiga bulan berikutnya................
Tepat di usia kandungan tujuh bulan, Galaksi mengadakan pesta nujuh bulanan di kediamannya. Pesta itu dibuka untuk umum dan digelar dengan sangat mewah. Pesta itu dibuat untuk menghibur Andromeda yang baru saja kehilangan paman dan bibinya. Namun, tetap saja Andromeda masih tampak murung.
Galaksi memeluk Andromeda dari arah belakang dan berucap, "Kenapa kamu masih murung, Sayang. Kalau kamu murung terus, kasihan Paman dan Bibi yang saat ini sudah ada di Surga. Paman dan Bibi tidak akan tenang di atas sana"
Andromeda mengelus tangan suaminya yang ada di atas perutnya yang sudah membesar sambil berkata, "Iya, Sayang. Kamu benar. Aku tidak akan murung lagi"
"Baiklah. Ayo kita keluar dan menyambut para tamu undangan. Serangkaian acara juga sudah siap digelar, Sayang"
"Baiklah" Sahut Andromeda dengan senyum manisnya.
Saat pintu kamar terbuka, Galaksi dan Andromeda dikejutkan dengan kemunculannya Herman di depan mereka, "Tuan, maafkan saya, tapi apakah pesta nujuh bulanannya Nyonya muda bisa diundur?"
"Tidak bisa, dong. Semua tamu sudah hadir dan acara sudah siap digelar. Ada apa memangnya?"
"Barang kita di gudang B terbakar dan ........."
__ADS_1
"Apa?!"
"Mas, mas ke sana aja dulu nggak papa. Aku akan menjalani semua prosesi acara tanpa Mas nggak papa. Para tamu undangan juga akan maklum dengan kondisi ini"
"Iya, Tuan" Sahut Herman.
Galaksi mencium kening Andromeda dan setelah mengucapkan kata maaf, pria tampan itu mengajak Herman berlari meninggalkan acara nujuh bulanannya Andromeda.
Prosesi acara nujuh bulanannya Andromeda berjalan lancar dan sukses. Namun, saat acara makan bersama digelar, Silvia datang menghampiri Andromeda dan berkata, "Wah! Selamat, ya, wanita dari kelas rendahan seperti kamu berhasil merayu dan menggoda Galaksi. Aku rasa Papa dan Mama kamu di neraka sana akan memekik kegirangan melihat anaknya hidup bahagia dengan cara menggoda calon suami orang"
Andromeda langsung mendorong bahu Silvia sambil berkata, "Kamu boleh menghina aku, tapi jangan menghina almarhum Mama dan Papaku!"
Mawar yang melihat itu, langsung naik pitam. Kemarahannya pada Andromeda yang sudah terpendam cukup lama, akhirnya ia lampiaskan saat itu juga. Ia langsung melangkah lebar menghampiri Andromeda dan mendorong keras bahu Andromeda sambil menggeram lirih, "Berani benar kau mendorong Silvia!"
Akibat dari dorongan cukup keras yang dilakukan oleh mama mertuanya, punggung Andromeda membentur dinding rumah dengan sangat keras. Seketika Andromeda menangis kesakitan dan semakin histeris menangis saat ia merasakan ada cairan merembes dan itu adalah darah.
Andromeda segera dilarikan ke rumah sakit dengan ditemani oleh mbak Bun karena Galaksi masih rapat di luar kota. Galaksi tidak bisa dihubungi dan tidak bisa pulang saat itu, saat istri tercintanya berusaha dengan sekuat tenaga dan segenap jiwa dengan bertaruh nyawa untuk mempertahankan anaknya. Hingga pada akhirnya, Andromeda melahirkan prematur.
"Halo, Kak, aku pulang. Aku udah lulus lebih cepat dan ini kejutan buat Kakak. Lalu, aku akan ........."
"Ini pasti Nona Aurora Herlambang" Sahut mbak Bun yang menerima telepon itu.
"Iya, benar. ini siapa?"
"Saya asisten rumah tangganya Mbak Meda sekaligus sahabatnya Mbak Meda. Mbak Meda ada di rumah sakit Harapan Kasih sekarang ini dan sedang menjalani operasi Caesar" Sahut Mbak Bun.
"Apa?! Kenapa cepat? Kandungannya baru berumur tujuh bulan, kan?"
"Iya, Nona. Terjadi insiden di rumah tadi dan ........"
"Oke. Aku meluncur ke sana sekarang juga!" Sahut Aurora tanpa menunggu wanita yang mengaku bernama mbak Bun itu menyelesaikan kalimatnya.
Tepat di saat putranya Andromeda dan Galaksi dibawa ke ruang PICU, Aurora berdiri tegak di depan pintu ruang persalinan.
Seorang dokter keluar dari dalam kamar operasi persalinan dan langsung menghampiri mbak Bun dan Aurora, "Ada kandungan aneh di dalam diri pasien. Apa pasien minum jamu selama ini? Karena plasenta menjadi lengket dan itu sangat berbahaya bagi janinnya. Dan jamu itu juga berbahaya bagi pasien. Apa pasien tidak tahu kalau dia tidak boleh minum jamu sembarangan tanpa resep dari dokter selama hamil?"
"Mama mertuanya Mbak Meda yang memaksa Mbak Meda minum jamu tiap pagi di saat Tuan muda mandi"
Aurora menoleh kaget ke mbak Bun, namun dia segera menoleh kembali ke dokter itu untuk bertanya, "Bagaimana kondisi Kakak saya?"
"Pasien masih lemas karena kehilangan banyak darah. Saya akan mengobservasi jamu yang selama ini diminum oleh pasien"
"Apa saya boleh menemui Kakak saya?"
"Tunggu sampai pasien dipindahkan ke kamar barulah Anda boleh menemuinya"
"Baik. Terima kasih banyak, Dok" Sahut Aurora.
__ADS_1