
"Mo....mo...mobilmu? Ini mobilnya Bintang, kan?"
Galaksi menoleh ke Aurora untuk bertanya, "Lalu, kalau ini mobilnya Bintang, kamu boleh membuatnya sekotor itu dan melemparinya dengan telur?"
"I......itu karena kau tidak memercayai perkataanku dan Bintang membuat kotor rambutku tadi. Kau lihat sendiri di layar monitor tadi, kan?" Aurora merengut dan menyipitkan matanya karena kesal.
Galaksi memegang kedua bahu Aurora dan berkata, "Rora, berhentilah mendendam. Aku ingin merukunkan keluarga kita. Aku setuju menikah denganmu karena aku ingin........"
"Aku akan minta cerai sama kamu kalau aku sudah dapat bukti semua kejahatan Mama kamu dan adik kamu sama Kak Meda. Titik!" Aureoa menggedikkan kedua bahunya lalu berlari pergi begitu saja meninggalkan Galaksi dan mobilnya Galaksi yang kotor parah.
Galaksi menelepon salon mobil langganannya untuk mengambil mobilnya dan mencuci mobilnya.
Pria tampan itu kemudian melangkah ke A sebelas untuk naik mobilnya yang lain dan menghentikan mobil yang ia kemudian di depan pintu masuk lobi hotel dan menunggu Aurora keluar di sana.
"Kenapa Rora keluarnya lama banget, ya? Apa aku turun aja dari mobil dan nunggu di sofa lobi?" Setelah berpikir cukup lama di depan kemudi mobil, akhirnya Galaksi turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam lobi untuk menunggu Aurora di sofa lobi.
Namun, pira tampan pemilik Grup Zayyan itu, sontak mengentikan langkahnya di depan. pintu masuk lobi saat ia melihat Kibar berdiri di depan Aurora dengan. membawa boneka panda dan sebuah kotak. Galaksi langsung melangkah lebar saat Aurora menerima boke panda dan kotak itu.
"Ada apa ini?" Galaksi bertanya sambil merangkul bahunya Aurora.
Kibar menepis tangan Galaksi dari bahu Atia sambil berkata, "Aku nembak Rora. Aku dan Rora bukan saudara sekandung dan Pamannya Aurora sudah memberikan ijin ke aku untuk nembak Rora"
Galaksi menggeram, "Berani benar kamu nembak Istriku" Galaksi kembali merangkul bahu Aurora.
Kibar kembali menepis tangan Galaksi dari bahu Aurora dan berkata, "Kalian hanya menikah selama dua tahun dan aku akan menyatakan perasaanku sekarang, jadi pas nanti kau ceraikan Rora, aku siap menikahi Rora"
Galaksi menoleh ke Aurora dan bertanya, "Lalu, kamu bagaimana? Kamu menerima dia?"
Aurora menepis tangan Galaksi, lalu ia mengembalikan boneka panda dan kotak coklat ke Kibar, setelah itu ia melangkah pergi meninggalkan Galaksi dan Kibar.
__ADS_1
Galaksi bersedekap di depan Kibar dan bertanya, "Apa Aurora menerima pernyataan cinta kamu?"
Kibar menjawab, "Rora tidak menjawab iya, tapi juga tidak menolakku"
Galaksi kemudian tersenyum lebar, lalu berlari kencang meninggalkan Kibar untuk menyusul Aurora.
Kibar berputar badan mengikuti laju larinya Galaksi dengan helaan napas panjang.
Galaksi langsung mencekal lengan Aureoa dan bertanya, "Kau mau ke mana? Mobilku ada di depan pintu masuk"
Aurora menepis tangan Galaksi dan terus melangkah lebar ke depan.
Galaksi berlari ke depan dan menghadang langkah lebarnya Aurora laku bertanya, "Kau mau ke mana, Rora?"
"Ke halte bus. Aku mau naik bus. Minggir!"
Galaksi sontak merentangkan kedua lengannya dan berkata, "Nggak! Aku nggak akan ijinkan kamu naik bus. Kamu Istriku. Jadi, kita harus pulang bareng dan aku harus mengantar jemput kamu setiap hari"
"Baiklah!" Galaksi membuka jalan untuk Aurora.
Aurora lalu melangkah lebar melintasi Galaksi dan Galaksi langsung berlari kecil dan saat pria tampan itu berhasil mensejajari langkahnya Aurora ,pira itu berkata, "Aku akan temani kamu naik bus"
Aurora sontak mengerem langkahnya, menoleh tajam ke Galaksi dan menyemburkan, "Nggak boleh! Kembali sana ke mobil kamu!"
"Aku akan naik bus sama kamu kalau kamu naik bus karena aku harus selalu menjaga dan melindungi Istriku"
"Kenapa kau sangat menyebalkan!" Aurora menghentakkan kakinya di atas trotoar dengan kesal.
Galaksi ikutan menghentakkan kaki lalu berkata, "Dan kenapa kau selalu keras kepala seperti ini?"
__ADS_1
Aurora mendelik ke Galaksi dan berkata, "Aku akan banting kamu di aspal dan......."
Galaksi tersenyum lebar dan berkata, "Aku akan membopong kamu sekarang juga. Ayo kita lihat siapa yang akan menang!"
"Arrrghhhhh!!!!!! Kenapa Tuhan menciptakan pria aneh seperti kamu ini, hah?! Anak mami, manja, dan menyebalkan. Aku benci kamu!!!!!" Aurora menghentakkan kedua kakinya secara bergantian di atas trotoar dengan wajah sangat kesal.
"Nggak papa aku ini anak mami, manja, dan menyebalkan. Tapi, aku bisa bekerja dengan. baik dan bertanggung jawab sama anak dan Istriku" Galaksi menaikkan kedua alisnya beberapa kali dengan tersenyum lebar.
"Oke! Kita naik mobil kamu saja" Aurora akhirnya mengalah dan sambil berbalik badan ia terus bergumam, "Dasar pria menyebalkan! Dasar tukang ngatur dan tukang maksa!"
"Nggak papa dikatain menyebalkan, tukang ngatur dan tukang maksa. Yang penting aku akan selalu ada untuk menjaga dan melindungi Istriku. Masuklah ke mobil! Mobilnya sudah aku buka kuncinya" Sahut Galaksi sambil mensejajari langkahnya Aurora.
Aurora mengabaikan ucapannya Galaksi dan memilih berlari kecil meninggalkan Galaksi untuk segera masuk ke mobilnya Galaksi.
Galaksi terus terkekeh geli sambil melangkah pelan mengikuti laju lari kecilnya Aurora.
Begitu masuk ke dalam mobil, Galaksi memasang sabuk pengaman dan menatap Aurora yang bersedekap menatap ke depan dengan wajah cemberut.
Galaksi tergelitik untuk berkomentar, "Kalau cemberut dan marah-marah terus, kamu bisa cepat tua dan jelek"
"Bodo amat" Aurora menyahut dengan nada tinggi dan tanpa menoleh ke Galaksi
Galaksi melajukan mobilnya menyusuri jalan raya sambil menyahut, "Amat udah lulus kuliah dan kerja, lho, Amat nggak bodo, kok"
Aurora menoleh tajam ke Galaksi dan berteriak, 'Nggak lucu!"
Galaksi spontan tertawa ngakak, "Hahahahaha!" Lalu, pria tampan itu berkata, "Beneran, Pak Amat itu manajer penunjang umum di hotelku. Itu berarti, Pak Amat nggak bodo, kan?"
"Terserah!" Sahut Aurora ketus dan Galaksi kembali menggemakan tawanya.
__ADS_1
"Aku senang kamu nggak jawab pernyataan cintanya Kibar"
Aurora mengabaikan ucapannya Galaksi dan memilih merebahkan kepalanya ke jok mobil lalu gadis cantik itu memejamkan kedua matanya. Namun, di dalam hatinya ia berkata, aku dulu cinta sama Kak Kibar. Tapi, makin ke sini aku bimbang dengan perasaanku sendiri. Itulah kenapa aku tidak bisa menjawab pernyataan cintanya Kak Kibar padahal itu adalah hal yang paling aku tunggu-tunggu selama ini. Dan aku bimbang, tuh, karena kamu dasar pria menyebalkan, cih!