Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
Memagut


__ADS_3

Galaksi lalu meletakkan tangannya di atas kepala Aurora dan berkata, "Meda adalah wanita yang selamanya akan aku cintai dan kamu adalah wanita yang akan selamanya aku lindungi"


Dhuaarrrr! Bayangan indah tentang cinta kembali ambyar di benak Aurora. Gadis cantik itu berbalik badan dengan cepat dan berlari masuk ke dalam mobil lalu diam seribu bahasa setelah ia memasang sabuk pengaman.


Galaksi menautkan kedua alisnya melihat tingkah Aurora. Kemudian pria tampan itu masuk ke dalam mobil dan di saat ia memasang sabuk pengaman, ia menatap Aurora untuk bertanya, "Aku sudah membuatmu kesal lagi, ya?"


Aurora bersedekap, mengalihkan pandangannya ke kaca jendela, lalu menggelengkan kepalanya tanpa berkata-kata.


Galaksi menghela napas panjang dan mulai melajukan kembali mobilnya.


Aurora melirik cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya dan bergumam, kenapa hatiku terasa sakit dan sedih saat pria Kak Gala berkata kalau Kak Gala selamanya akan mencintai Kak Meda. Seharusnya aku nggak boleh seperti ini, kan? Toh aku nggak punya rasa apa-apa sama Kak Gala. Benar, begitu, kan, Rora? Aurora kemudian menghela nas berat dan menempelkan keningnya di kaca jendela.


Galaksi yang masih mengemudikan mobil melirik sekilas dan bertanya, "Kenapa kau menghela napas seperti itu? Apa yang menjadi beban bagimu kamu bisa bagikan ke aku. Aku ini suami kamu"


"Nggak ada!" Aurora langsung menyahut ketus tanpa mengubah posisinya.


Galaksi kembali melirik Aurora dan pria tampan itu kemudian berkata, "Kalau punya keinginan, apapun itu, langsung bilang sama aku. Aku akan kabulkan"


Aurora yang masih bersedekap dan menempelkan keningnya di kaca mobil hanya menyahut, "Hmm"


Sesampainya di hotel, Galaksi langsung membawa Aurora ke dapur dan Rio langsung menyambut Galaksi dan Aurora dengan senyum cerah ceria.


Galaksi kemudian berkata ke Rio, "Aku nitip Istriku"


"Siap"


Galaksi Kemabli menopangkan tangan di atas kepalanya Aurora dan berkata, "Aku ke kantorku dulu. Kantorku ada di lantai 15 paling atas. Nanti saat makan siang kamu ke kantorku, ya. Ada yang ingin aku kasih ke kamu"


Aurora menepis tangan Galaksi dan menyahut dengan acuh tak acuh, "Hmm"


Galaksi kembali berkata ke Rio, "Jaga baik-baik Istriku"


Galaksi lalu pergi meninggalkan Rio dan Aurora.

__ADS_1


"Wah! Sudah ada cincin melingkar di jari kalian. Itu tandanya kalau Gala benar-benar ingin melindungimu" Rio tersenyum lebar ke Aurora.


Aurora yang telah selesai memakai seragam chef, langsung berkata, "Jangan cerewet! Ayo mulai kerja!"


Galaksi langsung menelepon Herman dan berkata, "Man, aku tidak akan pergi ke luar negri atau ke luar kota dulu selama dua tahun ini. Aku ingin menjaga Awan dan Rora selama dua tahun ini. Aku minta tolong kamu untuk mengurus semua urusan di luar negri dan kuat kota ke kamu untuk dua tahun ke depan"


"Baik, Tuan"


"Lalu, bagaimana dengan urusan di sana?"


"Besok saya sudah pulang. Semua urusan di sini sudah selesai, Tuan. Saya sudah kirim semua berkas lewat email" Sahut Herman.


"Baik. Terima kasih. Aku akan kasih bonus ke kamu tidak bulannya nanti sampai dua tahun ke depan" Sahut Galaksi.


"Terima kasih banyak, Tuan. Emm, apa kabarnya Nona Aurora? Apa Nona Aurora sudah menemukan bukti-bukti yang dia cari?"


"Belum. Tapi, aku sejujurnya juga mulai meragukan Mama dan Bintang. Itulah kenapa aku menyuruh temanku memasang CCTV di rumah pas rumah kosong hari ini"


"Amin" Ucap Galaksi dengan wajah dan nada penuh harap.


Sementara itu, Aurora yabg tengah mendampingi Rio menghias meja di tepi kolam renang untuk acara peresmian sebuah perusahaan besar, melihat mamanya Galaksi tengah berdiri di tepi kolam renang. Seketika itu, Aurora terngiang-ngiang ucapannya mbak Bun, "Mbak Meda pernah diceburkan ke kolam renang sama Nyonya besar hanya karena Mbak Meda dituduh mengambil telepon genggamnya. Padahal Mbak Meda tidak bisa berenang. Untung saja saya ada di sana saat itu, jadi saya bisa langsung menolong Mbak Meda. Padahal telepon genggamnya Nyonya besar dibawa oleh Non Bintang"


Sambil mengepalkan kedua tangan dan wajah memerah penuh dendam, Aurora melangkah lebar mendekati mamanya Galaksi tanpa sepengetahuannya Rio.


Aurora kemudian mengerem langkahnya di belakang mamanya Galaksi, lalu ia menautkan kedua tangannya di balik punggung, dan berbisik di telinga wanita paruh baya yang sangat ia benci itu, "Ada ulat di pundak kamu" Lalu, dengan cepat Aurora menegakkan kepalanya kembali tepat di saat mamanya Galaksi berteriak panik dan kemudian jatuh terpeleset masuk ke kolam renang.


Mamanya Galaksi mendelik ke Aurora dan sambil berenang menuju ke tepi kolam renang, ia berteiak penuh amarah, "Kau! Kau sengaja melakukannya agar aku tercebur ke kolam renang, kan?!"


"Beneran ada ulat di pundak kamu tadi. Kalau kamu kecebur di kolam renang itu salah kamu sendiri. Itu karma karena kau pernah mendorong Kak Meda!" Teriak Aurora dari tepi kolam renang. Lalu, saat Aurora hendak berbalik badan, gadis itu melihat Mawar tiba-tiba berteiak, "Tolong, kakiku kram!" Dan wanita paruh baya itu menjadi timbul tenggelam di tengah kolam renang.


Tanpa berpikir panjang dan tanpa memikirkan dendamnya lagi, gadis cantik itu terjun ke kolam tengah dan tanpa ragu membawa Mawar ke tepi kolam renang lalu memberikan napas buatan.


Rio dan Galaksi berlari ke tepi kolam renang dan menyibak kerumunan untuk melihat kondisi mamanya Galaksi dan Aurora.

__ADS_1


"Uhuk-uhuk! Mawar membuka mata dan saat Mawar bangun untuk memuntahkan air dari dalam mulutnya, Aurora menepuk pelan punggung Mawar.


Galaksi dan Rio sontak berjongkok di samping Mawar dan berkata, "Syukurlah semuanya baik-baik saja"


Mawar langsung memeluk putra tampannya dan berkata dengan isak tangis, "Gadis yang kau nikahi kali ini adalah jelmaan Iblis, Gala. Dia menceburkan Mama ke kolam renang dan ingin Mama mati di sana"


Galaksi dan Rio langsung menatap Aurora.


Aurora mendelik kaget dan langsung menyemburkan, "Aku tidak menceburkan dia ke kolam renang. Aku cuma berbisik ada ulat di pundaknya dan beneran ada ulat di pundaknya. Aku bahkan terjun untuk menyelamatkannya dan berusaha memberikan napas buatan......Kau yang Iblis dasar wanita tua!!!!!"


"Rora! Jangan membentak orang tua!" Galaksi sontak menghardik Aureoa dengan suara sangat keras.


Aurora bangkit berdiri sambil mengusap air mata yang mengapung di kedua pelupuk mata dengan punggung tangannya, lalu gadis cantik itu berlari meninggalkan Galaksi, Mawar, dan Rio begitu saja dengan baju yang masih basah kuyup.


Galaksi kemudian membopong mamanya dan membawa mamanya ke kamar. Sedangkan Rio kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Setelah mamanya tenang berbaring di atas kasur dengan baju kering dan bersih, Galaksi keluar dari dalam kamar menuju ke ruang CCTV. Dia ingin melihat kejadian yang sebenarnya dan ingin menemukan keberadaannya Aurora.


Dari CCTV nampak kalau memang ada ulat jatuh dari atas pohon alpukat madu dan Aurora kemudian berbisik, lalu mamanya kaget dan terpeleset kemudian jatuh ke kolam renang.


"Dia berkata benar ternyata. Dan dia juga yang menyelamtakan Mama tanpa ragu. Lalu, aku, aku, malah menghardiknya tadi. Aku harus segera menemukan Rora dan meminta maaf padanya" Galaksi kemudian mencari keberadaannya Aurora di layar CCTV. Lalu, pria tampan itu mengerutkan dahinya saat ia menemukan Aurora sudah berganti baju dan memasak di dapur.


"Aku kira dia tengah menangis di salah satu sudut hotel ini. Ternyata dia ada di dapur dan kembali bekerja. Dia tangguh juga. Aku harus ke sana untuk berterima kasih karena ia sudah menyelamtakan Mama dan aku juga akan meminta maaf" Galaksi berucap sembari berlari kencang menuju ke dapur.


Begitu sampai di dapur, tanpa berkata-kata, Galaksi langsung mencekal pergelangan tangan Aurora dan menarik tangan Aurora.


Aurora berusaha mengerem langkah dan menarik tangannya dan sambil berteriak, "Lepaskan aku! Mau kau bawa ke mana aku? Lepaskan aku!"


Namun, Galaksi mengabaikan teriakannya Aurora dan terus menarik tangan Aurora untuk ia bawa masuk ke dalam lift pribadinya.


Aurora menarik tangannya dari genggaman tangan Galaksi saat pintu lift menutup rapat sambil memekik, "Kenapa kau menarikku tiba-tiba?! Kenapa kau masukkan aku ke dalam lift?! Kenapa kau tadi membentakku, dan.......... hmppthhhh!"


Aurora membeliak kaget saat Galaksi tiba-tiba memagut bibirnya. Alih-alih mendorong atau menginjak kaki pria itu, Aurora justru memejamkan kedua matanya

__ADS_1


__ADS_2