
Jam setengah empat pagi Galaksi membangunkan Aurora dengan puluhan ciuman di wajah istri kecilnya itu sambi berbisik, "Hei, gadis pemilik ketiak terindah di dunia ini, bangun, yuk! Katanya mau lihat sunrise.
Aurora bangun dengan malas-malasan dan membenamkan wajahnya di dada Galaksi, lalu memeluk tubuh suaminya sambil berkata, "Ini salah kamu. Kamu minta tambah ronde terus. Badanku remuk redam,nih"
"Kalau begitu aku akan membopong kamu ke kamar mandi biar kita nggak telat lihat sunrise" Galaksi langsung membopong Aurora.
"Aaaaaa! tapi, janji cuma mandi aja, ya?! Jangan minta ronde lagi"
"Iya. Janji. Kita juga dikejar waktu, jadi dengan terpaksa aku harus menahan diri untuk tidak minta ronde lagi, hehehehe" Galaksi tersenyum lebar dan Aurora langsung menyembunyikan wajahnya yang merona malu di ada suaminya.
Setelah mandi super kilat, Galaksi dan Aurora mengetuk pintu kamarnya Mbak Bun dan Aurora langsung bertanya saat pintu terbuka, "Mbak Bun ikut turun ke pantai, nggak?"
"Nggak, Nona, Tuan. Saya masih ngantuk, hehehehe"
"Awan udah bangun?" Tanya Aurora.
"Sudah, Non"
"Kalau begitu, aku akan bawa Awan biar Mbak Bun bisa beristirahat total"
"Baik, Non"
Aurora dan Galaksi kemudian pergi meninggalkan mbak Bun sembari mendorong stroller. Aurora lalu berkata, "Mas, hentikan strollernya! Aku pengen menggendong Awan"
Galaksi mengentikan strollernya, menoleh ke Aurora dan tersenyum sambil berkata, "Baiklah"
__ADS_1
Aurora kemudian berjongkok dan merengkuh Awan ke dala. pelukannya. Perempuan itu kemudian melangkah sambil menciumi wajah Awan dan mengajak Awan mengobrol, "Pagi, Tampan. Kamu makin gede makin cakep"
"Kayak Papanya, kan?" Sahut Galaksi dengan senyum lebar sambil merangkul pinggulnya Aurora.
Aurora menoleh ke Galaksi dan berkata, "Nggak, kata Mbak Bun Awan mirip sama aku, kok"
Galaksi tersenyum lebar dan langsung mencium pipinya Aurora dengan gemas, lalu ia mencium wajah Awan dengan gemas.
Auora sangat bersemangat berjalan di atas pasir pantai. Perempuan itu berkata sembari menggendong Awan, "Berjalan kaki di pantai mungkin akan jauh lebih berat karena kita harus berjalan di atas pasir, bukan di atas jalanan beraspal atau trotoar. Namun, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Biology, berjalan di atas pasir memiliki efek mendalam pada mekanika dan energi penggerak.Faktanya, penelitian tersebut mencatat bahwa berjalan di atas pasir membutuhkan kerja mekanis 1,6-2,5 kali lebih banyak daripada berjalan di permukaan yang keras dengan kecepatan yang sama.
Berjalan di atas pasir juga dapat membakar lebih banyak kalori daripada berjalan di atas jalanan beraspal biasa"
Galaksi merengkuh Awan ke dalam dekapannya dan berkata sambi menatap Aurora dengan sorot mata penuh cinta dan kebanggaan, lalu pria tampan itu berkata, "Aku hampir saja lupa kalau Istri kecilku yang sangat cantik dan imut ini lulusan kedokteran"
Kemudian mereka kembali melangkah dan Galaksi kembali mendorong stroller. Aurora kemudian menunduk untuk melihat Awan, "Wah, pangeran tampan kita udah bobok. Lucu banget, sih, dia"
"Kalau gitu kita buruan balik ke kamar. Sunrise udah ada. Tinggal nanti sore kita menikmati sunset" Galaksi merangkul bahu istri kecilnya sembari mendorong stroller.
Aurora tersenyum dan menganggukkan kepala.
Begitu masuk ke dalam kamar, Galaksi memberi kejutan dengan memeluk pinggang rampingnya Aurora dari arah belakang dan memberikan kecupan halus di bagian samping leher, mengecupnya, menciuminya, menyusurkan bibirnya di sana, menghisap dan memberikan gigitan kecil di sana yang membuat Aurora tanpa sadar menangkup kepala suaminya untuk meminta lagi, lagi, dan lagi.
Saat Galaksi membopong Aurora dan merebahkan istrinya di atas ranjang, perempuan itu sontak memekik, "Awan, Mas!"
"Awan aman di stroller. Dia juga masih tidur nyenyak. Dia memang pengertian banget sama Papanya" Galaksi tersenyum penuh arti ke Aurora. Dan beberapa menit kemudian terdengarlah erangan penuh kenikmatan memenuhi kamar VVIP itu.
__ADS_1
Di sote hari, Galaksi galaksi menyiapkan menu bakar-bakaran di dekat pantai dan Aurora berkata ke mbak Bun, "Mbak makan aja dulu. Biar Awan aku bawa jalan-jalan ke pantai bersama Papanya"
"Baik, Non" Sahut Mbak Bun.
Galaksi mendorong stroller dan menghentikan stroller di tempat yang sepi dan aman. Lalu, ia melepas kemejanya dan mengajak Aurora duduk di atas kemeja itu. Aurora melongok ke stroller dan berkata, "Aih, tidur lagi pangeran tampan kita"
Galaksi menarik Aurora ke pangkuannya dan berkata, "Iya. Sepertinya Awan memang foto kopinya dirimu. Dia bukan hanya memiliki wajah yang mirip dengan kamu, tapi ia juga sangat menyukai pantai. Terbukti dia nyaman dan bobok terus"
Aurora terkekeh geli. Dan di saat sunset tiba, Galaksi mengajak Aurora berciuman dan sambil mengelus perut istri kecilnya, ia berkata, "Aku pengen punya anak cewek dengan kamu. Aku pengen di delam perut kamu ini ada anak kita secepatnya dan aku pengennya cewek"
Aurora langsung menyembunyikan wajah malunya di dada suaminya dan berkata di sana, "Kita baru saja jadian, Kak. Masak langsung punya anak"
Galaksi memeluk erat Aurora dan berbisik di telinga Aurora, "Kita sudah sering melakukan itu dan tanpa pengaman. Dan aku rasa dengan kerja kerasku yang sangat luar biasa itu, kita akan segera punya anak, Sayang"
Aurora langsung mencubit pinggang Galaksi dan berkata, "Mas! Aku malu"
Galaksi mengaduh pelan sambil mendorong pelan kedua bahu Aurora untuk bertanya, "Kau panggil aku apa tadi?"
"Mas" Aureoa menatap kedua bola mata Galaksi dengan penuh cinta. "Nggak boleh, ya? Apa belum boleh karena belum ada rasa cinta di hati kamu dan........"
Pria tampan itu sontak menangkup wajah cantik dan imut istri kecilnya kemudian memekik dengan wajah bahagia, "Boleh! Tentu saja boleh! Aku sudah mencintaimu kamu, Sayang. Sudah sejak lama aku mencintai kamu"Galaksi langsung memagut bibir Aurora yang tengah merekah bahagia.
Kedua sejoli itu kemudian berciuman di atas pasir pantai dengan penuh gairah dan cinta. Seolah keduanya enggan untuk saling melepaskan dan menarik diri. Aurora berbisik di sela-sela ia mengambil napas, "Aku sangat mencintaimu, Mas"
Galaksi berbisik, "Kita kembali ke kamar sekarang juga kalau begitu"
__ADS_1