Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
Senyum Manis


__ADS_3

"Kamu belum makan siang dengan benar, kan? Aku bawa ke sini biar kamu bisa makan siang dengan benar sekalian kita bungkus untuk mbak Bun. Ini restoran kesukaan Kakak kamu" Galaksi membukakan pintu mobil untuk Aurora masih berdiri di depan pintu mobil itu dan menunduk menatap Aurora yang masih belum mau melihat dirinya.


Galaksi menghela napas panjang dan berkata, "Apa aku ini sangat jelek sampai aku tidak mau menatapku dari tadi"


Aurora sontak menoleh dan berkata, "Kau tampan" Lalu, gadis itu terlonjak kaget dengan sendirinya dan langsung menutup mulut dengan tangan kanannya


Galaksi mengalihkan pandangannya sejenak untuk menyembunyikan senyum gelinya.


"Aku tidak ngomong apa-apa barusan! Kamu salah dengar! Emm, mak .....maksudku, emm, bukan kamu yang tampan, tapi aktor Korea yang ada di dalam lamunanku tadi dan ........"


Galaksi yang masih mengalihkan pandangannya semakin melebarkan senyumnya dan hampir saja menyemburkan tawa.


Aurora melotot kesal dan sontak berteriak, "Hei! Kamu ngetawain aku, ya?!"


Galaksi menoleh cepat ke Aurora dan dengan memasang wajah datar, ia menggelengkan kepala beberapa kali dengan cepat.


"Bohong! Aku lihat kamu tersenyum lebar barusan"


"Nggak! Mana ada aku tersenyum lebar"


"Lalu kenapa kau menoleh ke sana tadi?"


"Itu karena ada sekelebat bayangan orang yang sepetinya aku kenal makanya aku menoleh ke sana, tapi ternyata nggak ada orang lewat, hehehehe" Galaksi meringis di depan Aurora.


"Nggak lucu!" Aurora kembali menatap ke depan dan bersedekap.


"Lho, ayo turun! Makan dulu"


"Nggak mau!" Sahut Aurora dengan ketus dan tanpa menoleh ke Galaksi.


Ini tempat pasti penuh kenangan kamu dan Kak Meda. Aku nggak mau makan di sini. Enak aja! Kalau aku makan di sini, yang ada aku kamu cuekin. Aku yang ada di depan kamu nanti, tapi kamu pasti mikirin Kak Meda. Batin Aurora kesal.

__ADS_1


"Mau aku gendong?"


"Nggak! Awas aja kalau berani gendong aku! Aku akan kasih bogem mentah terbaikku di wajah kamu" Aurora menoleh tajam ke Galaksi.


"Kalau gitu, aku akan bawa makanannya ke sini dan suapin kamu nanti" Galaksi langsung menutup pintu mobil dan berlari kecil menuju ke pintu utama restoran apung yang bertema alam itu.


Aurora sontak membeliak kaget dan bergumam, "Dia bilang akan suapi aku barusan? Sial! Kenapa dia suka semaunya" Gadis cantik itu akhirnya membuka pintu mobil, melompat turun, dan mengejar Galaksi.


Galaksi tersenyum lebar melihat Aurora berlari kencang menyusulnya. Dan saat Aurora hampir tiba di sampingnya, Galaksi dengan cepat memasang wajah datar.


Aurora terengah-engah dan mengatur napasnya saat ia menghentikan laju larinya di sebelah Galaksi. Sambil berkacak pinggang, gadis cantik itu berkata, "Jangan suapi aku!"


Seorang wanita berwajah oriental dan berkulit putih yang berjaga di meja pemesanan makanan sontak bertanya, "Siapa yang mau menyuapi Anda, Nona cantik?"


Aurora langsung menoleh ke wanita berwajah oriental yang ada dibalik meja pemesanan makanan itu dengan rona malu. Lalu, Aurora segera menyahut, "Ah! Maafkan. saya. Saya salah ucap. Mak ....maksud saya tadi, emm, tadi, saya mau bilang kalau jangan pesan sup! Iya, jangan pesan sup! Tapi, salah ucap Hehehehehe"


"Oooooo, begitu, hehehehehe" sahut wanita berwajah oriental yang ada di balik meja pemesanan makanan.


"Kenapa kau menoleh ke sana dan berdeham? Kau ngetawain aku, ya?"


Galaksi menoleh cepat ke Aurora dan menggelengkan kepala.


Saat Aurora ingin menyemburkan protesnya terdengar suara, "Silakan duduk dulu! Saya akan bawa pesanan Tuan ke dapur" Wanita berwajah oriental itu bangkit berdiri dan melempar senyum ramah ke Galaksi dan Aurora.


Aurora hanya menganggukkan kepala dan Galaksi menyahut, "Baiklah dan terima kasih"


Pria tampan itu lalu melangkah meninggalkan Aurora. Saat Galaksi duduk di sebuah gazebo yang berada di tengah danau buatan, Aurora melepas sepatu dan akhirnya mau naik ke gazebo itu. Namun, gadis cantik itu langsung berdiri membelakangi Galaksi untuk melihat danau buatan yang berisi ikan mas, gurami dan ikan kakap merah.


Galaksi menatap punggung Aurora dan berkata di dalam hatinya, dilihat dari belakang dia sangat mirip dengan Meda. Meda, aku sangat merindukan kamu, Sayang. Sekarang aku ada di restoran kesukaan kamu dan aku semakin merindukan kamu. Sial! Aku tidak tahu makanan kesukaannya Rora. Aku pesan semua makanan kesukaan kamu, Meda. Semoga adik kamu suka, ya.


Kakap merah bakar, lele bumbu mangut, udang goreng, udang asam manis, dan aneka sambal plus lalapan. Untuk minumannya, Galaksi memesan es kelapa muda dengan gula Jawa dan kelapa muda utuh.

__ADS_1


Setelah pramusaji restoran tersebut selesai menata semua makanan dan minuman pesanannya Galaksi di atas meja, pria tampan itu berkata, "Sudah datang makanannya. Ayo duduk dan makan dulu!"


Jam tiga sore, Aurora duduk di depan Galaksi sambil melirik jam tangannya.


Dan saat Aurora melihat meja yang sudah penuh dengan keamanan juga minuman, gadis cantik itu membeliak kaget dan spontan menatap Galaksi untuk bertanya, "Kenapa kau bisa tahu semua makanan kesukaanku dan minuman kesukaanku?"


Galaksi yang sebenarnya tidak mengetahui makanan dan minuman kesukaannya Aurora hanya mengulas senyum paling tampannya lalu berkata, "Kalau begitu habiskan! Makan yang banyak. Aku sudah kirim pesan text ke Mbak Bun kalau kita mampir maka. dulu dan kata Mbak Bun Awan nggak rewel. Jadi, makanlah dengan pelan dan makan yang banyak"


Hati Aurora kembali berdesir hangat dan dia makan sambil sesekali mencuri pandang untuk melihat wajah tampannya Galaksi dengan senyum bahagia.


Meda, syukurlah makanan kesukaan kamu sama persis dengan makanan kesukaan adik kamu. Aku senang melihat adik kamu tersenyum bahagia dan makan dengan lahap saat ini. Batin Galaksi sambil sesekali mencuri pandang.


Galaksi meletakkan priring kecil berisi kupasan udang di depan Aurora dan berkata, "Aku kupaskan udang untuk kamu. Makanlah!"


Aurora tersenyum lebar dengan hati berdesir hangat saat dirinya bersitatap dengan Galaksi.


Galaksi tersenyum manis ke Aurora dan kembali berkata, "Makanlah! Aku kupaskan lagi, nih"


"Terima kasih" Ucap Aurora dengan senyum manisnya.


Dan terima kasih kamu tidak membahas Kak Meda. dan tidak melamunkan Kak Meda di depanku. Batin Aurora.


Terima kasih kamu mau tersenyum manis untuk aku saat ini, Rora. Entah kenapa senyum manis kamu saat ini membuatku merasakan kedamaian. Batin Galaksi.


Mawar dan Bintang yang tidak mengetahui kalau di setiap sudut kediaman mewah mereka sudah terpasang CCTV, merencanakan sesuatu yang jahat.


"Mama yakin kalau rencana ini akan berhasil?" Tanya Bintang.


"Hmm. Pasti berhasil. Dan saat Galaksi menendang monyet liar itu dari sini, aku lah yang akan tertawa paling lebar dan keras, hahahahahaha"


"Aku juga akan tertawa puas dan lebar, Ma. Hahahahahaha"

__ADS_1


__ADS_2