
"Ayo, kita pulang aja kalau gitu. Bang! Es kapalnya dibungkus aja, minta enam dibungkus aja, Bang" Teriak Galaksi
Abang penjual es kapal langsung berteriak, "Oke!"
Mendengar Galaksi meminta es kapalnya dibungkus, Aurora menoleh kaget ke suami tampannya itu dan langsung protes, "Kok dibungkus?"
Galaksi berbisik di telinga Aurora, "Aku ingin kita malam ini juga pergi ke pantai dan menginap di hotel. Lalu, kita akan coba keberanian kamu sama borgol"
"Oke!" Sahut Aurora dengan wajah penuh semangat.
"Ka......kamu beneran mau bermain borgol?"
"Hmm" Aurora mengangguk-angguk dengan senyum lebar.
Sial! Gadis ini pandai sekali membuat pikiran dan hatiku jumpalitan seperti ini. Tapi, apa benar dia ngerti maksudku tentang borgol? Batin Galaksi.
Setelah membayar es kapal, Galaksi langsung mengajak Aurora berdiri dan berlari menuju ke parkiran mobil dengan tangan saling bertaut.
Di dalam perjalanan pulang, Aurora menoleh ke Galaksi, "Apa aku boleh makan es kapalnya di dalam mobil?"
Galaksi menoleh sekilas, lalu meletakkan tangan kirinya di atas kepala istri kecilnya sambil berkata, "Hmm"
"Tepi, kata Kak meda, kamu nggak suka kalau mobil kamu kotor. Beneran nggak papa aku makan es kapalnya di dalam mobil?"
"Meda bilang begitu ke kamu?" Galaksi kembali menoleh sekilas.
"Hmm"
Galaksi kembali meletakkan tangannya di atas kepala Aurora dan berkata, "Kamu membuatku berubah. Kamu membuatku menyadari banyak hal. Makan saja kalau kamu ingin makan es kapalnya"
"Ah, terima kasih" Aurora membuka cup jumbo yang berisi es kapal lalu mengarahkan roti tawar bekas gigitannya yang sudah ia celupkan ke dalam es cokelat ke Galaksi, "Kakak mau?"
Galaksi tersenyum lalu membuka mulut
"Enak, kan?"
"Hmm" Galaksi tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Ternyata es kapal cuma begini aja. Aku mikirnya ada isian cendol, agar-agar, sama buah alpukat. Kalau cuma begini aku bisa bikin sendiri di rumah" Aurora nyerocos sambil kembali menyuapi Galaksi.
"Aku rasa bikinan kamu bakalan lebih enak nanti"
"Oke, kapan-kapan aku akan bikin es kapal dan es buah ala Aurora" Aurora berkata dengan senyum ceria.
"Aku menunggunya Nyonya Galaksi Zayyan" Galaksi kembali meletakkan tangannya di atas kepalanya Aurora.
Dua jam kemudian, Aurora, Galaksi, Mbak Bun dan tak lupa Awan, menuju ke pantai.
__ADS_1
Mamanya Galaksi dan Bintang masuk ke paviliunnya Galaksi dengan senyum ceria karena mereka akan melancarkan sandiwara mereka di petang itu.
"Lho, kok, sepi, Ma?" Bintang menoleh ke mamanya.
"Iya, kok, sepi? Hei! Sini kamu!" Mawar mengayunkan tangan memanggil pelayan yang bertugas membersihkan paviliunnya Galaksi.
"Iya, Nyonya besar? Apa yang bisa saya bantu?"
"Di mana Galaksi?"
"Tuan dan istrinya mengajak Mbak Bun dan tuan muda Awan ke pantai, Nyonya"
"Pantai mana?"
"Saya tidak tahu. Tuan cuma titip pesan ke saya untuk bilang ke Nyonya besar kalau tuan mengajak istri dan putranya tidak lupa Mbak Bun, ke pantai. Tuan akan menginap di hotel di dekat pantai selama tiga hari, Nyonya besar"
Mawar langsung berbalik badan dengan cepat dan saat sudah sampai di luar paviliunnya Galaksi, Mawar langsung menjambak rambutnya sendiri dan berteriak kesal, "Arrgghhhhhhh!"
"Gagal lagi, Ma" Sahut Bintang.
"Iya. Gadis itu telah membuat Galaksi banyak berubah. Gala nggak pernah seperti ini sebelumnya. Gala nggak pernah pergi begitu saja tanpa rencana. Sial! Hebat juga monyet liar itu" Mawar mengepalkan kedua tangannya.
"Iya, Mama benar. Besok kita tunggu di rumah saja seharian. Begitu mereka pulang dan turun dari mobil, kira langsung samperin" Sahut Bintang.
"Iya, kamu benar. Kita di rumah aja selama tiga hari ini. Kita tunggu mereka pulang dan langsung kita samperin pas mereka turun dari mobil" Sahut Mawar.
"Di mana aku bisa beli borgol yang imut, lucu, dan tidak menakutkan?" Galaksi menggerakkan jarinya di atas layar telepon genggam mahalnya di saat Aurora dan mbak Bun membawa Awan ke toilet.
Sesampainya di hotel, Galaksi mengantarkan mbak Bun dan Aurora ke kamar hotel. Pria tampan itu memesan dua kamar yang bersebelahan. Satu kamar untuk Mbak Bun dan Awan dan satu kamar lagi untuk dia dan istri kecilnya.
Galaksi mencium kening Aurora lalu berkata, "Aku keluar sebentar"
"Mau ke mana? Aku ikut"
"Nggak boleh"
"Kenapa nggak boleh ikut? Kamu mau menemui teman wanita kamu di salah satu kamar hotel ini, ya? Kamu punya selingkuhan di sini?"
"Aku nggak punya selingkuhan"
"Kalau begitu aku ikut" Aurora langsung menarik tangan Galaksi dan dengan sangat terpaksa pria tampan itu mengiyakan istrinya.
Beberapa menit kemudian, Galaksi memarkirkan mobilnya di pelataran parkir toko pernak-pernik cinta.
"Untuk apa kita ke sini?"
Galaksi berbisik sambil menggandeng tangan Aurora masuk ke toko itu, "Sebenarnya aku mau kasih kejutan buat kamu. Karena kamu memaksa ikut maka kamu pilih sendiri borgolnya"
__ADS_1
"Beneran beli borgol?" Aurora memekik kencang dan Galaksi langsung membungkam mulut Aurora dengan telapak tangannya sambil mendesis, "Ssssttt!!!!"
Aurora menarik tangan Galaksi dan langsung menyemburkan, "Kenapa Ssstttt?"
Galaksi menghela napas panjang dan langsung menarik tangan Aurora ke rak borgol.
Kedua bola mata Aurora membeliak senang dan dia langsung memekik, "Wow! Akhirnya aku punya borgol"
Galaksi menautkan kedua alisnya dan menunduk untuk bertanya, "Kenapa kau bisa sesenang ini melihat borgol?"
"Aku suka borgol. Aku dulu pengen jadi polisi, tapi tidak diterima karena tinggi badanku belum cukup. Terus karena dapat beasiswa di kedokteran, akhirnya aku ambil aja yang kedokteran"
"Jadi karena itu kamu ingin bermain borgol" Galaksi sontak melengkungkan badan dan menghela napas.kecewa.
"Iya. Kita akan bermain penjahat dan polisi nanti. Kamu polisinya dan aku penjahatnya. Aku akan bersembunyi dan setelah kamu berhasil menemukan aku, kamu tangkap aku dan borgol aku. Oke?"
Galaksi kembali menegakkan badan dan dengan senyum lebar ia berkata, "Oke!"
"Aku boleh pilih borgolnya?"
"Hmm. Pilih aja yang kamu suka"
"Beli dua boleh?"
"Boleh" Galaksi tersenyum lalu ia mencium pelipisnya Aurora. Kemudian pria tampan itu berbisik di telinga Aurora, "Kamu sangat menggemaskan saat ini"
Aurora mendongak dan Galaksi langsung mengecup bibir Aurora.
Aurora sontak mendelik kaget dan berkat#, "Kenapa kau menciumku di sini? Ada banyak orang di sini"
Galaksi langsung merangkul bahu Auroa sana berkata, "Kenapa? Kita ini suami istri kalau ingin mencium, ya, mencium aja"
"Dasar mesum" Aurora menepuk pelan dada suami tampannya dengan senyum geli.
"Mesum sama istri sendiri nggak papa, dong" Bisik Galaksi.
Beberapa menit kemudian permainan polisi dan penjahat dimulai dan di saat Galaksi berhasil menemukan istri kecilnya, pria tampan itu langsung menangkap istrinya dan bertanya, "Kau mau aku borgol pakai borgol pink atau borgol yang berwarna ungu?"
Aurora tersenyum dan berkata, "Warna pink, Mister Polisi"
Galaksi kemudian menaikkan Aurora ke atas ranjang dengan seringai nakal dan pria tampan itu langsung memborgol kedua tangan Aurora ke belakang, setelah itu pria tampan itu menyelipkan kaki di kedu lengan Aurora. "Kau punya tubuh yang sangat lentur, Rora dan aku suka itu" Pria itu tersenyum penuh arti.
"Tentu saja. Aku suka berolahraga dan selalu berlatih bela diri" Sahut Aurora dengan senyum lebar.
"Dan Mister Polisi akan memberikan hukuman ke kamu sekarang juga"
"Hu.....hukuman apa? Aaaaaaaa?! Kenapa kau menggigit leherku dan hmmmmmmpt!" Aurora mendelik kaget saat Galaksi tiba-tiba membungkam mulut Aurora dengan bibir pria itu.
__ADS_1
Aurora sontak mendorong dada suami tampannya untuk berkata, "Apa yang kau lakukan?"
"Memberikan hukuman ke penjahat cantik yang sudah berhasil aku tangkap ini dan kamu tidak bisa lari lagi" Galaksi kembali memagut bibir Aurora dengan seringai nakal.