Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
Pacar


__ADS_3

Aurora menautkan alisnya dan bertanya, "Mana buktinya kalau kak Meda merestui hubungan kita?"


Galaksi mengusap air mata yang menitik di pipinya dan segera berkata,"Tuh, kamu lihat bunga Wijaya Kusumanya" Galaksi menoleh ke kanan dan menjulurkan kepalanya ke bunga Wijaya Kusuma yang telah mekar dan masih menebarkan wangi harum semerbak.


"Kenapa emangnya dengan bunga itu?"


Galaksi melangkah mendekat, menangkup rahang Aurora dan berkata, "Bunga Wijaya Kusuma hanya mekar di malam hari. Kalau bunga itu mekar di pagi hari dan tiba-tiba mekar tadi, itu tandanya apa?"


"Ah! Itulah kenapa aku merinding tiba-tiba tadi. Ternyata karena wangi bunga itu dan itu tandanya Kak Meda menyetujui hubungan kita?* Aurora menatap kedua bola mata Galaksi dengan senyum ceria.


Galaksi mengangukkan kepalanya dan tersenyum.


Aurora kemudian meraih kedua tanga Galaksi untuk ia genggam dan dengan senyum bahagia gadis cantik itu berkata, "Kita sudah bisa tenang berpacaran sekarang"


Galaksi menatap Aurora dengan senyum penuh tanda tanya lalu berkata dengan heran, "Berpacaran? Kita ini sudah menikah. Ada cincin nikah di jari manis tangan kanan kita. Kita sudah menikah, Rora. Kenapa kau sebut kita ini berpacaran?"


"Iya, kita sudah menikah. Tapi, kita jadian dan saling menyatakan suka baru kemarin. Jadi, kita ini pacar sekarang. Kamu pacarku dan aku pacarmu. Aku lebih suka begitu daripada disebut suami istri, kesannya tua dan konservatif banget"


Galaksi sontak tergelak geli lalu berkata, "Oke, kamu pacarku dan aku pacar kamu sekarang. Lalu, kita ngapain sekarang?"


"Kita ke kantor dong. Udah siang ini" Ucap Aurora sambil menarik tangan Galaksi untuk ia ajak kembali masuk ke dalam mobil dan Galaksi terus tergelak geli bercampur bahagia melihat tingkah ceria istri kecilnya itu.


Mbak Bun yang sedari tadi menunggu di mobil bersama Awan karena bayi tidak diijinkan masuk ke dalam tempat peristirahatan terakhir itu, langsung berkata, "Kok, cepat sekali sudah balik, Tuan?"


"Iya. Aku dan Rora harus segera ke kantor" Galaksi memasang sabuk pengaman sambil terus menatap Aurora dan tersenyum bahagia.


"Berarti kita pulang dulu, dong. kasihan Mbak Bun dan Awan kalau ikut kita ke kantor"


"Ah, iya. Tapi, kita sarapan aja dulu setelah itu baru balik ke rumah dan pergi ke kantor"


"Hmm"


Aurora dan Galaksi berkata sambil terus saking memandang dan melempar senyum bahagia. Mbak Bun yang melihatnya ikut mengulas senyum bahagia.


Beberapa jam kemudian, Galaksi datang ke departemen Food and Beverage untuk menggenggam tangan Aurora dan menarik tanga itu untuk ia ajak masuk ke lift pribadi dan begitu lift menutup, Galaksi menoleh ke Aurora, menekan tombol hold sambil menarik tengkuk Aurora. Ia mengajak Aurora berciuman di dalam lift pribadinya.


Ciuman Galaksi lebih intens dan panas dari sebelumnya. Di saat Aurora meminta lebih, Galaksi mendorong pelan kedua bahu istri kecilnya itu dan dengan masih terengah-engah, pria tampan itu menempelkan keningnya di kening gadis cantik itu untuk berkata, "Cukup sampai di sini Rora. Aku nggak akan membiarkan kamu melakukan kewajiban kamu sebagai seorang istri di sini. Jangan! Nanti saja di rumah"

__ADS_1


Aurora langsung membenamkan wajahnya yang merona malu ke dada bidang suami tampannya itu dan membeku di sana.


Galaksi tersenyum saat ia memeluk erat tubuh ramping istri kecilnya sambil menekan tombol hold. Lift kembali berjalan naik


Lalu, pria tampan itu terus menciumi pucuk kepala Aurora sambil menunggu pintu lift terbuka.


Begitu pintu lift terbuka, Galaksi langsung membopong tubuh ramping istri kecilnya dan berjalan menuju ke ruang kerjanya dengan mengajak Aurora berciuman kembali.Bibir Aurora sudah menjadi candu bagi Galaksi.


Setelah puas berciuman dengan istri kecilnya, Galaksi menurunkan Aurora di atas lantai dan berkata, "Kita makan siang bersama di sini mulai hari ini dan sampai seterusnya"


Aurora menganggukkan kepala dan sambil tersenyum malu, ia duduk di sofa.


Beberapa jam kemudian setelah makan siang bersama dengan penuh keceriaan dan obrolan santai, Galaksi menarik Aurora untuk ia pangku.


Kemudian pira tampan itu merapikan rambut Aurora sambil bertanya, "Pacarku, aku ingin kita berpacaran setelah ini. Kamu pilih tempatnya, gih! Pilih tempat yang bagus dan mahal. Kamu layak mendapatkan kencan yang mahal, Rora"


Aurora mengusap lembut pipi Galaksi dan berkata, "Untuk bisa menikmati quality time dengan si pacar tak selalu perlu biaya banyak. Cukup ajak dia duduk di taman kota sambil memandangi sejuknya pepohonan. Di taman, Sweet Couple bisa berjalan-jalan atau sekadar duduk-duduk menikmati suasana taman. Terkadang, ada juga tukang jajanan yang berjualan dan pastinya harganya tidak semahal di mal atau restoran. Dengan berkencan di taman, badan dan pikiran menjadi lebih segar. Selain itu, kencan di taman itu menyenangkan banget. Percaya, deh sama aku" Setelah berkata panjang lebar Aurora memamerkan deretan gigi putih sempurnanya di depan Galaksi.


Galaksi tersenyum lebar dan mencubit mesra pucuk hidung istri kecilnya itu, kemudian ia menangkup rahang Aurora dan mengusap pelan pipi Aurora dengan ibu jarinya sambil berkata, "Ah, pinter banget pacarku ini. Tapi, aku, kok, merasa kurang greget kalau cuma ajak pacarku ke taman kota. Aku, tuh, pengennya ajak kamu keliling dunia dan membelikan pacar cantikku ini semua yang ia mau"


"Benarkah? Boleh begitu? Bukankah soal kencan, tuh, haknya cewek untuk milih. Itu kata Meda dan.......emm, maaf. Aku sebut nama Meda lagi itu bukan karena aku ingin membandingkan kamu dengan Meda, bukan, emm, itu........"


Aurora langsung menutup mulut Galaksi dengan telapak tangannya dan segera berkata, "Kau boleh sebut nama Kak Meda, kok. Aku nggak akan cemburu lagi. Kak Meda udah memberikan restunya, jadi aku juga nggak akan cemburu sama Kak Meda lagi. Kak Meda boleh menempati separuh ruang di hati kamu dan berikan aku seperempatnya aja nggak papa"


Galaksi mencium telapak tangan Aurora lalu menarik tangan itu untuk ia genggam sambil berkata, "Kok, seperempat aja yang kamu minta?"


"Yang seperempatnya lagi, kan, untuk Awan" Aurora tersenyum tulus ke Galaksi.


Galaksi langsung menarik Aurora ke dalam pelukannya dan berkata sambil mengelus-elus punggung istri kecilnya itu, "Semuanya memiliki seluruh ruang di hatiku karena hatiku sangat luas, jadi muat untuk Meda, kamu, dan Awan. Aku nggak akan sekat-sekat ruang di hatiku. Semuanya untuk Meda kamu, dan Awan"


Aurora langsung memeluk erat pinggang Galaksi dan bergumam, "Aku sangat mencintaimu, Kak"


Galaksi mendorong pelan kedua bahu Aurora untuk bertanya, "Kamu bilang apa barusan?"


"Nggak. Nggak bilang apa-apa, kok, hehehehehe" Aurora meringis di depan Galaksi.


Aku masih menunggu hasil lab jamu yang aku temukan di dapur pribadinya Nyonya Mawar Zayyan yang ada di hotel ini. Jadi, aku masih belum berani bilang cinta ke Kak Gala. Batin Aurora.

__ADS_1


"Tapi, aku dengar kamu bergumam tadi.Cuma aku nggak jelas kamu ngomong apa?"


"Aku cuma nguap, kok, tadi. Nggak ngomong apa-apa, hehehehehe" Aurora meringis lagi di depan Galaksi


Galaksi kemudian mencium kening Aurora dan berkata, "Tidurlah di ruang istirahatku!"


Aurora menarik diri dari pelukan Galaksi dan bangkit berdiri dari pangkuan Galkasi sambil berkata, "Nggak! Aku harus kerja. Bye, bye, sampai ketemu nanti sore" Aurora melambaikan tangan dan segera berbalik badan meninggalkan ruang kerjanya Galaksi.


Galaksi menatap punggung Aurora dengan sorot mata penuh cinta. Kemudian pria tampan itu bergumam sambil mengusap dadanya, "Sepertinya rasa suka aku sama Rora sudah meningkat ke rasa cinta. Aku sepertinya sudah jatuh cinta sama adik tersayang kamu, Meda"


Beberapa jam kemudian, pulang dari kantor, Galaksi mengajak Aurora ke taman kota dan pria tampan itu langsung merebahkan kepalanya di pangkuan. Aurora setelah mereka berdua menemukan bangku dan spot yang tepat.


Galaksi kemudian mendongak untuk melihat wajah Aurora dan berkata, "Aku suka di sini tapi, aku lebih suka kalau kita pergi ke pantai Aku membayangkan di pantai nanti, aku bisa menghabiskan hari bersama pacar di atas lembutnya pasir diiringi deru ombak yang membuat suasana semakin hidup dan rasanya tak akan pernah salah, selalu terasa romantis. Lalu, aku dan kamu bisa bermain di pinggir pantai dengan bergandengan tangan. Selain itu di pantai, Sweet Couple bisa berenang, bermain air, berjemur, atau sekadar bersantai sambil menikmati suasana pantai. Percaya sama aku kalau pantai itu tempat paling cocok untuk sweet couple dan paling romantis dinikmati saat sore hari terutama menjelang sunset alias matahari terbenam. Pokonya romantis banget pastinya buat pacaran!"


Aurora terkekeh geli melihat Galaksi begitu bersemangat ingin berpacaran di pantai.


"Kok, ketawa aja. Kamu nggak suka sama pantai?"


"Aku suka pantai. Aku suka jalan-jalan. Tapi, aku lebih suka jalan-jalan yang tidak menghabiskan banyak duit. Jalan-jalan yang spontan dan dadakan, aku suka itu. Yang penuh kejutan aku lebih suka lagi"" Ucap Aurora sambil menatap lekat kedua bola mata Galaksi dan tangan gadis cantik itu mengusap-usap pelan dada Galaksi.


"Oke, besok kita pergi ke pantai dan sepertinya aku harus siapkan kejutan untuk kamu, ya" Galaksi tersenyum penuh arti.


Aurora terkekeh geli melihat Galaksi, lalu ia berkata, "Nggak usah kasih kejutan nggak papa, kok. Emm, kita ajak mbak Bun dan Awan, ya"


"Setuju. Setelah ke pantai, kamu ingin berkencan ke mana lagi?" Ucap Galaksi sambil menarik tangan Aurora dan ia ciumi tangan gadis cantik itu dengan penuh cinta.


"Setelah itu, aku ingin kencan dan pacaran di rumah aja" Ucap Aurora.


"Kenapa di rumah? Kamu nggak ingin pergi ke luar negri? ke Korea misalnya?"


"Awan masih kecil Kasihan kalau diajak ke luar negri Kita nunggu Awan gedean dikit baru kita ajak ke laut negri" Aurora tersenyum ke Galaksi yang masih menciumi telapak tangannya


"Kalau pacaran di rumah? Apa yang bisa kita lakukan? Oh! Apa kamu sudah mulai memikirkan melakukan kewajiban kamu sebagai seorang Istri?" Galaksi tersenyum lebar dan mengedipkan mata.


Aurora sontak melotot ke Galaksi dan berkata, "Dasar mesum! Di rumah, tuh, kita justru bisa lakukan banyak hal seperti, berenang bareng, bercakap-cakap, nongkrong di teras rumah, nonton film bersama, masak, ataupun makan bareng makanan kesukaan kita"


"Oh, iya! Aku lupa kalau aku punya pacar yang pandai berenang dan pandai memasak" Galaksi tersenyum penuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2