
Aurora yang terbaik bicara blak-blakan langsung menyemburkan, "Kamu tega sama aku!" Gadis cantik itu kemudian terisak.
"Tega kenapa? Apa karena aku mencium kamu lagi? Tapi, aku sungguh-sungguh mencium kamu,emm, maksudku, aku melakukannya tanpa bersandiwara. Aku sungguh ingi mencium kamu dan aku melakukannya. Tapi, maafkan aku Rora, aku tidak menyesalinya. Aku mencium kamu karena aku ingin dan aku tidak menyesalinya"
"Ke....kenapa kamu tidak menyesalinya?" Aurora berucap sembari mencubit pucuk hidungnya sendiri dengan tissue.
"Karena kamu manis. Karena kamu enak diajak ngobrol. Karena kamu lucu. Karena kamu membuat hatiku berdesir hangat" Sahut Galaksi dengan wajah serius dan sorot mata sendu.
"Ka.....kalau kau bilang aku seperti itu dan kamu tidak menyesali menciumku, kenapa kamu masih menggumamkan nama Kak Meda?" Aurora berucap sembari mengusap ingus dan air mata di kedua pipi dengan menggunakan tissue dan masih terisak-isak.
Galaksi membeliak kaget dan langsung meraup wajah tampannya. Kemudian pria tampan itu bertanya, "Apa aku menggumamkan nama Meda?"
Aurora yang masih terisak-isak mengangguk pelan.
Galaksi lalu memegang kedua bahunya Aurora dan langsung bertanya dengan wajah girang, "Apa kamu cemburu?"
Aurora yang terbiasa blak-blakan mengangguk pelan dan langsung menunduk.
Galaksi langsung menengadahkan wajah tampannya ke atas, tertawa lega, dan menunduk untuk mencubit dagu Aurora lalu menaikkan pelan wajah gadis itu agar dia bisa bersitatap dengan istri kecilnya itu.
Aurora merona malu dan membuat Galaksi tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium pipi Aurora, lalu pria tampan itu berkata, "Aku menyukaimu, Rora. Entah sejak kapan aku menyukaimu, tapi aku sungguh-sungguh menyukaimu. Aku akui aku memang masih sulit untuk melupakan Meda karena Meda, cinta pertamaku. Tapi, aku berjanji sama kamu mulai detik ini aku akan belajar mencintai kamu dan tidak akan membuatmu menangis karena cemburu lagi. Lalu, apakah kecemburuan kamu itu tanda kalau kamu juga menyukai aku?"
Aurora langsung menepis tangan Galaksi dari dagunya dan gadis itu lalu mengalihkan pandangannya.
Galaksi menangkup pipi kanan Aurora dan mengarahkannya ke depan agar dia dan gadis itu kembali bersitatap, Lalu, pria tampan itu berkata, "Kenapa kamu mengalihkan wajah kamu, padahal kamu belum menjawab aku? Kamu tidak memercayaiku? Atau kamu tidak menyukaiku?"
__ADS_1
"Aku menyukaimu" Sahut Aurora dengan cepat.
Galaksi kembali menggemakan tawa leganya, lalu ia memeluk Aurora sambil berkata, "Kalau kamu menyukai aku, kenapa tadi kamu mengalihkan wajah kamu dariku?"
"Aku masih bingung saat ini? Jadi kita ini apa sekarang? Lalu, apakah aku pantas cemburu sama Kak Meda? Lalu, apakah aku pantas merebut hati suaminya Kak Meda?" Sahut Aurora di dalam pelukannya Galaksi.
Galaksi mendorong pelan kedua bahu Aruroa untuk menatap kedua bola mata indah istri kecilnya itu lalu berkata, "Meda pasti bahagia dan merestui kita. Kita bisa menikah aku rasa Meda yang menjodohkan kita. Kamu boleh cemburu sama Meda, tapi aku akan berusaha untuk tidak membuatmu cemburu lagi"
"Lalu, kita apa sekarang ini?" Aurora menatap Galaksi dengan wajah penuh tanda tanya.
Galaksi terkekeh geli melihat wajah pertanyaan polosnya Aruroa itu. Kemudian pria tampan itu berkata, "Kita pacaran sekarang ini. Yeeaahhh, walaupun kita sudah menikah, tapi kita baru jadian sekarang ini. Kita pacaran sekarang ini" Galaksi kembali terkekeh geli saat ia melihat Aurora tersenyum dan merona malu.
"Kamu ingin kita pergi ke mana sekarang ini?" Tanya Galaksi dengan wajah serius.
"Pulang" Sahut Aurora
Aurora langsung mengalihkan pandangannya dan tersenyum malu.
Galaksi menelengkan wajahnya ke kanan untuk melihat wajah Aurora dan bertanya, "Apa kamu pernah menonton bioskop dengan seroang pria?"
Aurora menoleh kaget dan membeliak saat bibirnya menabrak bibir Galaksi.
Galaksi menyeringai senang dan berkata, "Kamu ingin aku cium lagi, ya?"
Aurora langsung mendorong dada Galaksi sambil berkata, "Kenapa kau tiba-tiba berada sedekat ini denganku"
__ADS_1
Galaksi memeluk Aurora dan berkata, "Salah sendiri kenapa kau mengalihkan wajah kamu lagi. Apa kamu mau nonton film di bioskop denganku? Kalau iya, aku akan ajak kamu nonton bioskop sekarang juga
"Mau. Aku belum pernah nonton film di bioskop dengan cewek ataupun cowok"
"Oke. Aku akan kirim pesan text ke mbak Bun dulu kalau gitu" Galaksi melepaskan pelukannya, mencium kening Aurora, kemudia dia mengetik pesan text untuk mbak Bun.
Lalu, Galaksi memasukkan. telepon genggamnya ke saku kemeja, dan kembali memeluk Aurora lalu ia berbisik di telinga Aurora, "Kamu cantik sekali dengan rambut yang di gerai panjang dan aku suka wangi parfum kamu yang beraroma manis kayak kamu" Bisik Galaksi setelah ia melepas cepol rambutnya Aruroa.
Aurora langsung mendorong dada Galaksi sambil berkata dengan merona malu, "Buruan berangkat! Nanti keburu malam"
Galaksi tersenyum bahagia dan langsung memakai sabuk pengamannya sambil berkata, "Siap Tuan Putriku. Pangeran tampan kamu ini akan mengantarmu menonton film di bioskop"
Aurora terkekeh geli melihat tingkahnya Galaksi
Sepasang suami istri yang baru menikah itu akhirnya sampai di dalam bioskop. Galaksi membeli satu cup popcorn jumbo dan dia cup minuman soda. Keduanya anteng saat film mulai diputar Namun, setelah film seperempat main hal yang Galaksi lakukan adalah membelai rambut Aurora yang tergerai indah.
Dan tak lama setelah itu Galaksi memegang pipi Aurora dan mengelusnya dengan ibu jari. Pipi yang sangat halus dan sangat lembut itu membuat Galaksi tidak bisa berhenti mengelusnya.
Kemudian Galaksi meraih tangan Aurora, menggenggam, dan mencium tangan istri kecilnya itu.
Melihat Aurora diam saja dan tidak menolak, Galaksi melanjutkannya dengan mencium pipi gadis itu
Aurora mendorong Galaksi dengan senyum yang sangat menggoda, sebegitu terpesonannya Galaksi pada senyuman itu, sehingga pria itu terpaku cukup lama menatap senyumnya Aurora. pria tampan itu sudah tidak memerhatikan sekitarnya lagi.
Bersitatap dengan Aurora membuat hati Galaksi berdesir semakin panas, jantung pria itu berdegup keras, hingga ia nekat melancarkan sasaran untuk mencium pipi gadis itu beberapa kali. Aurora menolak manja, sambil berkata, "Mas, ini di bisokop. Kalau ada yang lihat gimana?" Namun, Galaksi mengabaikan ucapan Aurora dan pria itu terus mencium pipi Aurora, hingga pada akhirnya gadis itu menyerah.
__ADS_1
Semuanya tampak begitu menyenangkan, saat Galaksi melihat wajah Aurora memerah, kuping Aurora yang ia cium juga memerah. Lalu, Aruroa dan Galaksi saling pandang. Tatapan mata Aurora membuat jiwa Galaksi bergejolak liar, darah pria tampan itu mendidih, kepala terasa panas penuh gairah. Akhirnya Galaksi mencium bibir Aurora dengan lembut. Beberapa kali. seketika itu Galaksi mabuk kebayang. Galaksi bahkan sudah tidak mengikuti adegan film yang ia dan Aurora tonton saat itu. Setelah ciuman itu Aurora bersandar di bahu Galaksi dan Galaksi bisa mencium aroma manis parfum Aurora sepuasnya.