
"Biar yang kasih susunya ke Awan. Kakak Mandi dulu sana" Aurora merengkuh pelan tubuh mungilnya Awan ke dalam pelukannya.
Saat pipi Aurora berada di depannya, Galaksi mencium pipi itu.
Aurora mendekap Awan dan menoleh kaget ke Galaksi, "Kak! Ada Awan kenapa main cium aja. Tuh! Awan liatin, tuh, aku, kan, malu"
Galaksi sontak menggemakan tawanya dan berkata, "Awan masih bayi. Dia masih belum ngerti apa itu cium-cium"
Galaksi menunggu Aurora duduk di tepi rajang dan memangku Awan. Kemudian pria tampan itu menciumi wajah putra tampannya sebelum Aurora memberikan dot susu ke Awan. Dan saat Aureoa memberikan dot susu ke Awan, Galaksi mengecup bibir Aurora. Aurora sontak mendelik dan ketika gadis cantik itu ingin menyemburkan protes, Galaksi sudah berlari masuk ke kamar mandi dengan diiringi tawa.
Aurora menatap tingkah polos Galaksi dengan tersipu malu. Kemudian gadis cantik itu mengadu ke Awan yang tengah asyik meminum susu dari botol, "Lihat, kan, kelakuan Papa kamu barusan. Papa kamu itu ternyata jahil banget dan lucu" Wajah Aurora semakin merona malu saat tiba-tiba ia teringat kembali ciumannya dengan Galaksi di dalam bioskop. Aurora mendekap erat tubuh Awan sambil memekik lirih, "Awan! Tante malu, nih. Tante tadi sepertinya membalas ciuman Papa kamu dengan......emm, eh! Kenapa aku ngobrol soal ciuman sama kamu? Nggak! Nggak boleh! Anak kecil belum boleh dengar soal cium-cium" Gadis cantik itu kemudian mengusap kening Awan dengan senyum penuh cinta.
Grab! Galaksi memeluk Aurora dari arah belakang tepat ketika Aurora menarik lepas botol susu yang sudah kosong dari mulut mungilnya Awan.
Dan di saat Aurora hendak bangkit berdiri untuk merebahkan Awan yang sudah terdiri pulas ke dalam box bayi, Galaksi menahan Aurora dan berkata, "Rebahkan Awan di kasur saja. Aku akan menjaganya malam ini"
Aurora menuruti permintaan Galaksi. Gadis cantik itu meletakkan. Awan di tengah kasur dengan perlahan, lalu ia menaruh dua guling di sisi kanan dan kirinya Awan. Kemudian dengan perlahan, Aurora berbalik badan dan gadis itu hampir saja berteriak kencang saat ia melihat Galaksi bertelanjang dada dan hanya ada handuk terlilit di pinggang.
Aurora sontak bangkit berdiri dan Galaksi langsung menarik tangan Aurora hingga gadis itu terjatuh di atas pangkuannya. Galaksi langsung membungkam bibir Aurora dengan bibirnya saat ia melihat gadis itu ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Setelah mencium bibir Aurora kurang lebih satu detik, Galaksi melepaskan bibir ranum istrinya lalu menatap Aurora yang wajahnya memerah malu dan dengan menahan senyum geli, pria tampan itu berkata, "Maaf aku refleks mencium kamu supaya kamu nggak teriak. Kalau kamu teriak kencang tadi, Awan akan bangun dan menangis"
__ADS_1
Aurora langsung bangkit berdiri dan berbalik badan dengan cepat sambil berkata, "Kenapa Kakak nggak pakai baju?"
"Lha iya, to, tapi mana bisa aku pakai baju kalau semua bajuku ada di kamarku?" Sahut Galaksi dengan senyum geli.
"A....aku akan ambilkan baju untuk Kakak" Aurora kemudian berjalan dengan terus memunggungi Galaksi, lalu berlari keluar dari dalam kamarnya.
Kepala Galaksi berputar mengikuti arah perginya Aurora dengan tergelak lirih. Kemudian, pria tampan itu merangkak naik ke atas ranjang dan tidur miring di samping putra tampannya. Ia kemudian mengusap lembut pipi kemerahan putra tampannya dan dengan terkikik lirih ia berkata, "Tante kamu itu lucu banget. Papa semakin gemas sama dia. Sama seperti Papa gemas sama kamu"
Beberapa menit kemudian, Aurora menyerahkan kaos dan celana boxer ke Galaksi dengan memunggungi pria tampan itu dan tanpa menoleh ke belakang, gadis cantik itu berkata, "Nih baju Kakak. Cepat pakai biar nggak masuk angin!"
Galaksi bangun dan sambil mengulum bibir menahan senyum, ia meraih kaos dan celana boxer itu.
Ketika Aurora hendak melangkah maju, Galaksi yang sudah memakai kaosnya mencekal pergelangan tangan Aurora sambil bertanya, "Kok nggak kamu ambilkan yang itu"
"Memangnya kamu paham itu yang aku maksud itu apa?" Tanya Galaksi dengan terkekeh geli.
Aurora yang masih memunggungi Galaksi langsung menyahut, "Tahu. Pasti itu, kan"
Galaksi hampir saja ngakak lepas dan saat ia ingat ada Awan yang tidur pulas di atas kasur, pria tampan itu menutup mulutnya dan melepaskan tawanya mendengar Galaksi tertawa, Aurora langsung berlari keluar kamar dan dengan cepat meluncur ke dapur untuk menenggak sebotol air mineral dingin ukuran kecil.
Galaksi memakai celana boxernya tanpa itu dan kembali tergelak geli tanpa mengeluarkan suara. Setelah memasukkan handuk ke keranjang khusus baju kotor, Galaksi kembali ke ranjang masih dan dengan sisa tawa gelinya ia merebahkan diri di samping Awan, lalu memeluk tubuh mungilnya Awan dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Tapi di saat Aurora memasukkan botol air mineral ke keranjang sampah, telepon genggamnya berbunyi. Aurora mengambil telepon genggam yang ada di saku belakang celana pendeknya dan langsung mengangkat panggilan telepon itu saat ia tahu siapa yang meneleponnya di jam dua belas malam, "Halo? Ada apa Paman?"
"Kenapa kamu diam saja dan nggak bilang iya waktu Kibar anakku nembak kamu?" Hernowo langsung nyerocos.
Aurora menghela napas panjang lalu berkata, "Aku masih fokus ke masalah Kak Meda. Aku belum bisa berpikir jernih saat ini, Paman. Maafkan aku dan aku ngantuk berat saat ini. Selamat malam dan selamat tidur, Paman. Mmuuaahhh, i love you" Aurora kemudian mematikan panggilan telepon itu dan mematikan telepon genggamnya sambil berjalan kembali ke kamarnya.
"Halooooo! Rora! Hei! Paman belum selesai bicara! Wah! Benar-benar anak ini, ya?! Hufftttt! Tunggu besok, ya, akan aku jewer dia" Hernowo menggelengkan-gelengkan kepalanya di depan layar telepon genggamnya sambil mengusap-usap dadanya dan kembali berkata, "Sabar!!!!!"
Aurora langsung menyemburkan protes sambil menendang pelan kaki Galaksi, "Kak! Kakak, kok, tidur di sini?"
Galaksi yang sudah memejamkan mata dan malas bangun menyahut pelan, "Iya. Kakak capek banget. Kakak malas bangun. Kakak akan tidur di sini dan nggak akan ngapa-ngapain kamu. Tidurlah sana! Udah malam banget,nih"
Aurora kembali menendang pelan kaki Galaksi dan berkata, "Tapi, aku nggak akan bisa tidur kalau ada cowok di sebelahku. Aku, kan, nggak pernah tidur satu ranjang dengan cowok"
"Kalau gitu, kamu tidur di kamarku saja" Sahut Galaksi dengan nada lelah dan tanpa membuka mata.
Aurora kembali menendang pelan kaki Galaksi dan berkata, "Nggak mau. Mana bisa aku tidur di kamar laki-laki"
Galaksi yang masih malas membuka mata dan bangun, mulai menggeram kesal, "Kalau nggak segera tidur, aku akan meminta tanggung jawab kamu sebagai Istriku malam ini juga"
Aurora langsung menjerit pelan, "Iya! Aku akan tidur" Lalu, gadis itu berlari mengitari tempat tidur dan merebahkan diri di sisi tempat tidur yang kosong. Gadis itu langsung memejamkan mata dan berkata lirih, "Aku sudah tidur"
__ADS_1
Galaksi yang berada di sisi lain, mengulum bibir menahan senyum mendengar ucapannya Aurora.