Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
Aksi Heroik Kibar


__ADS_3

Kibar melihat Bintang tanpa sengaja di sebuah bar milik keluarganya saat pria ganteng berambut gondrong itu tengah melakukan rapat bisnis dengan salah satu klien kakeknya. Di sana Kibar melihat Bintang tengah asyik melantai di lantai dansa bersama dengan lima orang cewek lainnya.


"Kelakuan Bintang bener-bener parah" Batin Kibar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saat Kibar melihat ada seorang cowok mendekati Bintang dari arah belakang dan melecehkan Bintang, Kibar langsung bangkit berdiri. Pria ganteng berambut gondrong itu tiba tepat waktu saat Bintang berteriak kencang, "Jangan sentuh aku!"


Kibar langsung menarik kerah bagian belakang kaos cowok kurang ajar yang sudah lancang memeluk dan menciumi leher Bintang dari arah belakang itu dan Kibar langsung membantingnya di lantai dansa sambil berteriak kencang, "Pergi dari sini!"


Bintang tersentak kaget saat ia melihat Kibar tampak sangat keren dan ganteng berdiri di depannya dan tengah membelanya. Di sepanjang kehidupannya Bintang, belum pernah ada seorang cowok membelanya dengan sekeren itu.


Alih-alih menuruti perkataan Kibar, cowok kurang ajar itu justru bangkit berdiri sambil meraih botol dan memecahkan botol di meja bar, kemudian mengarahkan botol yang sudah pecah dan tampak mengerikan itu di depan Kibar sambil berteriak, "Maju kalau berani! Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu karena sudah berani menjatuhkan anak walikota!"


"Cih! Dasar bodoh!" Kibar langsung melompat, mengangkat satu kakinya dan menendang dagu cowok kurang ajar itu dan seketika cowok kurang ajar itu terjengkang ke belakang dan jatuh pingsan.


Kelima anak buah cowok kurang ajar itu langsung mengepung Kibar dan dengan mudahnya pria ganteng bermabut gondrong itu berhasil menjatuhkan semuanya dalam hitungan detik


Bintang dan teman-temannya terkagum-kagum melihat aksi heroiknya Kibar.


Lalu, Kibar menyuruh anak buahnya untuk melempar keluar cowok kurang ajar dan anak buahnya keluar dari bar.


Bintang melangkah pelan mendekati Kibar dengan senyum malu-malu dan berkata, "Terima kasih sudah menolongku"


Kibar berbalik badan lalu bertanya, 'Kamu ke sini naik apa?"


"Naik mobil temanku ini"


"Ini sudah malam. Ayo pulang! Aku akan antarkan kamu!" Kibar langsung menggenggam tangan Bintang dan menarik gadis itu keluar dari bar.

__ADS_1


Seketika hati dan jantung Bintang berjumpalitan tidak karuan. Dia seketika jatuh cinta pada Kibar untuk itulah ia membiarkan dirinya ditarik keluar oleh pria ganteng bermabut gondrong yang sudah menyelamatkan dirinya.


Kibar mengantarkan Bintang sampai ke paviliunnya gadis itu dan berkata, 'Lain kali jangan pergi ke bar tanpa cowok!"


"Kalau aku pengen ke bar dan minta kamu menemani aku, apa kamu mau?"


"Kita lihat saja nanti. Sekarang turun lah"


"Terima kasih" Bintang tersenyum lebar dengan hati berbunga-bunga dan turun dari dalam mobilnya Kibar dengan langkah riang gembira. Gadis itu jatuh cinta untuk yang pertama kalinya dan perasaan cintanya itu untuk Kibar.


Sesampainya di kamar, Galaksi merebahkan putranya di atas kasur dan meletakkan guling di kedua sisi tubuh mungilnya Awan. Kemudian ia menarik Aurora ke sofa.


Salah satu tangan Galaksi menarik tengkuk istri cantiknya dan mulai memagut bibir Aurora dengan penuh gairah yang menggebu tanpa kelembutan seperti biasanya. Galaksi berbisik di sela cumbuannya, "Panggil aku, Mas, Sayang!"


"Mas" Aurora menatap penuh cinta kedua bola mata teduh suaminya dan wanita itu kemudian mengerang.


Aurora sontak menepuk pelan dada bidang suaminya, dan Galaksi tersenyum lebar, lalu ia mencium tangan istri kecilnya, setelah itu Galaksi memulai kembali aksinya mencium kening istrinya, kedua kelopak mata istrinya yang terpejam rapat, kedua pipi istrinya, sambil tangannya membuka satu persatu kancing blus yang Aurora pakai saat itu. Pengusaha muda yang tampan dan berhati lembut itu, kemudian menyusupkan ciumannya di leher istri cantiknya dan mulai meninggalkan beberapa tanda kepemilikkan di sana.


Aurora mengerang dan merintih pelan membuat Galaksi buru-buru mencari kembali bibir ranum istrinya yang sudah menjadi candu bahunya, untuk ia pagut kembali. Dan terjadilah pergulatan liar, panas, dan penuh gairah di sofa itu.


Setelah mengerangkan kenikmatan secara bersamaan, Galaksi memeluk erat tubuh istrinya dan mengajak istrinya kembali berciuman. Galaksi kemudian melepaskan ciumannya dan bertanya sambil menangkup wajah istrinya, "Apa kau mau memanggilku Mas, setiap hari?"


"Mau" Auroa menjawab dengan malu-malu.


Galaksi tertawa senang lalu mengajak Aurora berciuman kembali dan terjadilah ronde kedua pergulatan panjang, liar, dan penuh gairah di sofa itu.


Keesokan harinya, Galaksi terpaksa mengajak istrinya dan anaknya untuk pulang karena Herman meneleponnya dan mengatakan kalau ada masalah penting di perusahaannya.

__ADS_1


"Kita harus pulang. Maafkan aku. Herman sudah balik dari Jerman dan mengatakan kalau ada masalah penting di perusahaan" Galaksi mencium pelipisnya Aurora dan berkata, "Tapi, aku janji sama kamu setelah semua masalah di perusahaan selesai, aku akan ajak kamu berlibur lagi"


"Iya, Mas"


Aurora melihat mertua dan adik iparnya berdiri di depan pintu masuk paviliun A saat mbak Bun membawa Awan turun dari dalam mobil. Galaksi yang masih asyik berbincang dengan Herman di telepon genggam tidak menyadari kalau mama dan adiknya berdiri di depan paviliunnya.


Aurora tersenyum penuh arti dan berkata di dalam hatinya, aku akan tunjukkan ke kalian kalau aku dan Mas Gala saling mencintai.


Aurora melepas sabuk pengamannya dan menunggu Galaksi melepas sabuk pengaman. Lalu, ia menoleh ke suami tampannya. Galaksi menoleh ke Auroa dan bertanya, "Kok, belum turun? Mbak Bun udah bawa Awan turun" Alih-alih turun atau menjawab pertanyaan suami tampannya, perempuan cantik dan tangguh itu justru mencondongkan tubuh dan mencium bibir suaminya. Galaksi tersentak kaget, namun pria itu menyukainya.


Galaksi secara perlahan dengan menjaga suasana tetap santai, membalas ciumannya Aurora sambil menyentuh wajah dan bahu istri tercintanya itu. Galaksi kemudian mengganti posisi kemiringan wajahnya secara perlahan dan meningkatkan intensitas ciuman dengan meningkatkan intensitas sentuhan.


"Kenapa monyet liar dan Kakak kamu belum juga turun dari dalam mobil, Bin?" Tanya mamanya Galaksi ke anak perempuannya.


"Entah, Ma. Mungkin mereka tengah asyik berciuman. Mereka, kan, baru pulang dari berlibur" Sahut Bintang acuh tak acuh.


"Apa?!" Mawar langsung berlari ke mobil dan menempelkan wajahnya di kaca mobil untuk melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam mobil.


Sial! Benar apa kata Bintang. Monyet liar itu mencium anakku. Batin Mawar kesal.


Pria tampan itu sontak menarik bibirnya saat ia melihat ada wajah mamanya di kaca mobil.


Auroa ikutan kaget lalu menoleh ke belakang dan istrinya Galaksi itu sontak berteriak, "Aaaaaaaa!!!!! Ada Mak Lampir, Mas!!!!!" Lalu, ia menyusupkan wajah cantiknya di dada Galaksi.


Mawar tersentak kaget mendengar teriakannya Auroa dan sontak ia mengetuk kaca mobil berulangkali sambil berteriak, "Keluar kalian sekarang juga!"


Galaksi terkekeh geli dan berkata, "Itu Mama. Bukan Mak Lampir. Ayo kita turun sebelum Mak Lampir marah besar, eh! Kok ikutan nyebut Mak Lampir"

__ADS_1


Aurora langsung melepas tawanya mendengar selorohan suami tampannya.


__ADS_2