Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
Penting


__ADS_3

"Kamu nggak sayang melepas cita-cita kamu menjadi dokter dan bekerja sebagai dokter hanya demi mencari sesuatu yang tidak akan kamu temukan?" Tanya Galaksi kemudian.


Dan, dhuar! Seketika ambyar rasa suka yang mulai menyeruak masuk ke dalam hatinya Aurora. Gadis itu kemudian memalingkan muka ke depan sambil berkata judes, "Kalau hatiku berkata aku harus mencari maka aku akan mencari sampai dapat karena hatiku tidak pernah salah"


"Tapi, jangan selalu mengandalkan hari. Kita perlu berpikir logis juga. Aku sudah hilang berkali-kali ke kamu kalau Mama dan adikku itu sayang banget sama Meda dan mereka akur selama ini. Soal jamu itu juga nggak akan mungkin kamu temukan kerena aku tidak pernah melihat Mamaku memberikan jamu ke Meda"


"Tapi, tes lab berkata lain dan ada saksinya!" Aurora sontak menoleh kesal ke Galaksi.


"Terserah kamu. Yang pasti, aku sudah mengingatkan kamu kalau kamu akan kehilangan cita-cita kamu demi mengejar sesuatu yang sia-sia"


"Lihat dan tunggu saja! Aku akan tampar kamu dengan kebenarannya nanti. Lihat dan tunggu saja!" Aurora menggeram kesal lalu mengalihkan muka ke jendela mobil dan menempelkan keningnya di sana dengan wajah cemberut.


Aurora kemudian berkata di dalam hatinya, aku hampir saja menyukaimu. Tapi, sekarang nggak lagi, cih!


Galaksi melirik Aurora dengan helaan napas panjang.


Dia keras kepala juga selain galaknya minta ampun. Batin Galaksi kemudian.


Beberapa jam kemudian, mereka sampai di sebuah rumah sakit swasta. Galaksi langung mengajak Aurora menemui direktur utama rumah sakit swasta tersebut dan Aureoa terus protes saat ia dan Galaksi masuk ke dalam lift, "Aku cuma perlu bertemu HRD rumah sakit ini dan mencabut lamaranku. Kenapa kau malah mengajakku menemui direktur utama rumah sakit ini?"


"Sudah diam! Nurut aja sama Suami kamu. Dosa besar lho kalau Istri nggak mau nurut sama Suami" Sahut Galaksi


Aurora hanya bisa menghela napas panjang.


Beberapa menit kemudian, Galaksi dan Aurora duduk di depan direktur utama rumah sakit tersebut.


"Ada keperluan apa Tuan Galaksi Zayyan ingin bertemu dengan saya?"

__ADS_1


Aurora sontak menoleh kaget ke Galaksi saat Galaksi menyahut, "Istri kecil saya ini melamar di rumah sakit ini dan diterima Tapi, maafkan saya. Saya dan Istri saya ingin segera memiliki momongan. Jadi, Istri saya ingin menunda dulu untuk tidak bekerja. Apakah nanti, jika Istri saya sudah memiliki anak, boleh melamar kerja lagi di sini?"


Saat Aurora hendak menginjak kaki Galaksi, dengan sigap Galaksi menggeser kakinya dan menoleh ke Aurora dengan senyum penuh kemenangan.


Aurora langsung mengepalkan kedua tangannya yang ada di atas pangkuannya dan mengeram di dalam hatinya, sial! Siapa yang ingin punya anak sama kamu, cih!


Direktur utama itu kemudian tertawa lebar lalu berkata, "Saya sudah melihat berkas lamaran Istri Anda dan saya suka dengan nilai-nilai dan prestasi Istri Tuan. Saya bersedia menunggu Istri Anda dua tahun lagi dan kalau Istri Tuan bersedia melamar lagi di sini, akan langsung saya terima. Lagipula dia tahun lagi, Istri Anda masih berumur dua puluh lima tahun, masih cukup muda untuk diterima bekerja menjadi dokter umum di sini"


"Terima kasih banyak. Saya sangat menghargai kebaikan dan kemurahan hati Anda ini, Pak William. Kapan-kapan kalau Anda berkunjung ke salah satu hotel atau resort saya, Anda hubungi saya dan saya akan berikan kamar VVIP dan layanan VVIP secara gratis"


"Hahahahahaha. Baiklah, Tuan Galaksi. Saya berterima kasih untuk niat baik anda itu"


Galaksi dan direktur utama rumah sakit swasta itu kemudian saling berjabat tangan lalu Galaksi pamit pulang.


Sedangkan Aurora hanya bisa membalas jabatan tangan direktur utama itu dengan senyuman terpaksa


Galaksi menghela napas panjang lalu tersenyum dan berkata dengan suara lembut penuh dengan kesabaran, "Rora, kalau aku tidak menemui direktur utama dan tidak memberikan alasan yang tepat kenapa kau mencabut lamaran kamu, maka nama kamu akan jelek dan semua rumah sakit tidak aka. mau menerima kamu kalau kamu pengen bekerja jadi dokter"


"Kenapa?" Aureoa yang masih bersedekap, menjulurkan wajahnya ke Galaksi.


"Karena kamu baru saja melamar, sudah diterima, lalu kamu mencabutnya sebelum kamu mulai bekerja dan tanpa alasan. Maka HRD akan menilai kamu orang yang plin-plan dan dia akan menyebarkan nama kamu ke semua HRD di semua rumah sakit yang ada di kota ini. Lalu, apa akibatnya bagi kamu?"


"Aku tidak dipercaya lagi dan tidak bisa lagi diterima bekerja di mana pun" Sahut Aurora dengan mengurai sedekapnya.


"Nah! Pinter, tuh" Sahut Galaksi.


Aurora kemudian melangkah ke samping untuk berdiri di sebelah Galaksi lalu gadis itu berkata tanpa menoleh ke Galaksi, "Terima kasih sudah menyelamatkan kredibiltasku"

__ADS_1


"Sama-sama Nyonya Galaksi Zayyan" Sahut Galaksi. "Tapi, apa yang kau lakukan tadi tidak gratis. Kamu harus membayarnya"


Aurora sontak menoleh ke Galaksi dan berkata, "Berapa yang kau minta?"


"Aku tidak meminta uang atau barang. Aku minta waktu kamu sebentar"


"Untuk apa?"


"Aku akan ajak kamu ke suatu tempat"


.


"Ke mana?"


"Kau akan tahu nanti" Sahut Galaksi dengan senyum lebar.


Beberapa jam kemudian, Galaksi mengajak Aureoa turun di sebuah bukti perhiasan berlian.


"Untuk apa kita ke sini?"


"Beli permen" Sahut Galaksi asal-asalan dan Aurora sontak menepuk keras bahu Galaksi sambil melotot.


"Hahahahaha. Iya, aku nggak akan bercanda lagi. Aku ke sini mau mengambil cincin pernikahan kita"


Aurora langsung mengeram langkahnya dan berkata, "Lalu, cincin Kak Meda? Kau sudah pakai cincin Kak Meda. kau tidak boleh mengganti cincin itu dan ........"


"Aku tidak mengganti cincinnya Meda. Aku pakai cincin pernikahanku dan Meda menjadi liontin kalung. Lalu, aku akan pakai cincin pernikahan kita di jari manisku. Itu tandanya kalau kamu dan Meda sama pentingnya bagiku" Ucap Galaksi.

__ADS_1


Dan, jantung Aurora kembali berdegup kencang mendengar dirinya penting bagi Galaksi.


__ADS_2