Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
Pergi


__ADS_3

"Rora, kita pergi dari sini. Kita tidak akan tinggal di sini lagi mulai detik ini juga!"


Aurora langsung merengkuh Awan ke dalam gendongannya dan berlari ke sampingnya Galaksi.


Mawar dan Bintang melongo di depan Galaksi.


Karena terbakar emosi, Mawar sontak menyemburkan, "Kalau kau pergi dari sini, Mama tidak akan ijinkan kamu mengelola perusahaan dan Mama akan mengambil semua aset kamu termasuk mobil dan rumah ini"


"Tidak masalah. Aku masih punya rumah dan mobil yang aku beli dari hasil jerih payahku sendiri. Aku juga punya bisnis kecil yang aku rintis sendiri dan aku rasa dari bisnis kecilku itu aku masih bisa membiayai keluarga kecilku. Ayo kita pergi, Rora!"


Mbak Bun yang sedari tadi diam langung mengemasi barang-barangnya Awan, lalu asisten rumah tangga yang sangat setia itu berlari menyusul Galaksi dan Aurora.

__ADS_1


Galaksi berkata ke Herman yang sudah muncul di depannya, "Aku akan pergi ke rumahku dan aku tidak akan mengurus perusahaan lagi! Tolong jaga Mama dan adikku juga perusahaan peninggalan Papaku dengan baik"


Mawar dan Bintang berlari menyusul Galaksi dengan derai air mata. Mawar terus berteriak, "Kalau kau pergi dari rumah ini kau akan menderita, Gala!"


Galaksi terus memeluk Aurora dan mengajak Aurora berjalan ke terasa depan tanpa mengindahkan teriakan mamanya.


"Tapi, Tuan, Anda tidak bisa meninggalkan perusahaan begitu saja" Ucap Herman dengan wajah sedih.


Aurora menganggukkan kepalanya dan mbak Bun langsung mengekor langkah Auroa sambil menenteng dia tas berisi barang-barangnya Awan termasuk susu dan semua botol bayi beserta alat sterilisasi botol bayi.


Sepeninggalnya Aurora dan mbak Bun, Galaksi langsung berbisik ke Herman, "Tolong urus semua saham dan aku akan ambil alih semua perusahaan Papa. Lalu, tetap selidiki kematian Omnya Meda dan Rora. Juga selidiki kematian Papa dan Mama mertuaku. Aku yakin kalau Mamaku ada di balik semua ini"

__ADS_1


Herman hanya menganggukkan kepalanya.


Mawar sampai di halaman depan dan langsung mencekal lengan Galaksi sambi terisak menangis, wanita paruh baya itu berkata, "Kau tega meninggalkan Mama dan adik kamu tinggal sendirian di rumah sebesar ini? Kau tahu benar kalau Mama tidak bisa hidup terpisah dari kamu, Gala"


Galaksi menarik lengannya dan berputar badan dengan pelan untuk menghadap mamanya dan berkata, "Kalau Mama tidak bisa hidup di rumah ini sendirian dan tidak bisah hidup terpisah dariku, kenapa Mama tega menindas Meda sampai Meda keguguran dan meninggal, Ma? Mama bahkan tega memfitnah Rora"


Mawar langsung menyahut, "Aku lakukan semua itu karena aku sayang sama kamu. Aku nggak ingin kamu salah menikahi wanita dari kaum rendahan seperti ......."


"Cukup, Ma! Jangan hina Istriku!" Galaksi kemudian masuk ke dalam mobil yang dia beli dengan uang hasil keringatnya sendiri.


Secara diam-diam, Galaksi memulai usaha kecil-kecilan membuat jam tangan dan setelah berjalan selama lima tahun, bisnisnya berkembang dengan pesat. Dari hasil bisnis jam tangan itu, Galaksi berhasil membeli sebuah rumah dan sebuah mobil tanpa sepengetahuan mamanya. Dia dulu berencana akan memberikan kejutan ke Meda, tapi justru Aurora yang mendapatkan kejutan itu.

__ADS_1


Mawar langsung duduk bersimpuh di atas rumput dan berteriak kencang, "Gala! Jangan tinggalkan Mama! Gala!!!!!! Huhuhuhuhu!"


__ADS_2