
"Ma! Kita kenapa selalu bertemu dengan dua pria menyebalkan itu dan kita malah nggak ketemu sama Aurora?!"Bintang memekik kesal sambil menjejak-jejakkan kedua kakinya di atas rumput.
"Udah jangan marah-marah di rumah orang! Malu. Ayo kita pulang saja!" Sahut Mawar dengan tidak kalah kesalnya. Niatnya untuk melabrak dan menjambak Aurora gagal total.
Galaksi lalu menunduk dan mencium pipi Aurora.
Aurora tersentak kaget dan langsung mengelap pipinya sambil melotot Galaksi dan langsung menyemburkan, "Kenapa kau cium pipiku, hah?!"
"Apa salahnya? Sebagai kakak ipar wajar kalau aku mencium pipi kamu. Sebagai Suami kamu, lebih wajar lagi kalau aku mencium pipi kamu" Ucap Galaksi sambil berjalan mendahului Aurora.
"Kau!" Aurora langsung berlari menyusul Galaksi dan berteriak, "Berhenti!"
Galaksi mengentikan langkahnya dan berputar badan untuk berhadapan dengan Aurora.
Aurora menggeram kesal dan sambil berkata, "Karena kau telah mencium pipiku, sekarang rasakan ini!" Aurora langsung mengarahkan tendangan mautnya ke kaki Galaksi, Namun Galaksi berhasil menghindar dan pria itu langsung berkata, "Aku juga bisa bela diri. Jangan anggap remeh diriku Kalau kamu nekat menendangku lagi, maka aku akan menangkap kamu, memeluk kamu, dan mencium pipi kamu yang sebelah kiri, tadi, kan, aku cium yang sebelah kanan"
"Huh! Dasar pria tua menyebalkan" Aurora langsung bersedekap di depan Galaksi.
"Pria tua? Aku masih berumur dua puluh sembilan tahun, Nona Aurora Herlambang"
"Dan aku masih berumur dua puluh tiga tahun. Lebih tua siapa, hah?!" Aurora menjulurkan wajah cantiknya ke depan dengan masih bersedekap.
"Yeeaaahhh! Terserah kamu" Ucap Galaksi sambil kembali melangkah menuju ke parkiran mobil.
Sesampainya di parkiran mobil, Galaksi kaget dan langsung bertanya ke mbak Bun, "Herman mana?"
"Pak Herman memanggil supir kantor untuk menjemputnya dan Pak Herman langsung meluncur ke bandara katanya"
"Oh, iya! Ada pertemuan dengan klien di Tiongkok. Aku akan menyusul besok saja" Gumam Galaksi.
Lalu, ia masuk ke jok kemudi saat ia melihat Aurora sudah masuk ke dalam mobil.
Galaksi lega Aurora duduk di sebelahnya dan tidak duduk di jok belakang.
Masih ngerti sopan-santun juga anak ini. Bagus, deh. Batin Galaksi.
__ADS_1
Sial! Kenapa susah banget memasang sabuk pengaman ini? Aurora mengerucutkan bibirnya dan dengan wajah yang mulai kesal ia terus menarik sabuk pengamannya.
Aurora tersentak kaget dan menarik napas dadakan saat ia melihat wajah Galaksi tiba-tiba berada dekat sekali dengan wajahnya.
Setelah membantu memasang sabuk pengamannya Aurora, Galaksi kembali menegakkan badan, lalu memasang sabuk pengamannya sendiri sambil bertanya, "Kenapa kau masih mematung kayak gitu? Apa yang kau pikirkan?"
Aurora langung menghela napas panjang, lalu menoleh ke Galaksi untuk menyemburkan, "Aku nggak mikir apa-apa!"
Galaksi mengulum bibir menahan geli, lalu bertanya, "Kamu sudah pernah berpacaran? Maaf kalau nanya, tapi aku berhak nanya karena aku ini, kakak ipar sekaligus suami kamu"
"Belum pernah"
"Apa kamu sudah pernah berciuman?"
"Belum pernah"
"Apa kamu ......"
"Stop nanya-nanya! Aku belum pernah melakukan hal-hal romantis seperti berpacaran, berciuman, dan menikah, titik"
"Oke! Aku nggak akan nanya lagi dan ....."
"Iya! Baiklah nggak usah teriak gitu! Aku nggak akan nanya-nanya lagi, Rora!"
"Bukan itu. Mundurkan mobilnya dan parkir di depan toko bahan roti yang kita lewati barusan"
Galaksi menuruti kemauannya Aurora. Setelah ia memberhentikan mobilnya, Aurora langsung membuka sabuk pengaman sambil membuka pintu mobil lalu melompat turun tanpa permisi.
Galaksi hanya menghela napas panjang melihat kelakuannya Aurora. Lalu, pria tampan itu menoleh ke belakang untuk melihat Awan dan bertanya ke mbak Bun, "Dia sudah tidur?"
"Sudah, Tuan" Sahut mbak Bun sambil memasukkan botol susunya Awan yang sudah kosong ke dalam tas khusus untuk bayi yang diberikan oleh rumah sakit.
Arora kemudian masuk kembali ke dalam mobil tanpa membawa apapun dan dengan santainya gadis cantik itu berkata sambil memasang sabuk pengamannya, "Jalan lagi! Kok, malah bengong?"
Galaksi kembali menghidupkan mobil dan saat ia melajukan mobilnya Kemabli menyusuri jalan raya yang padat sekali siang hari itu, ia bertanya, "Kok masuk aja? Kamu nggak beli apa-apa? Aku kira kamu pengen beli sesuatu karena pas bilang stop! Kamu penuh semangat" Galaksi mengulum bibir menahan geli.
__ADS_1
Aurora menoleh santai ke Galaksi sambil berkata, "Karena aku masuk dalam kategori CLBK?"
"Katanya belum pernah pacaran, kok, punya CLBK?" Galaksi menoleh sekilas ke Aurora.
"CLBK punyaku lain. CLBK punyaku itu, Cuma LIhat Beli Kagak"
Mbak Bun spontan terkekeh geli mendengar ucapannya Aurora.
Aurora menoleh sekilas ke jok belakang dan tersenyum lebar ke mbak Bun.
"Memangnya mau beli apa? Kenapa nggak bilang sama Kakak? Kakak ini suami kamu dan Kakak rasa Kakak bisa belikan buat kamu. Kamu pengen apa? Oven, mixer, atau Chopper. Kita putar balik aja. Kakak akan ikut turun dan Kakak akan belikan"
Aurora langsung menepuk bahu Galaksi dengan keras, kalau putar balik sensasi CLBK-nya nggak asyik lagi, cih! Dasar or ah kaya apa-apa main beli aja. Nggak tahu sensasinya menabung dan nggak tahu sensasinya CLBK"
"Kalau sensasi CLBK yang Cinta Lama Bersemi kembali ku belum pernah mengalami karena cinta pertamaku, ya, sama Kakak kamu. Andromeda adalah cinta pertama dan cinta sejatiku" Sahut Galaksi.
"Bukan yang itu CLBK yang ku maksud. Huh! Dasar! Pokoknya nurut sama.aku. Jangan puter balik!" Pekik Aurora.
Galaksi mengulum bibir menahan geli, lalu berkata, "Oke! Aku akan nurut sama kamu. Aku nggak akan outer balik. Tapi, lain kali kalau pengen apa-apa bilang ke aku. Aku Suami kamu sekarang ini"
"Hmm" Aurora menyahut singkat.
Lalu, gadis itu berkata di alam hati, aku nggak akan minta sama kamu. Aku bisa cari uang sendiri.
Sesampainya di istananya keluarga Zayyan, Aurora terpana kaget dan langsung menempelkan keningnya di jendela.saat jiwa miskinnya menangis perih.
Gila! Ini rumah apa stadion bola? Nggak! Rumah ini bahkan lebih besar dari stadion bola. Good bener! Batin Aurora.
Galaksi melirik kelakuan Aurora dan pria tampan itu kembali mengulum bibir menahan geli.
Galaksi langsung membawa Aurora ke paviliun A dan berkata, "Kamar kamu ada di lantai dua. Di depan kamarku. Kita tidur terpisah, kan? Apa kamu berubah pikiran setelah sampai di sini?"
"Tentu saja kita tidur terpisah. Siapa yang akan berubah pikiran, dasar mesum!" Aurora bersedekap dan langsung masuk ke dalam kamar yang ditunjuk oleh Galaksi.
Mbak Bun menyusul Aurora dan langsung dihentikan Galaksi, "Mbak, aku pengen menggendong Awan untuk aku kasih lihat ke Mamaku dan Bintang"
__ADS_1
Aurora langsung memutar badan dan berhadapan dengan Galaksi untuk berkata, "Nggak bisa! Aku nggak ijinkan kamu bawa Awan ke Mana kamu dan adik kamu tanpa aku!"
"Iya! Tentu saja sama kamu. Kamu, kan, Istriku. Mandilah dulu, lalu kita temui Mama dan adikku. Kita kenalkan Awan ke Mama dan adikku sekalian kita umumkan pernikahan kita" Sahut Galaksi.