
"Kak! Aku mau itu. Apa Kakak mau mengantre dan membelikannya untukku?"
Galaksi terpaksa mengangkat kepalanya dari pangkuan Aurora kemudian pria tampan itu bangun, duduk tegak untuk melihat arah jari telunjuknya Aurora.
Pria itu kemudian menatap kekasihnya dan bertanya, "Memangnya kamu tahu makanan apa yang kamu tunjuk saat ini?"
Aurora yang masih mengarahkan jari telunjuknya ke gerobak bertuliskan es kapal, tersenyum lebar ke Galaksi dan menggelengkan kepala.
Galaksi mengusap rambut Aurora dan tersenyum. "Oke, aku akan belikan walupun kamu nggak tahu apa makanan yang kamu inginkan itu. Tunggu di sini dan jangan ke mana-mana!"
Aurora menganggukkan kepala dengan senyum riang.
Pas Galaksi berdiri di belakang antrean dan dia berada di baris paling belakang, wanita yang berdiri di depan Galaksi sontak menoleh. Awalnya wanita menoleh malas, namun pas ia tahu kalau yang berdiri di belakangnya cowok yang sangat tampan, wanita itu langsung berbalik badan, menghadap ke Galaksi dan dengan senyum cantiknya ia berkata, "Selamat pagi, apa boleh saya berkenalan dengan kamu? Emm, sepertinya kita seumuran dan......."
"Tidak boleh" Galaksi berucap sembari melangkah mundur sebanyak dua kali.
"Kenapa tidak boleh? Tidak hukum yang melarang kita untuk saling berkenalan, kan? Aku suka joging sore di taman ini. Rumahku dekat dari sini, aku pemilik butik Rose dan namaku kebetulan juga sama, Rose"
Alih-alih mendengarkan dan memperhatikan wanita cantik yang tengah mengajaknya berkenalan, Galaksi menoleh ke kiri dan melambaikan tangannya ke Aurora dengan senyum penuh cinta.
Wanita cantik yang mengaku bernama Rose, refleks mengikuti arah tangan Galaksi yang melambai dan bertanya, "Apa dia adik kamu? Cantik banget dia. Pantas saja kalau dia cantik. Abangnya aja setampan ini"
Galaksi menoleh ke wanita itu untuk bertanya, "Apa aku dan dia mirip?"
"Mirip, dong. Namanya kakak adik pasti mirip. Kalian sama-sama cakep. Nanti setelah es kapal kita jadi, kita makan bareng di sana, ya, aku juga ingin berkenalan dengan adik kamu. Oh, iya, siapa nama kamu?"
"Kalau mirip, tuh, berarti jodoh, ya?" Galaksi kembali bertanya.
"Iya. Jodoh. Tapi, kenapa kau bertanya soal jodoh?"
__ADS_1
Galaksi kembali menoleh ke kiri dan melambaikan tangannya ke Aurora sambil berkata, "Iya. Aku ternyata berjodoh dengannya.Gadis cantik itu adalah Istriku. Istri yang sangat aku cintai"
Wanita cantik yang bernama Rose itu kemudian melihat cincin nikah yang melingkar di jari manis pria tampan incarannya itu dan sontak wanita cantik itu mengumpat kesal di dalam hatinya lalu berbalik badan dengan cepat dan terus menatap ke depan sambil bersedekap kesal. Ia gagal mendapatkan cowok tampan incarannya karena ternyata, cowok tampan itu sudah menikah dan cowok tampan itu sangat mencintai istrinya.
Melihat gelagat aneh dari wanita cantik yang berdiri di depan Galaksi, Aurora langsung bangkit berdiri, berlari kecil untuk bisa segera memeluk pinggang Galaksi dari arah belakang.
Galaksi tersentak kaget saat Aurora tiba-tiba memeluk pinggangnya dari arah belakang. Pria tampan itu kemudian menoleh ke belakang dan dengan senyum tampannya ia berkata, "Apa? Sudah rindu, ya, sama aku?"
Mendengar itu, wanita cantik yang berdiri di depan Galaksi semakin cemberut.
"Peluk aku!" Ucap Aurora sambil mengusap-usapkan wajahnya di punggung suami tampannya.
Galaksi tertawa lirih, lalu pria tampan yang memiliki karakter sabar dan ngemong itu, berbalik badan dengan cepat dan langsung memeluk tubuh ramping istri kecilnya yang sudah mulai ia cintai dengan segenap jiwa dan raganya.
Dan wanita cantik yang mengaku bernama Rose itu akhirnya melangkah pergi meninggalkan antrean dan tidak jadi membeli es kapal.
Galaksi menunduk dan bertanya, "Siapa yang kamu maksud?"
Aurora mendongak dan berkata, "Wanita yang tadi menggoda Kakak. Dia sudah pergi"
Galaksi menoleh ke belakang, lalu dengan cepat ia menoleh ke depan kembali untuk menatap wajah cantik istri kecilnya dengan senyum penuh arti. Dia sangat bahagia menangkap sinyal kecemburuan di diri Aurora.
Aurora yang masih memeluk dan dipeluk oleh suami tampannya langsung menyemburkan, "Kenapa kakak senyum aneh kayak gitu?"
"Kakak suka. Kamu cemburu, kan?" Galaksi mengusap rambut indahnya Aurora dengan senyum penuh arti.
Aurora langsung merona malu dan menganggukan kepalanya dengan mantap. Gadis cantik itu memang selalu mengatakan dan mengekspresikan apa yang tengah ia rasakan dengan jujur.
Galaksi mempererat pelukannya dan dengan tawa lepas ia mendaratkan ciuman di pucuk kepalanya Aurora dengan gemas.
__ADS_1
Tiba-tiba Abang yang jualan es kapal memanggil, "Mas, Mbak, pelukannya masih lama nggak? Kalau masih lama saya tinggal beli es baru dulu"
Aurora langsung menarik diri dari pelukan Galaksi dan mendorong dada Galaksi dengan senyum malu sambil merapikan rambutnya.
Galkasi tersenyum geli lalu pria tampan itu berbalik badan dengan cepat dan berkata ke Abang penjual es kapal, "Jangan ditinggal beli es batu dulu, dong, Bang. Nanti saya nggak sadar-sadar dari khilaf saya untuk terus nempel ke Istri saya, hehehehehe"
Aurora mendelik ke Galaksi dengan tersipu malu dan spontan menepuk cukup keras bahu Galaksi.
Galaksi terkekeh geli melihat wajah Aurora yang merona malu.
"Hahahahahaha" Abang penjual es kapal sontak menggemakan tawanya saat ia mendengar selorohan Galaksi. Lalu Abang penjual es kapal itu bertanya, "Mau berapa mangkok, Mas ganteng?"
"Saya beli dua. Di makan di sini aja, ya?" Galaksi menoleh ke Aurora sambil menggenggam tangan Aurora dan gadis itu menganggukkan kepala dengan tersipu malu.
Abang penjual es kapal itu tersenyum dan berkata sambil meracik isian es kapal di dalam dua mangkuk yang masih putih dan bersih, "Mas dan Mbak pengantin baru, ya"
"Iya. Bang. Baru banget. Belum ada satu bulan" Sahut Galaksi dan Aurora kembali menepuk bahu Galaksi dengan rona malu di wajahnya.
"Pantes aja kalau pengen nempel terus. Coba aja kalau udah nikah sepuluh tahun kayak saya, boro-boro nempel dan pelukan kayak Mas dan Mbak tadi, eh, duduk dekat aja istri saya udah protes, "Jauhan Bang, gerah nih!"
Aurora sontak tertawa ngakak dan berkata "Sepertinya saya besok juga seperti itu, Bang, hahahahahaha"
Galaksi menoleh kaget ke Aurora dan langsung berkata, "Kalau kamu suruh aku jauh-jauh dari kamu maka aku akan pasang borgol di kedua tangan kita agar ke mana-mana aku bisa nempel kamu terus, weekkkkkk"
"Wah, ide bagus, tuh, Mas" Sahut Abang penjual es kapal.
Aurora langsung berbisik ke Galaksi, "Aku nggak nyangka kalau kamu suka main borgol. Siapa takut. Aku mau mencobanya"
Galaksi sontak membeku dan Aurora langsung menegakkan kepalanya dengan senyum geli.
__ADS_1