
"Oke! Apa yang akan kau katakan lagi, hah?! Dasar gadis bandel"
"Aku memang istri sahnya Galaksi Zayyan saat ini. Tapi, itu hanya untuk mencari kebenaran tentang kematian Kak Meda. Di tubuh Kak Meda ada kandungan jamu. Entah jamu apa itu. Jamu itu diminum Kak Meda setiap hari dan jamu itu dibuat oleh mamanya Galaksi Zayyan. Kak Meda dipaksa meminumnya. Aku akan cari jamu itu di dapurnya mamanya Galaksi Zayyan karena aku rasa jamu itu yang membuat Kak Meda mengalami pendarahan yang sangat hebat selain dorongannya Mawar Zayyan. Mawar Zayyan mendorong Kak Meda . Aku juga akan bukti kejahatan si Mawar Zayyan dan Bintang Zayyan itu. Aku menikah dengan Galaksi Zayyan, tapi aku tidak mencintai Galaksi Zayyan dan selamanya tidak akan pernah mencintai Galaksi Zayyan" Ucap Aurora
Kibar langsung menoleh ke Aurora dengan senyum lebar.
Sedangkan Galaksi yang ada di ujung tangga langsung mengerem langkahnya saat ia mendengar ucapannya Aurora.
Jamu? Apa benar Mama membuat Jamu dan memaksa Meda untuk meminumnya? Kenapa aku nggak pernah tahu soal ini? Walaupun kamu tidak akan pernah mencintai aku dan aku juga nggak pernah mencintai kamu, tapi aku nggak akan menceraikan kamu, Rora. Batin Galaksi.
"Bagus! Kalian tidur terpisah, kan?" Tanya Hernowo.
"Tentu saja" Sahut Aurora.
Kibar semakin. melebarkan senyumannya
"Bagus! Jangan pernah jatuh cinta sama pria tengik itu! Dia tidak bisa melindungi Meda maka dia juga tidak bisa melindungi kamu. Paman nggak kamu kehilangan kamu juga, Rora. Kalau kamu sudah dapatkan semua bukti yang kamu mau, langsung minta cerai!" Sahut Hernowo.
"Oke, Paman. Aku beda dengan Kak Meda. Aku tidak akan celaka dan aku tidak butuh dilindungi oleh siapa pun" Sahut Aurora sambil menoel pucuk hidungnya sendiri.
"Tuh! Lihat adik kamu! Mulai kumat sombongnya!" Sahut Hernowo disambut dengan gelak tawanya Kibar.
Galaksi melangkah turun dan saat kakinya memijak lantai satu paviliunnya, ia langsung melangkah lebar ke ruang tamu dan berkata, "Selamat datang di gubuk saya, Paman dan Kak Kibar. Kebetulan ini sudah jam makan so........"
"Ayo kita pulang Kibar!" Hernowo langsung menarik tangan Kibar dan pergi meninggalkan Galaksi dan paviliunnya Galaksi tanpa pamit kepada si pemilik paviliun.
Galaksi menyapa punggung Hernowo dan Kibar dengan sorot mata sedih.
Aurora bangkit berdiri dan berkata di depan Galaksi, "Jangan salahkan Paman dan Kakakku kalau mereka bersikap begitu!"
Galaksi menghela napas panjang dan berkata, "Iya. Aku tidak menyalahkan mereka. Aku tidak menyalahkan siapa pun. Ayo kita makan!"
"Hmm" Sahut Aurora.
"Aku akan ajak Awan" Galaksi hendak berputar badan dan Aurora dengan sigap mencekal dan menarik lenang Galaksi.
"Kenapa kau menahanku?"
"Aku masih wali sahnya Awan dan kuat secara hukum. Aku berhak melarang kamu membawa Awan"
"Kenapa kamu melarangku? Aku akan bawa Awan menemui nenek dan bibinya"
"Nggak! Kalau Mama kamu dan adik kamu belum ke sini untuk melihat Awan, aku nggak akan ijinkan kamu membawa.Aean menemui mereka, titik!"
__ADS_1
"Hufftttt! Baiklah. Kita tunggu sampai Mama dan Bintang ke sini dulu" Sahut Galaksi dengan wajah dan nada bicara yang mengalah.
Sesampainya di meja makan, Galaksi, Bintang, dan Mawar sontak menoleh ke Aurora saat Aurora duduk dengan mengangkat kaki kanannya ke bangku dan minum dengan bersendawa cukup keras.
"Lihat, Kak! Dia liar seperti monyet" Pekik Bintang.
"Benar kata Bintang. Kau lihat cara duduk gadis liar itu, Gala!" Mawar menunjukkan jari telunjuknya ke Aurora dengan wajah penuh kebencian.
"Meda! Kalau minum jangan bersendawa cukup keras dan jangan duduk seperti itu!" Galaksi menoleh ke Aurora dan menatap Aurora dengan wajah memohon.
"Jangan salah kalian! Di Jepang kalau minum harus bersendawa biar puas dan soal duduk seperti ini di Jepang ada angkringan khas Jogja. Ada nasi kucing juga. Rasanya mantul. Bisa jadi obat rindu sama masakan Indonesia. Cara duduknya, ya, seperti ini. Kaki kanan naik ke atas bangku dan makan dengan santai seperti ini" Sahut Aurora dengan santainya.
"Kau lihat, kan, Gala, lihat! Itulah kenapa Mama tidak menyetujui kamu menikahinya. Dia itu monyet liar yang susah diatur. Kita akan kewalahan dan........."
"Rora, turunkan kaki kamu! Nggak sopan makan seperti itu di sini. Sini beda sama Jepang" Galaksi mulai mendelik ke Aurora.
"Nggak mau!" Aurora melotot ke Galaksi.
Galaksi langsung menarik kursinya Aurora dan berbisik, "Kalau kau tidak mau menurunkan kaki kamu, aku akan cium kamu di depan Mama dan Bintang sekarang juga dan tidak melibatkan jempol lagi"
Aurora langsung mendorong Galaksi dan menurunkan kakinya.
Galaksi lalu mengusap rambut Aurora dengan tersenyum, lalu ia menoleh ke mamanya dengan masih mengelus rambut Aurora, "Dia gadis yang penurut sama Suami, Ma. Makanya aku menikahinya. Aku juga sangat mencintainya. Iya, kan, Sayang?" Galaksi menoleh ke Aurora sambil menggenggam tangan Aurora yang ada di atas meja.
Aurora menghela napas panjang untuk mengusir kekesalannya, lalu ia menoleh ke Galaksi, menatap pria itu, dan tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Maafkan aku, Ma. Aku tidak akan pernah menceraikan wanita yang sudah aku nikahi" Sahut Galaksi.
Mawar mengepalkan kedua tangannya yang ada di bawah meja dan menunduk dalam diam.
Tapi, aku akan cari bukti kalau kalian tidak saling mencintai dan aku akan buat kalian bercerai secepatnya. Batin Mawar.
Aurora pamit ke toilet. Gadis itu sebenarnya ingin ke dapur dan mencari bahan jamu yang dikatakan oleh mbak Bun. Cukup lama Aurora mencari di dapur. Di saat jam makan malam, dapur sepi karena semua chef dan pelayan, melayani tuan muda, nona muda dan nyonya besar mereka di meja makan. Itulah kenapa Aureoa cukup leluasa mencari bahan jamu di dapur.
Galaksi mulai curiga karena Aurora tidak kunjung kembali ke meja makan. Pria itu kemudian berkata, Aku akan susul Rora ke toilet.. Mungkin dia sakit perut, kok, lama banget dia ke toiletnya?"
Mawar dan Bintang mengabaikan ucapan Galaksi. Kedua wanita jahat itu tetap menikmati makanan mereka.
Galaksi menemukan Aurora.di dapur tepat dengan dugaannya. Galaksi melangkah mendekati gadis itu tanpa mengeluarkan suara, kemudian pria itu berdiri di belakang Aurora dan berbisik di telinga Aurora, "Kau sudah temukan yang kau cari?"
Aureoa tersentak kaget dan tangannya refleks melambai asal lalu terdengar suara, prang! Tangan Aurora menyenggol gelas, lalu gelas itu jatuh di atas lantai dan pecah.
Aurora spontan berjongkok untuk mengambil pecahan gelas itu dan crash! Karena tergesa-gesa, panik, ia menjadi ceroboh. Ujung jari telunjuk tangan kanannya tergores pecahan gelas cukup dalam.
__ADS_1
Galaksi panik dan pria tampan itu langsung berjongkok, meraih tangan Aurora, dan memasukkan telunjuk Aurora ke dalam mulutnya.
Melihat Aurora semakin meringis kesakitan, Galaksi langung membopong Aurora dan berlari keluar dari pintu belakang dapur biar bisa segera melesat ke paviliunnya.
Galaksi membawa Aurora masuk ke dal.kamarnya, mendudukkan Aurora di tepi rajangnya, dan mencari kotak obatnya dengan panik.
Saat Galaksi kembali ke ranjang dengan menabrak kotak obat, ia tidak menemukan Aurora di sana. "Ke mana dia? Apa dia kembali ke kamarnya?" Galaksi langsung berlari keluar dari dalam kamarnya dan melesat ke kamarnya Aurora. Ia langsung masuk ke dalam saat ia melihat pintu kamarnya Aurora terbuka lebar.
Galaksi duduk di tepi ranjang di sebelahnya Aureoa dan berkata, "Ah, iya! Aku lupa kalau kamu itu lulusan kedokteran. Kamu sudah obati luka kamu dan membalutnya dengan rapi. Aku tidak perlu mengobati kamu lagi"
"Tapi, kamu harus tetap bertanggung jawab! Kau yang menyebabkan tanganku terluka"
"Bagiamana caranya aku bertanggung jawab? Katakan!"
"Kau harus lakukan banyak hal untukku"
"Banyak?"
"Iya! Karena darah yang aku keluarkan tadi, cukup banyak"
"Huffttt! Baiklah! Katakan!"
"Tapi, kau harus turuti semuanya!"
"Iya"
Aurora tersenyum lebar dan berkata, "Pertama, kau harus ijinkan aku bekerja di hotel kamu"
Karena aku ingin menemukan bahan jamu yang lainnya yang katanya mbak Bun ada di dapur hotel kamu. Batin Aurora.
"Kau, kan, sudah diterima bekerja di rumah sakit? Kenapa malah pengen bekerja di hotelku? Kau akan jadi apa di hotelku?"
"Aku bisa masak. Ijinkan aku jadi chef di hotel kamu mulai besok! Kamu tidak boleh menolaknya!"
"Oke"
"Kedua, kamu harus memberiku gaji yang layak"
"Oke"
"Ketiga, kamu harus membantuku keramas sampai hatiku sembuh. Luka ini cukup dalam dan aku nggak tahan sakit kalau sampai luka ini terkena air"
"Oke"
__ADS_1
"Dan kamu harus membantuku keramas malam ini juga. Karena aku, belum keramas sejak aku pulang dari Jepang"
"Hah?!" Galaksi langsung melongo.