
"Aku akan menggeledahmu dulu, Nyonya Galaksi Zayyan. Biasanya begitu, kan, kalau penjahat hendak dihukum, kan, digeledah dulu"
"A......apa yang akan kau.........aahhhhh!" Aurora mendelik kaget saat Galaksi merobek paksa blusnya.
"Kau suka permainan yang menantang, ya, Nyonya Galaksi Zayyan?" Tanya Galaksi saat ia melihat wajah Aurora tersenyum senang bukannya merona malu.
"Iya. Emm, entahlah. Mungkin” Aurora menyeringai menantang tanpa ia sadari.
"Maka lebih baik aku melepas ini agar balutan ketat dari benda ini tidak membuatmu sesak napas"
Barulah Aurora merasa kebingungan melihat dirinya telah sepenuhnya polos di depan Galaksi dan dia tidak bisa menutupi dirinya karena kedua tangannya diborgol dan dia tidak bisa.melarikan diri karena kedua kakinya diapit oleh Galaksi.
Galaksi tersenyum dan segera berbisik di telinga Aurora, "Kau punya tubuh yang sangat indah nggak usah malu. Lagian aku adalah suami kamu. Aku berhak atas kamu. Aku akan melakukannya dengan hati-hati karena ini adalah yang pertama bagi kamu, bukan?"
Aurora hanya bisa memejamkan kedua matanya dan berkali-kali menarik napas karena gugup.
Galaksi mengusap pipi Aurora saat ia menyusuri wajah istri kecilnya itu mulai dari kening hingga turun ke bibir. Sesampainya di bibir, pria tampan itu langsung mengajak Aurora berciuman.
Ia menginginkan Aurora. Gila-gilaan. Lebih daripada hasratnya terhadap Meda almarhum istrinya,sepanjang ingatan Galaksi.
Hasrat itu mengalahkan logika.
"Kak....." Aurora berbisik.
Gadis itu telah bergairah, siap, pasrah, dan dirinya terasa begitu panas.
"Aku belum cukup mengenalmu, Kak" Bisik Aurora di sela erangannya kala Galaksi menyerang dadanya dan beralih ke dada yang satunya. Ia menangkup dada Aurora dan bermain asyik di sana.
"Kau......." Aurora terkesiap dan tubuhnya melengkung ke belakang.
__ADS_1
Galaksi menyusupkan wajahnya ke leher Aurora dan berkata di sana, "Kau lebih mengenalku, Rora daripada aku mengenalmu"
Galaksi kemudian menatap Aurora dan melempar borgol yang sudah ia buka ke lantai.
Galaksi lalu mencekal kedua pergelangan tangan istri kecilnya dengan telapak tangan kirinya dan ia naikkan kedua tangan Aurora ke atas kepala gadis itu sambil terus mencium, mengusap, dan menghisap bibir ranum istri cantiknya itu. Pria tampan itu kemudian menindih tubuh Aurora dengan penuh kelembutan tanpa melepaskan bibir ranum itu.
Alih-alih menghindar, menendang, atau mendorong pria yang menindih dan menciumnya, Aurora justru mengajak pria yang sudah ia nikahi secara sah itu berguling di atas ranjang sambil terus berciuman dalam gairah yang semakin lama semakin membara.
Hawa dingin di sekitar hotel yang melesak masuk ke dalam kamar mereka, tidak mampu memadamkan api gairah yang ada di pasangan suami istri itu.
Saat Galaksi kembali menyapanya, Aurora meraba pundak Galaksi, terus turun ke sisi tubuhnya, lalu ia mengecup telinga Galaksi dan berbisik di sana, "Ajari aku cara menjalankan kewajiban sebagai seorang Istri yang baik dan benar, Kak! Sepertinya aku sudah siap"
Galaksi menyeringai senang dan sebelum ia memagut bibir ranum istri kecilnya, pria tampan itu berkata, "Dengan senang hati, Nyonya Galaksi Zayyan. Kau belum pernah bercinta dan belum pernah ada yang memanjakan kamu. Maka sekarang ini waktunya bagiku sebagai seorang suami untuk memanjakan kamu"
Satu jam kemudian, setelah mereka kehabisan tenaga, Aurora bersandar di tubuh Galaksi .Dia sangat senang berada di tempat tidur dengan kepala di bahu Galaksi dan. tangan Galaksi memeluk pinggulnya.
Semoga bisa terus seperti ini untuk.....oh, tentu saja untuk selamanya. Batin Aurora sambil memejamkan kedua mata dan tersenyum bahagia.
Galaksi mencium kening Auora dengan senyum penuh cinta dan berbisik lirih, "Kau luar biasa, Rora"
Kemudian, pria tampan itu mengangkat pelan tangan Aurora dan menyelimuti Aurora. Lalu, ia turun dari ranjang dan setelah memakai semua bajunya, ia keluar kamar dan mengetuk kamar sebelah.
Saat Mbak Bun membuka pintu, Galaksi bertanya, "Awan nggak rewel, kan, Mbak?"
"Nggak Tuan. Tuan muda udah bobok"
"Kalau begitu aku nitip Awan malam ini, ya, Mbak. Besok baru saya ajak Awan bobok di kamarku"
"Baik, Tuan"
__ADS_1
"Terima kasih"
"Sama-sama, Tuan"
Setrlah mbak Bun menutup pintu, Galaksi kembali ke kamarnya. Dia merangkak naik dan memeluk pinggang Auroa dan dengan senyum penuh cinta ia menempelkan keningnya di kening istri cantik yang imut tapi barbar itu, ia memejamkan mata dan berbisik, "Aku mencintaimu"
Aurora yang selalu mengigau di malam hari dan terbangun dengan wajah ketakutan dan keringat dingin, malam itu bisa tidur dengan sangat nyenyak.
Keesokan harinya, Auora terbangun dengan tubuh pegal-pegal dan ia merasakan ada rasa perih di ujung sana. Aurora menyibak selimut ada tangan di atas perutnya dan saat ia mengangkat sedikit pantatnya, ia melihat ada bercak darah di sprei. Lalu, dengan paniknya ia menoleh ke kanan, ia ingin menyemburkan amarah atau mencekik pria yang tidur di sebelahnya, namun saat kedua bola matanya melihat wajah tampan suaminya, perempuan itu justru tersenyum.
Tangan Aurora terangkat pelan dan ia menyentuh pelan bulu mata Galaksi sambil berbisik, "Dia memiliki bulu mata yang tebal dan lentik. Kalau dia cewek pasti jadi cewek yang sangat cantik" Aurora terkikik lirih. Lalu, gadis itu kembali.menggerakkan jarinya di atas hidung Galaksi tanpa menyentuh hidung itu karena ia takut membangunkan Galaksi. Perempuan itu kemudian berbisik, "Hidungnya sempurna. Nggak seperti hidungku, sedikit pesek. Dia tampan dan alisnya Kun tebal. Astaga! Dia tipe pria cantik dan........."
"Sudah cukup menilai wajahku?" Galaksi tiba-tiba membuka matanya.
Dan karena malu dan belum siap berhadapan dengan Galaksi setelah tiga ronde penyatuan cinta mereka berdua yang gila-gilaan semalam, Aurora langsung merosot turun dan bersembunyi di bawah selimut.
Galaksi sontak tertawa lalu bertanya sambil menepuk selimut di bagian perut Aurora dengan pelan, "Kenapa sembunyi? Di mana Aurora yang penuh semangat dan liar semalam?"
"Pergilah! Aku malu!" Teriak Aurora dari balik selimut.
Galaksi menarik selimut ke bawah sambil berkata, "Kenapa malu? Kita ini suami istri yang sah Ayolah! Biarkan aku melihat wajah cantik kamu di pagi hari" Aurora langsung menahan selimut dan berteriak dari dalam selimut,, "Mana ada cantik. Aku belum sikat gigi dan banyak belek. Aku ileran juga kalau tidur. Pergilah! Aku malu!"
Galaksi kembali terkejut geli dan berkata, "Baiklah, aku pergi. Aku pergi, ya" Galaksi melompat turun dari tempat tidur, namun ia berdiri di samping ranjang dan dengan mengulum bibir menahan senyum ia menunggu Aurora menyembulkan wajahnya dari balik selimut.
Begitu Aurora menyembulkan wajahnya dari balik selimut, Galaksi langsung tersenyum lebar dan berkata, "Kamu cantik banget di pagi hari, Sayang"
Aurora tersentak kaget dan kembali memasukkan kepalanya ke dalam selimut dan berteriak kesal, "Kenapa kau masih di sini?!"
"Aaaaaaa!!!!" Kenapa kamu malah membopongku?!" Aurora tersentak kaget.
__ADS_1
"Biar aku bisa melihat wajah kamu dengan puas setelah bangun tidur. Lagipula saat ini pasti kamu merasakan perih, kan, dan takut untuk berjalan. Makanya aku bopong kamu dan bantu kamu berjalan ke kamar mandi"
"Aaaaaa!!!!!!!!! Dasar menyebalkan!!!!!! Aku masih malu!!!!!!!" Teriak Aurora yang masih menutupi wajahnya dengan selimut dan Galaksi sontak tertawa ngakak melihat tingkah polosnya Aurora.