
Galaksi dan Aurora kemudian saling pandang saat mereka menemukan orang yang duduk di depan kursi mereka, yang membawa kardus sepatu, dan ternyata kardus sepatu itu berisi snack dan minuman.
Galaksi tertawa ngakak tanpa mengeluarkan suara dan Aurora sontak membenamkan wajahnya di dada Galaksi untuk tertawa ngakak di sana.
Galaksi dan Aurora kemudian saling pandang dengan masih menyisakan tawa mereka. Pria tampan itu kemudian mengusap setitik air mata di sudut mata Aurora. Aurora terlalu bersemangat ngakak, jadi ada setitik air mata di sudut mata gadis cantik itu.
Kemudian sepasang suami istri itu menghela napas bersamaan, terkikik bersamaan, dan menghela napas bersamaan lagi sebelum akhirnya mereka kembali diam menatap layar bioskop untuk kembali menikmati film pilihan mereka yang masih setengah mainan lagi.
Galaksi terus tersenyum lebar dan berkata di dalam hatinya, aku dan dia memiliki selera humor yang sama. Aku senang banget tadi pas bisa ketawa ngakak bareng dia. Pria tampan itu kemudian melirik Aurora yang tengah asyik menikmati film sambil makan popcorn.
Tiba-tiba tangan Galaksi jatuh di atas pangkuan Aurora dan tangan itu meraba-raba. Aurora sontak mengentikan tangan pria tampan itu dan menoleh tajam ke Galaksi untuk menyemburkan bisikan, "Apa yang mau kau lakukan?"
Galaksi menoleh ke Aurora, tersenyum, lalu mengangkat tangan sambil menunjukkan biji popcorn dan berkata, "Ada popcorn yang jatuh di pangkuan kamu" Lalu, pria tampan itu memasukkan biji popcorn ke dalam mulutnya dan sambil tersenyum ia berkata, "Sayang kalau dibuang"
Aurora mengalihkan pandangannya ke depan dengan cepat untuk menyembunyikan rona malu di wajah dan menenangkan degup jantungnya sendiri.
Suasana menjadi canggung. Baik Galaksi maupun Aurora membeku dan membisu di tempat duduk mereka masing-masing. Mata keduanya tertuju ke layar bioskop, namun pikiran mereka melayang-layang entah ke mana.
Aurora kembali tersentak kaget saat Galaksi tiba-tiba mencium sudut bibirnya.
Sebelum Aurora mendelik, Galaksi langsung berbisik dengan senyum nakal, "Ada remahan popcorn di sudut bibir kamu. Jadi, aku memungutnya dengan mulutku dan memakannya. Sayang kalau dibuang"
Aurora langsung mendorong bahu Galaksi dan merebahkan kepalanya di kursi dengan memejamkan kedua matanya dan menghela napas panjang.
__ADS_1
Kenapa pria ini sangat pandai membuat hatiku melompat-lompat tidak karuan seperti ini? Sial! Batin Aurora.
Galaksi melirik Aurora pas gadis itu kembali menegakkan kepala dan menggosok tangan. Detak jantung abnormal di bawah tekanan dinginnya AC di dalam bioskop, membuat Aurora tiba-tiba merasa kedinginan.
Galaksi tanpa dikomando merangkulkan tangan ke Aurora, lalu pria tampan itu meraih sekaligus dua tangan Aurora, lalu ia menggenggam dan menggosok kedua tangan Aurora dengan kedua tangannya sambil berbisik, "Kamu kedinginan, ya?"
Aurora menoleh ke Galaksi dan hanya bisa menganggukkan kepala dengan pelan. Galaksi mencium kening Aurora kemudian berbisik, "Rangkul aku. Aku akan memberikanmu kehangatan"
Aurora menuruti permintaan Galaksi dan sambil menonton sisa film favorit mereka yang kebetulan mereka berdua menyukai film action, Galaksi dan Aurora saling merangkul. Galaksi terus mengulas senyum lebar dan beberapa kali mendaratkan ciuman di pucuk kepala istri kecilnya itu.
Dan tanpa Galaksi duga, Aurora ketiduran di dalam pelukan hangatnya Galaksi. Pria tampan itu menunduk untuk melihat wajah cantik istrinya yang tidur pulas di dalam dekapannya. Kemudian, pria itu mencium kening istri kecilnya dengan tersenyum geli bercampur bahagia.
Aku belum pernah mengajak Meda menonton film di bioskop. Aku dan Meda juga tidak pernah berkencan dengan benar. Selama menikah, aku dan Meda hanya keluar untuk makan dan setelah Meda hamil, kami sibuk wira-wiri ke dokter kandungan. Ternyata menonton bioskop seperti ini asyik juga. Dan ternyata Rora orang yang sangat asyik. Aku rasa aku semakin menyukainya. Galaksi bergumam di dalam hatinya sambil mendaratkan kembali ciuman di kening Aurora.
Saat film sudah selesai, Galaksi dengan pelan berjongkok di depan kursi untuk merengkuh Aurora ke dalam pelukannya lalu membopong tubuh istrinya itu dan bangkit berdiri dengan hati-hati setelah itu ia memeluk erat istrinya dan melangkah dengan hati-hati keluar dari dalam gedung bioskop.
Galaksi terus melangkah sambil terus membopong Aurora yang masih tidur nyenyak dengan senyum bahagia.
Mawar dan Bintang saling pandang dan kedua wanita berhati jahat itu sesekali menghela napas panjang
"Kapan kita laksanakan drama kita, Ma? Kak Gala dan si monyet liar itu belum juga pulang, nih" Bintang memonyongkan bibirnya di depan mama cantiknya yang berwajah judes
"Iya, nih! Udah jam sebelas lewat, kok, Kakak kamu dan si monyet liar itu belum pulang? Mereka ke mana coba?" Mawar menyahut dengan mendengus kesal.
__ADS_1
"Aku mau kembali ke paviliunku saja. Aku mau tidur dan kita eksekusi rencana kita besok aja" Bintang bangkit berdiri dan pergi meninggalkan paviliun mamanya.
Mawar hanya bisa menatap punggung putrinya dengan helaan napas panjang.
Setelah merebahkan Aruroa di jok mobil, Galaksi menutup pintu mobil dengan pelan kemudian berlari kecil mengitari mobil. Setelah ia masuk ke dalam mobil, pria itu menyelimuti Aurora dengan jasnya, lalu ia duduk miring untuk terus menatap wajah cantik istri kecilnya itu.
Dia imut banget pas tidur. Wajahnya ada mirip-miripnya dengan Awan kalau dia tidur. Yeeaahhh, namanya juga Tante sama keponakannya, tentu saja ada mirip-miripnya. Batin Galaksi sambil menyelipkan rambut Aurora ke balik telinga.
Lalu, Galaksi tersenyum geli saat ia mengingat semua tingkah liarnya Aurora dan pria tampan itu bergumam lirih, "Tapi, pas kamu bangun, byuh! Bikin orang was-was. Entah kejutan apalagi yang akan kamu berikan" Pria tampan itu mengelus lembut pipi istri kecilnya itu dengan senyum geli bercampur dengan rasa sayang.
"Aku menyukaimu dan aku menyayangimu, Rora" Galaksi mencium pipi Aruroa. Ciuman Galaksi membuat Aurora menggeliat pelan dan Galaksi langsung menegakkan badan lalu menatap ke arah depan.
Aurora menoleh ke Galaksi setelah ia membuka lebar-lebar matanya. Kemudian gadis cantik itu bertanya dengan wajah kebingungan, "Lho, kok, aku ada di sini?"
Galaksi menoleh pelan ke Aurora dan tersenyum lalu berkata, "Iya. Kamu ketiduran di bioskop tadi"
"La.....lalu?"
"Iya terpaksa aku bopong kamu"
"Dari dalam bioskop sampai parkiran sini?"
"Hmm" Galaksi mengangguk pelan lalu bertanya, "Kenapa? Aku nggak keberatan, kok, membopong kamu"
__ADS_1
Aurora langung menutup wajahnya yang memerah malu dengan dua telapak tangan dan memekik, "Tapi, aku malu"
Galaksi sontak tertawa geli dan setelah memasangkan sabuk pengamannya Aurora, ia memasang sendiri sabuk pengamannya dan masih dengan sisa tawa geli, pria tampan itu berkata, "Kita pulang"