
Galaksi mengajak Aurora dan mbak Bun yang menggendong Awan untuk masuk ke dalam rumah seluas dua ratus meter dan berlantai dua itu. Mbak Bun langsung membawa Awan masuk ke kamar yang ditunjuk oleh Galaksi dan Galaksi langsung mengajak Aurora masuk ke kamar mereka.
"Rumahnya bersih dan nyaman, Mas"
"Iya. Aku menyuruh seseorang datang untuk membersihkan rumah ini setiap hari. Jadi, rumah ini terus terawat dan bersih" Sahut Galaksi.
Aurora berdiri membelakangi Galaksi untuk menata semua isi koper ke dalam lemari.
Galaksi menutup pintu kamar, melangkah pelan mendekati Aurora dan langsung memeluk Aurora dari arah belakang, untuk berkata, "Dulu waktu kau menikah denganku kau lakukan dengan terpaksa, kan, dan aku rasa saat ini kamu menjadi sangat terpaksa menikah denganku"
__ADS_1
Aurora memutar badan, menghadap suaminya, dan langsung memeluk pinggang kokoh suaminya, lalu berkata, "Kenapa sekarang aku masih harus merasa terpaksa menikahimu, Mas?"
"Aku tidak bisa melindungi kamu. Aku membawa kamu keluar dari sebuah istana ke rumah sederhana seperti ini. Maafkan aku, Sayang" Galaksi memeluk pinggang ramping istrinya, lalu ia mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
"Tapi, dengan begini kau justru sudah melindungi aku dan Awan, Mas. Di rumah ini aku merasa aman dan nyaman. Aku bahagia di sini. Asalkan kamu terus ada untuk aku, aku tidak akan pernah merasa terpaksa menikah denganmu, Mas"
Galaksi tersenyum penuh cinta dan langsung mengecup bibir istri kecilnya dengan lembut Lalu, pria tampan berhati lembut itu memeluk istri tercintanya dengan erat.
Aurora berkata di dalam dekapan hangat suami tampannya sambil mengelus pelan punggung suaminya, "Kamu dan Kak Meda saling mencintai, Mas. Cinta itu tidak salah"
__ADS_1
Galaksi mendararkan kecupan di belakang rambut Aurora, lalu berkata, "Aku tidak akan melakukan hal yang sama. Aku akan melindungi kamu dan Awan dengan segenap jiwa dan ragaku Aku nggak rela kamu dan Awan disakiti oleh orang lain. Tapi, justru orang yang paling kejam itu bukanlah orang lain, melainkan Mamaku sendiri, neneknya Awan sendiri. Aku akan membenci diriku sendiri kalau sampai aku tidak bisa berada di sampingmu dan Awan saat kamu dan Awan berada di dalam bahaya, tolong, ya, jangan bertindak sendiri ke depannya. Kalau ada bahaya mengancam langsung hubungi aku! Jangan kamu ulangi lagi menghadang para berandalan seorang diri seperti yang kamu lakukan di Jepang dulu, saat kamu nekat menolongku. Jika memungkinkan lari saja dan telepon polisi. " Ucap Galaksi lirih sambil menciumi pucuk kepalanya Aurora.
Aurora mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah tampan suaminya. Galaksi menunduk dan tanpa menunggu berlama-lama, pria tampan itu memagut bibir ranum istri kecilnya yang sudah menjadi candu baginya. Ciuman itu lembut di awal dan menggila liar di detik berikut. Galaksi kemudian mengarahkan bibirnya menuju ke leher dan beberapa menit kemudian, pasangan suami istri baru itu melepaskan gairah mereka masing masing.
Galaksi melakukan aksi hebatnya berkali kali, sehingga membuat istrinya kelelahan dan kelaparan.
"Sayang, Mas, aku lapar banget nih, kamu tuh, ya kalo sudah minta jatah suka lupa waktu"
Galaksi sontak tertawa lepas dan setelah mengecup kening dan bibir istrinya, pria itu bangun, memakai kembali semua bajunya sambil berkata, "Tidurlah dulu! Aku akan keluar beli makanan untuk kita. Kamu pengen apa?"
__ADS_1
"Apa aja aku yang penting nggak pakai lama" Sahut Aurora.
Galaksi kembali tertawa lepas lalu berkata, "Oke, aku nggak akan lama. Tunggu aku!"