
Selamat! Membaca 🤗
"Tidak perlu, aku bisa datang sendiri."
("Baiklah! Aku akan menunggumu di Hotel, kita pergi ke perusahaan Kusuma Grup bersama.")
"Baik!"
Setelah mendapat telepon dari Juna, Mikha kembali ke kamarnya. Hari ini adalah hari Minggu dan ia libur bekerja.
"Tante Mikha,"panggil Belle, sebelum Mikha menutup pintu kamarnya dengan sempurna.
"Ada apa?"
"Aku... Apa Tante Mikha bisa temani aku untuk bermain di taman belakang rumah?"
Mikha yang tengah pusing karena terus-terusan di teror oleh Marlina, kembali dibuat pusing ketika Belle kembali berusaha mendekatinya.
"Tidak bisa, Tante banyak kerjaan. Kau minta temani Bibi pelayan atau kau main saja sendiri di taman, jika papamu melarang Bibi pelayan untuk mendekatimu,"sahut Mikha.
Belle terdiam, masih berdiri di depan pintu kamar Mikha.
"Kenapa kau masih di situ, cepat kembali ke kamarmu, jika papamu tau kau ada di sini, dia pasti akan marah besar."
Mika menghembuskan nafasnya dengan kasar, Ia tambah kesal ketika Belle tidak kunjung beranjak dari depan pintu kamarnya, padahal Ia sudah sangat tidak sabar ingin menutup rapat pintu dan merebahkan diri di atas kasur.
__ADS_1
Karena Mikha tidak mau kembali terlibat masalah dengan Brian, dengan terpaksa ia menutup pintu sebelum Belle pergi dari sana, hati Mikha perih ketika melakukan tindakan seperti ini, tapi apa boleh buat, ia harus melakukan itu dari pada terlibat masalah besar dengan Brian dan akan kembali menyusahkannya dan membuat Handoko semakin membenci dirinya.
"Nona Belle, kenapa ada di sini?"Luri datang, di waktu yang tepat setelah Mikha menutup pintunya.
"Menunggu Tante Mikha."
"Apa Tante Mikha tidak kembali?"
"Tidak,"
"Sudah, tidak apa-apa, mungkin Tante Mikha tengah beristirahat."
Belle mengangguk, dan ia pergi dari sana dengan perasaan yang sedih.
✨✨✨
Ia melihat Belle tengah bermain ayunan, ada beberapa pelayan berdiri siap siaga, untuk Belle.
Mikha melihat Belle seperti dirinya beberapa tahun silam, hanya bermain seorang diri tanpa di siapapun tahu ku, jika Belle, kesendiriannya di karenakan Brian yang melarang, Mikha terpaksa karena keadaan.
BUG.
Suara cukup nyaring, menyentak hati dan Mata Mikha.
"Au, sakit.... Sakit!"rengekan dan tangisan membuat Mikha semakin terkejut!
__ADS_1
"Dia jatuh!"gumam Mikha, yang terkejut! karena melihat kaki Belle berdarah.
"Astaga! Nona Belle terluka, cepat panggil Dokter Rion, dan Ambulans."
Kepanikan tentu tidak terhindarkan dengan jatuhnya Belle apalagi membuat anak itu sampai terluka dan menangis karena kesakitan.
Mendengarkan tangisan yang menyayat hati Mikha segera keluar dari kamarnya untuk membantu anak itu, meskipun ia teringat kembali dengan tragedi beberapa hari lalu di saat ia membantu mengobati luka di tangan Belle dan malah menimbulkan masalah besar untuknya dan beberapa pelayan di sana, Mikha tidak perduli.
"Kenapa bisa terjatuh!"
Mikha segera membangunkan Belle yang masih terduduk di tanah sambil memegangi lututnya yang terluka.
"Nona Mikha tenang, kami sudah menghubungi Dokter Rion, dan beliau akan segera sampai,"ucap salah satu pelayan, seolah mengingatkan Mikha agar tidak bertindak mengikuti kata hatinya.
"Aku tau apa yang harus aku lakukan!"sahut Mikha, tapi ia tetep mengangkat Belle dan membawanya masuk kedalam.
Beberapa pelayan di liputi rasa was-was dan ketakutan yang luar biasa, mereka takut jika Mikha kembali membuat masalah dan melibatkan mereka semua.
Bersambung.
✨✨✨✨
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya 🤗
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🤗
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️