
Selamat membaca 🤗
☘️☘️☘️
Karena ragu dan takut, Mikha menarik kembali tangannya.
"Ingat Mikha, jangan membangunkan Singa yang sedang tertidur. Karena jika kau melakukan itu, kau pasti akan dalam masalah besar."Gumam Mikha.
Mikha sudah akan meninggalkan kamar Brian, namun di saat dia sedang berbalik suara pintu terbuka terdengar di telinga Mikha.
Mikha kembali dan menatap fokus ke arah pintu yang sedikit terbuka, namun tidak ada siapapun yang keluar dari sana.
"Tuan, apakah itu Anda? Apa Anda yang membukakan pintu untuk saya?"panggil Mikha.
Dan lagi, tidak ada sahutan dari dalam. Namun dengan terbukanya pintu, Mikha menduga jika dia di izinkan masuk.
CKLEK....
Mikha mendorong pintu agar terbuka lebar, dan dia melihat kamar Brian yang nampak gelap.
"Tuan!"panggil Mikha sambil jalan dengan cara meraba.
TAK!
Suara saklar lampu terdengar dan sedetik itu juga kamar terang benderang. Memperlihatkan sosok yang menjadi penghuni kamar tersebut.
"Se.. selamat malam, tu.. tuan!"sapa Mikha dengan terbata-bata setelah melihat Brian yang tengah berdiri dengan angkuhnya, lengkap dengan tatapan mata yang sudah seperti samurai.
"Kau masih ingat pulang!"kata Brian dengan suara pelan namun terdengar berat.
"Maksud Anda?"
"Bagaimana, apa pertemuanmu dengan kekasihmu itu sangat berkesan hingga membuatmu pulang di jam seperti ini."
Mikha sampai menelan ludah mendengar ucapan Brian.
"Apa yang Anda katakan, saya pergi bersama Tika."
__ADS_1
"Benarkah! tapi kau bertemu dengan kekasihmu itukan?"tanya Brian kembali.
Mikha tau siapa yang di maksud Brian dengan sebutan kekasih.
Mikha juga kesal dengan Brian terlihat seperti mencampuri urusannya.
"Tuan, saya rasa itu bukan urusan Anda, saya mau pergi dan bertemu dengan siapapun itu hak saya."
Mendengar ucapan Mikha yang seperti tak terima membuat Brian terpancing emosinya.
Dia berjalan mendekati Mikha.
"Bukan urusan saya?"tanya Brian, dengan menatap Mikha.
"Iya, itu bukan urusan Anda. Saya tidak pernah mencampuri urusan Anda jadi Anda juga tidak berhak mencampuri urusan saya."
Brian malah terkekeh mendengar ucapan Mikha.
"Sepertinya kau lupa dengan perjanjian yang telah dilakukan Handoko."Brian kembali mengingatkan gadis itu. Jika masih ada kata perjanjian yang harus membuat Mikha tetap patuh kepada Brian.
"Saya tidak mengancam, saya hanya mengingatkanmu untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, jangan sampai kau menyesali perbuatanmu dengan melanggar perjanjian yang sudah ditandatangani oleh orang tuamu, dan jika sampai kau melanggar kau tahu apa yang akan aku lakukan bukan!"
"Lalu, saya harus apa? Bukankah Anda pernah mengatakan kepada saya, bahwa Anda tidak peduli apa yang akan saya lakukan di luar sana."
"Memang benar, tapi saya perhatikan akhir-akhir ini kau sudah bertindak terlalu jauh,"ujar Brian.
"Bertindak terlalu jauh bagaimana?"marah Mikha.
"Kau tentu sadar dengan statusmu saat ini kan! dan kau juga sepertinya tahu siapa saya, bagaimana jika di luar sana beredar rumor jika wanita yang di nikahi Tuan Brian, menjalin hubungan dengan lelaki lain. Apa kau pikir tindakan seperti itu tidak mencoreng nama baik saya? dan seperti apa yang sudah di janjikan oleh Handoko, jika sampai Putri yang dia kirim di rumah ini membuat saya malu, saya tidak akan segan-segan untuk membuat lelaki tua itu hancur. Dan....!"
"Cukup! jangan bicara terlalu jauh jika kau tidak tau apa-apa. Kau tidak mempunyai alasan dan bukti apapun untuk menuduhku seperti ini,"ujar Mikha dengan menggebu-gebu. Karena dia sudah tidak tahan dan tidak terima dengan sikap Brian yang memojokkannya dan selalu menuduhnya.
"Tuan Brian, yang terhormat! aku sadar dengan statusku saat ini dan aku juga tau siapa Anda,"sebelum melanjutkan ucapannya Mikha menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara kasar,"Apa kau pikir aku ini wanita yang tidak memiliki moral? Atau kau mengira jika aku wanita nakal? Sampai kau merendahkan aku seperti ini. Tuan Brian, meskipun aku tau jika Anda tidak menyukai apalagi mencintaiku dan kita juga menikah hanya Karena terpaksa, tapi itu tidak akan pernah menjadi alasanku untuk melakukan sesuatu yang tidak pantas, aku tahu apa yang harus aku lakukan dan aku juga tahu bagaimana cara menjaga nama baik Tuan Brian yang terhormat ini!"
Wajah Mikha terlihat memerah dengan nafas yang naik turun dia benar-benar kesal dan marah kepada Brian.
Sedangkan Brian malah diam membisu.
__ADS_1
Melihat diamnya Brian, membuat Mikha semakin kesal dan di kesempatan ini juga dia kembali memaki-maki lelaki itu sampai puas. Mikha mengeluarkan semua unek-unek yang dia pendam selama ini kepada Brian.
"Apa kau tau! aku mengorbankan segalanya untuk pernikahan yang tidak aku inginkan ini, jika kau merasa dirugikan dengan orang tuaku seharusnya kau menuntut mereka bukan malah menahan ku di sini dan seenaknya menjadikan aku pelampiasan kemarahan mu pada orang tuaku, dan pada Raline yang pergi meninggalkanmu."
Brian masih terdiam tanpa menimpali makian dari amarah Mikha.
"Kenapa kau diam? kenapa kau tidak marah? kenapa kau tidak memaki? kenapa kau tidak menghinaku? dan kenapa kau tidak mengusirku saja dari sini?"Crocos Mikha, dan kini suaranya sudah mulai bergetar.
Setelah melihat kemarahan Mikha yang sebelumnya tidak diprediksi oleh Brian, lelaki itu menghela nafas.
Sedangkan Mikha masih merasakan panas yang membuncah di dadanya. Mikha terdiam sejenak, ia merasa lelah karena sudah mengeluarkan semua tenaga dan keberanian yang dia miliki sampai tuntas untuk memaki Brian.
Saat ini Mikha sudah tidak perduli lagi dengan Handoko dan Marlina, biarkan saja jika kedua orang tuanya itu memarahi bahkan memusuhi dan mencoret namanya dari kartu keluarga. Mikha sudah siap, dia juga sudah siap jika Brian akan mengusirnya dari sana. Karena Mikha rasa itu jauh lebih baik daripada dia harus hidup dengan penuh tekanan dan selalu disalahkan.
Mikha memang sangat mencintai Juna, tapi tidak sedikitpun terpikirkan oleh Gadis itu untuk menjalin hubungan dengan Juna di saat dia masih berstatus sebagai istri Brian.
Mungkin inilah yang membuat Mikha emosi, kesal sampai membuatnya berani memaki-maki Brian.
"Apa sudah selesai?"tanya Brian setelah melihat Mikha diam tidak berteriak lagi.
Mikha menatap Brian sambil melebarkan kedua matanya. Dan di saat ia ingin membuka mulutnya Brian terlebih dahulu menarik lengannya dan menuntun Mikha.
"Beristirahatlah!"kata Brian, seraya menekan pundak Mikha agar duduk di sisi ranjang.
Mikha bingung! tentu saja Gadis itu bingung, karena bukannya Brian balas marah karena dia sudah berani lancang memaki, tapi lelaki itu malah memintanya untuk beristirahat.
Bersambung.
☘️☘️☘️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
Tolong di koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️ i
__ADS_1