
Selamat membaca 🤗
☘️☘️☘️
Keesokan harinya.
Seperti apa yang dikatakan Brian, Mikha tidak berangkat bekerja dan semalamam dia mengurung dirinya di dalam kamar. Puluhan kali Juna menghubunginya, untuk mengklarifikasi pengunduran diri atas nama Mikhaila dari Hotel Lesmana yang sesungguhnya di buat oleh Rayan.
Tidak ada satupun pesan dan panggilan dari Juna yang Mikha jawab, karena hati dan otaknya sedang di penuhi oleh nama Raline.
***
"Tuan, apa hari ini Anda tidak ingin pergi ke Kantor?"tanya Rayan, yang melihat Brian masih menggunakan pakaian Rumahan padahal biasanya lelaki itu sudah siap dengan Jas Hitamnya.
"Tidak! Kau saja yang mengurus semua,"sahut Brian tanpa melihat karena dia sedang membaca buku
"Baik, tapi apa benar Anda akan menemui Nona Raline?"Rayan memastikan .
Brian mengangguk.
"Eemm. Dan Katakan pada Wanita itu untuk menemuiku di Restoran Cempaka, sore nanti."
Rayan mengangguk.
"Baik Tuan, saya akan menyampaikan pada Nona Raline."
Brian menutup bukunya.
"Apa dia sudah kembali patuh?"tanya Brian. Dan Rayan tau siapa yang di maksud Brian.
"Tentu, Tuan. Nona Mikha tidak pergi ke Hotel Lesmana dan saya juga sudah membuat surat pengunduran diri untuknya."Jelas Rayan.
Brian mengagguk puas, lalu dia bangkit dari duduknya.
"Ayo! Kita sarapan,"ajaknya pada Rayan.
Dan dua lelaki ini berjalan menuruni tangga menuju meja makan yang sudah ada Belle duduk di sana.
Melihat Brian datang, Belle langsung menyapanya dengan ciuman hangat. Anak itu terlihat nampak bahagia pagi ini.
"Papah, terima kasih. Om Rayan bilang, Tante Mikha sudah tidak lagi bekerja. Dan mulai hari ini Tante Mikha akan selalu ada di rumah."Kata Belle mengutarakan kebahagiaan.
"Apa Belle senang?"tanya Brian seraya mengusap rambut lembut putrinya.
"Tentu saja, aku sangat senang!"Serunya.
Brian mendudukkan dirinya di kursi siap untuk menyantap menu pagi yang sudah tersusun rapih di atas meja kaca.
"Aku mau panggil Tante Mikha dulu,"ujar Belle dan dia langsung turun dari kursi lalu berlari kecil menuju kamar Mikha.
Sebelum Belle mengetuk pintu, Mikha sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya.
"Selamat pagi, Tante Mikha!"sapa Belle dengan tersenyum ramah.
"Pagi, kenapa Belle ada disini?"
"Aku ingin mengajak Tante, untuk sarapan bersama. Papah sudah menunggu di meja."
"Menunggu! Apa dia tidak pergi menemui Raline! Dia tidak lupa kan?"
"Tante, ayo! Papah sudah menunggu."Belle menarik tangan Mikha.
"Baiklah, ayo!"ajak Mikha dan menuntun tangan Belle.
**
Tidak ada yang mengeluarkan suara saat sarapan berlangsung. Tapi otak Mikha sedang bekerja dan menerka-nerka melihat Brian yang tidak berpakaian rapih seperti Rayan.
"Apa dia tidak kerja! Dia hanya memintaku untuk tidak bekerja kan? Tapi kenapa dia ikut-ikutan tidak kerja? atau dia sedang menunggu Raline?" Batin Mikha.
Hingga beberapa menit kemudian, sarapan pun usai. Rayan segera berpamitan untuk pergi ke kantor karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan di sana.
**
"Tuan, apa Anda tidak ke kantor?"tanya Mikha yang penasaran.
"Tidak,"jawab Brian cepat.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Tidak ada alasan, saya hanya tidak ingin pergi ke Kantor."Jawab Brian.
"Maaf Tuan, Anda tidak lupa dengan perbincangan kita semalam kan?"tanya Mikha dengan hati-hati, dia harus mengingatkan Brian dengan ucapannya semalam.
"Tidak!"
Mikha menghela nafas lega.
"Apa Raline akan datang ke Rumah ini?"
Mendengar nama Raline di sebut, Belle langsung antusias.
"Raline! Apa yang Tante maksud, Tante Raline?"
Mikha langsung melirik Brian dan Brian membalasnya dengan tatapan tajam.
"Kenapa Dia melihatku seperti ini? Apa aku salah dengan menyebut nama Raline di depan Belle. Tapi, bukankah anak ini juga harus tau."
"Tante, apa yang Tante maksud, Tante Raline?"Belle mengulangi pertanyaannya.
"Iya, Tante Raline sudah kembali. Dan dia ingin bertemu dengan Belle."Ujar Mikha, berterus terang.
Seketika mata gadis kecil itu berbinar-binar, karena dia memang sangat merindukan sosok Raline.
"Benarkah! Aku juga ingin bertemu Tante Raline, apa Tante Raline akan datang ke sini?"
"Tidak sayang,"sahut Brian.
"Kenapa, Pah?"
"Biar Papah yang akan menemui Tante Raline terlebih dahulu, setelah itu baru Belle boleh bertemu dengannya."
"Jadi Tante Raline, tidak datang ke sini?"Belle dengan wajah kecewa.
"No! Papah akan menemuinya di Restoran, sore nanti. Belle tunggu di sini."
Belle mengagguk.
Brian menimpali dengan anggukan kepala.
Sedangkan Mikha memperhatikan dia orang yang ada di hadapannya.
"Setelah Raline kembali, aku yang akan pergi. Memang sudah seharusnya kalian bersatu aku hanya pengganti. Semoga kalian semua bahagia."Batin Mikha.
"Tuan, apa aku boleh meminta izin sebentar?"pinta Mikha.
Dan berlian langsung menatapnya dengan tajam.
"Kemana?"
"Aku ingin keluar sebentar, untuk bertemu dengan Temanku. Tapi tidak akan lama setelah aku bertemu dengannya dan berbincang beberapa menit aku akan segera kembali,"Mikha meyakinkan agar mendapatkan izin dari Brian.
"Pah, tidak apa-apa, tolong izinkan tante Mikha bertemu dengan temannya sebentar."Pinta Belle yang membatu Mikha mendapatkan izin.
"Baiklah, sebelum siang kau harus sudah kembali."Ujar Brian.
Mikha mengangguk dengan yakin.
"Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan. Saya berjanji sebelum siang akan sudah pulang."
***
"Dimana motorku?"Gumam Mikha, sambil mengedarkan pandangannya di Garasi mencari di mana motor kesayangannya.
"Nona, mobil sudah siap,"ujar seorang penjaga yang langsung memecahkan fokus Mikha yang sedang mencari-cari motornya.
"Mobil! Mobil siapa? dan untuk apa?"tanya Mikha bingung.
"Tuan Brian bilang, jika Anda ingin berkunjung ke rumah teman Anda. Dan beliau meminta sopir untuk mengantarkan Anda."
"Apa, m ngantar. Tidak perlu, terima kasih. Aku bisa pergi sendiri, apa bapak melihat motorku?"
Penjaga diam sejenak, tentu dia tahu di mana Motor Mikha, karena dialah yang mengungsikan motor tersebut atas perintah Brian.
"Pak!"panggil Mikha, melihat dari raut wajah lelaki paruh baya itu Mikha sudah tau jika ada sesuatu yang terjadi.
__ADS_1
"Maaf Nona, Tuan Brian meminta saya untuk memindahkan motor Anda ke gudang."
"Gudang!"Mikha terkejut setengah mati, mendengar motor kesayangannya yang dia beli dengan susah payah dari hasil menabung selama bertahun-tahun. Malah di ungsikan di Gudang, tempat barang-barang yang tidak terpakai, sungguh luar binasah.
"Benar Nona!"
"Motor saya itu masih bagus dan tentu masih layak pakai, kenapa kalian menaruhnya di Gudang? Keterlaluan. Sekarang tolong kembalikan motor saya, Saya ingin memakainya."Pinta Mikha.
Namun permintaan itu tentu saja ditolak mentah-mentah oleh pengawal karena dia lebih takut dengan Brian.
"Kalau begitu, Tolong tunjukkan di mana letak gudang itu, biar saya yang akan mengambilnya sendiri jadi Bapak tidak akan disalahkan oleh Tuan Brian,"ujar Mikha, yang memahami Kenapa penjaga itu tidak mau mengembalikan motornya.
"Tolong jangan Nona!"pinta pria itu sambil mengatupkan kedua tangannya.
Mikha heran, kenapa penjaga harus melakukan hal seperti ini apakah benar mereka terlalu takut pada Brian. Tapi tatapan mata nikah tertuju pada lengan penjaga tersebut yang diperban. Penjaga ini adalah salah satu dari penjaga yang mendapat hukuman dari Rayan karena mereka sudah membuka pintu gerbang untuk Mikha, kemarin.
Dan Rayan.
"Baiklah, bapak boleh kembali bekerja! Maaf jika saya sudah merepotkan bapak,"ujar Mikha, yang sudah memahami situasi dan dia tidak mau lagi melibatkan penjaga itu jika dia memaksa penjaga untuk mengambil motornya.
"Anda tidak perlu sungkan Nona, ini sudah menjadi tugas saya untuk melayani Anda semaksimal mungkin."
"Terima kasih, aku ingin bertemu dengan Tuan Brian dulu."Ujar Mikha dan dia kembali masuk ke dalam rumah untuk menemui lelaki itu.
***
Dengan kesal dan tangan yang mengepal Mikha berjalan menghentakkan kedua kakinya menaiki tangga dan langsung menuju ke kamar Brian.
Dor! Dor! Dor!
bukan lagi mengetuk pintu, saking kesalnya, Mikha menggedor pintu kamar lelaki itu.
"Ada apa?"tanya Brian dengan nada yang tidak kalah kesal, karena pintu kamarnya digedor-gedor. Sudah seperti seseorang yang ingin menagih hutang.
"Tuan, kenapa Anda memindahkan motor saya ke Gudang?"tanya Mikha dengan menggebu-gebu.
"Saya tidak memindahkannya, tapi saya memang senaja minta penjaga untuk menaruhnya di sana karena apa? karena motor butut itu mengganggu pemandangan saya."Sahut Brian tanpa dosa.
"Motor butut,"Mikha sudah tidak bisa membendung ke marahannya.
"Tuan, Saya sungguh tidak terima Jika Anda mengatakan bahwa motor saya itu butut dan sampai menaruhnya di gudang. Motor saya itu masih bagus dan baru saya beli sekitar 1 tahun yang lalu, saya juga merawatnya dengan sebaik mungkin hingga masih terlihat cemerlang dan seperti baru. Mungkin mata Anda yang mengalami kerusakan hingga melihat motor sebagus itu menjadi butut."Ujar Mikha dengan menggebu-gebu.
Brian melebarkan matanya.
"Jadi kau menyalahkan mata saya?"
"Iya, memang apalagi yang bisa disalahkan jika bukan mata Anda sendiri,"jawab Mikha dengan sangat kesal.
Brian menggelengkan kepalanya.
"Luar biasa, setelah membela motor butut itu sekarang kau malah menyalahkan mata saya! Apa kau tahu jika mata saya ini selalu diperiksa setiap bulan, mata saya sudah dipastikan dan diakui seluruh Dokter mata yang ada di Dunia, bahwa penglihatan mata saya ini sangat sempurna tanpa celah sedikitpun."
"Sangat berlebihan sekali! aku jadi semakin ingin memukul wajahnya!"
"Saya tidak peduli dengan hasil dokter mata seluruh dunia itu, yang jelas di mata saya. Motor itu sempurna dan sangat menawan. Jadi, kembalikan motor saya. Saya ingin menggunakannya."Teriak Mikha.
"Sempurna! Menawan!"Brian mengulangi dua kata itu dengan mata yang terbelalak dan raut wajah tidak percaya.
"Iya! Dia bagiku sangat menawan!"Sahut Mikha.
Brian berulang kali mengatur tempo nafasnya yang semakin terlihat kesal.
"Tidak, Saya tidak akan mengembalikan Motor itu. jika kau mau pergi sopir akan mengantarmu."Ujar Brian, dan dia langsung masuk ke dalam kamarnya.
Mikha yang masih tidak terima mengikuti langkah Brian dan masuk kedalam kamar. Gadis itu terus melayangkan beberapa protes Meskipun protesnya tidak ada satupun yang diterima oleh Brian.
Bersambung..
☘️☘️☘️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1