Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Juna Datang


__ADS_3

Selamat membaca 🤗


🍁☘️☘️☘️🍁


"Kenapa kau masih ada di sini, cepat keluar. Aku mau mandi,"usir Brian yang mendapati Rayan malah mematung.


"Baiklah! Selamat beristirahat dengan tenang, Tuan!"


"Beristirahat dengan tenang! bukankah kata-kata itu yang sering di ucapkan untuk orang yang sudah meninggal?"protes Brian, sebelum Rayan keluar dari kamarnya.


Namun, Rayan yang sepertinya tengah kesal tidak menggubris protes dari Brian, saat ini di tengah bersikap sebagai seorang teman.


"Hai, Rayan. Apa kau tidak ingin meralat kata-kata mu?"teriak Brian di saat Sekertarisnya keluar.


Dan tanpa menjawab teriakan Brian, Rayan menutup pintu.


"Dasar, berandal itu."Umpat Brian dengan kesal.


🍁☘️☘️☘️🍁


"Maaf, Pak. Tapi jam besuk sudah usai, lebih baik Anda kembali lagi besok pagi,"ujar Seorang Suster. Ketika seorang pemuda meminta dangan sedikit memaksa ingin menjenguk pasien di RS tersebut padahal jam sudah menunjukkan pukul 23:00.

__ADS_1


Dia adalah Juna, setelah berkirim pesan dengan Mikha teman sekaligus rekan kerjanya. Juna merasa tidak nyaman apalagi dia sangat tau jika tidak akan ada yang menemani Mikha di Rumah Sakit. Tanpa berpikir dua kali, Juna meluncur ke Rumah Sakit untuk memastikan jika gadis itu baik-baik saja.


"Sus, tidak ada yang menemani Mikha di sana, dia pasti membutuhkan seseorang untuk menemaninya."Ujar Juna tidak menyerah, berharap jika dia di ijinkan untuk menjenguk Mikha.


"Anda tidak perlu khawatir Pak, Meskipun tidak ada sanak famili yang menemani. Tapi kami selalu siap siaga dan memantau semua pasien di RS ini selama 24 jam."


Juna yang sudah merasa sangat khawatir memaksa untuk tetap Bertemu dengan Mikha. Sampai cara terakhir dia gunakan, yaitu menghubungi Mikha dan meminta gadis itu untuk mengijinkannya Bertemu walau hanya beberapa menit saja.


***


"Juna, seharusnya kau tidak perlu melakukan ini,"kata Mikha pada lelaki yang selama ini menjadi pujaan hatinya. Setelah dia berjuang keras untuk meyakinkan Dokter, akhirnya Juna di ijinkan masuk untuk menjenguk Mikha walaupun hanya di beri waktu 5 menit saja. Tapi setidaknya ini jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali.


"Juna, Rumah Sakit ini mempunyai Aturan yang berlaku untuk semua pasien, dan aku harap kau mengerti itu."Mikha yang memberikan pengertian.


"Aku tahu Mikha, dan jangan khawatir sebentar lagi aku akan segera pulang. Aku hanya ingin memastikan jika kau baik-baik saja."


Mikha mengulas senyum bahagia mendapat perhatian yang lebih dari Juna. Namu saat ini semua itu sudah terlambat. Karena Mikha sudah menjadi istri orang lain.


"Terima kasih, Juna. Aku akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir."


Juna mengangguk, dan lelaki itupun bertanya.

__ADS_1


"Di mana suamimu? Apa di tidak menemanimu di sini?"


Mikha langsung gugup, mendapat pertanyaan seperti ini dari Juna.


Meskipun alasannya sudah jelas kenapa Brian tidak menemaninya di RS. Tapi Juna tidak boleh tau, Juna tidak boleh tau apa yang terjadi dengan Rumah tangganya termasuk dangan pernikahan paksa antara dirinya dan Brian.


"Dia sedang bekerja, dan aku yang memintanya untuk tidak menemaniku di sini."Kata Mikha.


Di rasa Juna sudah lebih dari 5 menit. Dengan sangat terpaksa gadis itu meminta Juna untuk segera pulang.


Bersambung..


🍁☘️☘️🍁


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤗


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2