Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Ketakutan Mikha


__ADS_3

Selamat membaca πŸ€—


☘️☘️☘️


"Rayan, jangan tersenyum seperti itu. Kau malah membuat Tante panik! Cepat, susul dan suruh Brian turun."Titah Merry.


Meskipun Rayan yakni dengan dugaannya, tapi lelaki itu tetep melaksanakan perintah dari Merry. Dengan langkah kaki yang begitu santai Rayan melangkah menaiki anak tangga.


"Rayan! Apa kau tidak bisa lebih sedikit!"teriak Merry.


"Kenapa berjalan seperti macam siput."


"Bisa, Tante. Tapi saya takut tergelincir jika buru-buru, tangga ini sangat tinggi bagaimana jika saya jatuh dan mati, saya kan belum menikah."Sahut Rayan.


"Apa yang kau bicarakan Rayan! Cepat!"Merry yang jengkel semakin berteriak, agar lelaki itu bergegas.


***


Di lantai atas, tepatnya di kamar Brian.


Ya, Luri dan temanya membawa Mikha ke Kamar ini.


 Brian sedang menatap Mikha dengan mata yang menyalang, seperti seekor Kucing eh Singga, yang lapar karena tidak makan selama berbulan-bulan .


Mikha gemetar, tentu saja! Bagaimana tidak bergetar melihat kedua bola mata hitam Brian menyalakan api membara. Dengan rahang yang di keraskan serta otot-otot yang kencang, menambah kesan menyeramkan dari wujud Brian.


"Tu... tuan, ada apa?"tanya Mikha dengan terbata-bata.


Brian langsung menjawab pertanyaan itu dengan mata yang memicing serta senyum tipis disebelah sudut bibirnya.


Mikha semakin gemetar, dia yang tadinya duduk di sisi Ranjang, seketika bangun guna mencari tempat perlindungan, kalau-kalau lelaki itu melakukan apa yang seperti dia lakukan pada Juna.


"Juna, bagaimana dengan nasibnya! Melihat Tuan Brian yang seperti Hulk seperti ini, aku tidak yakin jika Juna baik-baik saja. Ya Tuhan, semoga Juna selamat."Gumam Mikha dalam hatinya.


"Cek! Cekk!"Dengan tiba-tiba, Brian menggelengkan kepalanya, lalu kembali berkata,"Hebat sekali, kau masih bisa mengkhawatirkan keadaan orang lain. Sedangkan kau sendiri tidak tau nasib apa yang akan menimpamu malam ini."


Mikha terbelalak.


"Apa dia mendengar suara hatiku? Mungkinkah dia turunan dari Cenayang? Kalau begitu, mulai dari sekarang aku harus berhati-hati dalam berucap meskipun hanya didalam hati."


Tap! Tap! Tap!


Suara pantulan sandal yang beradu dengan lantai bening, seperti suara cambuk yang berulang-ulang di telinga Mikha.


Refleks, Mikha langsung memundurkan langkahnya. Jangan sampai lelaki itu mendekat dan bisa meraihnya, dai pasti akan mengeluarkan tarik runcing dan siap menggigit jika sudah berhadapan dengan mangsanya.


"Tuan, seperti Anda lelah. Lebih baik Anda segera beristirahat,"kata Mikha yang sudah tidak tau harus mengatakan apa lagi melihat Brian yang seperti ini membuatnya benar-benar takut setengah mati.


"Istirahat! Kenapa saya harus beristirahat. Jika masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan."Sahut Brian, tanpa ekspresi namun menatap Mikha dengan tajam setajam samurai.


"Jika seperti ini dia sangat menakutkan."

__ADS_1


Mikha semakin mundur saat Brian semakin maju. Tangannya bergerilya mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa dia jadikan pelindung saat Brian memukulnya.


TEP!


Mentok! Mikha sudah tidak bisa mundur lagi karena ada tembok yang menghalanginya.


"Sial! Siapa yang meletakkan tembok di sini! bukankah kamar ini sangat luas tapi di saat seperti ini kenapa menjadi sempit!"


Dengan postur tubuh yang besar, Brian berdiri menjulang di hadapan Mikha yang hanya berjarak kurang dari satu meter.


"Kenapa?"tanyanya dengan suara berat.


"Ke... kenapa, apanya?"bingung Mikha.


"Kenapa kau takut, bukankah kau memiliki keberanian di atas rata-rata untuk melawan saya?"


"Ti... tidak, tu... tuan, saya tidak berani melawan Anda."


"Benarkah?"


Mikha mengagguk.


Brian maju satu langkah.


"Lalu, kenapa kau sampai memiliki hubungan spesial dengan lelaki itu! Bukankah itu sama saja dengan kau menentang saya?"


"Hubungan spesial! Lelaki itu! Apa yang dimaksud tuan Brian, Juna. Kenapa dia selalu marah jika berkaitan dengan Juna. Dia selalu menganggap jika Juna musuh. Dan kenapa aku harus terlibat!"


"JAWAB!"bentak Brian dengan suara menggelegar, sampai membuat Mikha memejamkan matanya.


Brian yang geram semakin maju, dan Mikha semakin ketar-ketir.


Mikha hanya bisa menggeleng. Tapi hatinya sudah seperti ingin meledak! Ditambah lagi posisi Brian saat ini semakin dekat dengannya.


"Tuan, sepertinya Anda salah paham pada Juna, kami hanya teman tidak lebih dari itu."


"Teman! Sepertinya dia benar-benar ingin menutupi percintaannya." Batin Brian.


POK!


Brian menggebrak tembok yang menjadi sandaran Mikha. Tangannya tetep bertumpu di sana, mengukung Mikha dengan satu tangan.


Brian kembali tersenyum miring, dan satu tangannya meraih dagu Mikha yang sedang tertunduk karena takut.


"Ya Tuhan, apa yang akan dia lakukan? Kenapa aku jadi sangat takut seperti ini."


Mikha mendongak, karena Brian mengarahkan wajahnya untuk menatap dirinya.


"Sekarang, cepat katakan. Apa benar dia bukan kekasihmu?"tanya Brian tepat di wajah Mikha.


"Benar!"Jawab Mikha dengan suara pelan.

__ADS_1


Brian semakin mengangkat wajah Mikha.


"Apa benar, jika kau mencintai lelaki itu?"


Mikha Diam. Untuk apa Brian menanyakan ini, bukankah ini tidak penting baginya? Dia sudah akan kembali pada Raline ,jadi untuk apa dia ingin tau, apakah dia ingin segera membebaskan Mikha, jika Mikha mengaku mencintai Juna. Pikir Mikha.


"Ayo! Jawab yang jujur, saya tidak suka kebohongan. Dan sekalipun kau berbohong saya bisa mengetahuinya."


Dengan keberanian yang Mikha kumpulkan, dia berucap.


"Sepenting apa jawaban saya? Apa yang akan Anda lakukan jika saya berkata jujur atau tidak?"


"Tidak penting!"sahut Brian asal. Padahal hatinya berkata sangat penting.


Mikha sudah mulai mendapatkan kembali keberaniannya. Mikha menurunkan tangan Brian yang mencengkram dagunya dengan kuat, lalu berkata."Jika itu tidak penting, untuk apa Anda mempertanyakannya? Bukankah kita sepakat untuk tidak saling mencampuri urusan pribadi masing-masing! Termasuk Juna, Anda tidak perlu tau seperti apa perasaan saya pada Juna, karena itu bukan urusan Anda, Tuan Brian."


Brian mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia sudah sangat marah tapi seperti apa yang dikatakan Rayan lelaki ini tidak akan pernah bisa memukul Mikha.


"Jauhi lelaki itu."Hanya itulah kata yang Brian keluarkan untuk menimpali ucapan panjang lebar Mikha tadi.


"Kenapa?"tanya Mikha dengan sedikit menantang, gadis ini tentu sangat penasaran Apa yang membuat Brian sangat membenci Juna.


"Karena kau istri saya."


"Karena saya istri Anda dan Anda akan merasa malu jika saya berhubungan dengan lelaki lain? Anda takut jika saya membawa pengaruh buruk pada keluarga Anda, mencemarkan nama baik keluarga terhormat dari seorang Brian."Kata-kata Mikha sudah seperti anak panah bagi Brian,Ya, karena selama ini Brian selalu mengatakan hal tersebut yang menjadikan alasannya menentang hubungan bahkan pertemanan antara Juna dan Mikha. Tapi, apakah benar seperti itu alasannya?


"Kenapa Anda diam? Itu benar kan? Anda jangan khawatir Tuan Brian, saya sadar dengan posisi saya saat ini dan saya juga tahu apa yang harus saya lakukan selama menjadi istri Anda. Sampai pada akhirnya saya sudah tidak lagi dibutuhkan, karena pemeran sesungguhnya sudah kembali."


Mendengar kata-kata Mikha, Brian memicingkan matanya, apa yang gadis ini ucapkan? Pikir Brian.


"Saya tidak mau mendengar ocehan apapun darimu, yang saya mau, kau harus menjauhi lelaki Brengsek itu."


"Saya sudah menjauhinya kan! dengan saya berhenti dari Hotel Lesmana, bukankah itu saya memutus pertemuan dengan Juna."


"Kenapa dia malah marah-marah seperti ini!" Batin Brian.


"Tuan, Anda tidak boleh egois. Dan...! "


Hummp!


Seketika ucapan Mikha terhenti karena mulutnya terbungkam.


Seperti apa yang dikatakan Brian sebelumnya, bahwa lelaki itu sudah tidak ingin lagi mendengar ocehan dari Mikha hingga Brian mengambil tindakan yang dalam satu detik Mikha terdiam! Membisu.


Bersambung..


☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2