
Selamat membaca 🤗
🍁☘️☘️☘️🍁
"Baiklah, aku akan pulang. Tapi besok pagi aku akan datang lagi dan menemani mu,"ucap Juna.
Mikha hanya mengangguk mengiyakan ucapan lelaki itu. Yang penting saat ini Juna harus segera pulang, sebelum para dokter marah pada lelaki yang memaksa ini.
"Mikha apa kau yakin akan baik-baik di sini, setelah aku pergi?"tanya Juna memastikan, karena ada keraguan di hatinya untuk meninggalkan Mikha.
"Tentu aku akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, pulanglah ini sudah larut."
"Segera hubungi aku jika terjadi sesuatu, aku akan segera datang untuk mu."Ujar Juna sebelum benar-benar meninggalkan Mikha.
***
Selepas kepergian Juna, Mikha kembali di minta istirahat oleh dokternya.
Dengan patuh, Mikha mengangguk dan langsung terpejam.
🍁☘️☘️☘️🍁
"Papah! Pah! Papah!"
Panggilan menggema memenuhi kamar luas mirip kastil Barbie yang di dominasi dengan warna pink dan putih, dan waktu menunjukan pukul 01:30 dini hari.
Sementara di kamar sebelahnya, Brian yang masih terjaga segera beranjak ketika melihat kamera pengawas dari kamar Putrinya.
CKLEK..
"Iya sayang! Kau terbangun!"
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa Brian membuka pintu dan langsung menghampiri Belle yang tengah terduduk di sisi ranjang sambil mengucek matanya.
"Pah! Di mana Tante Mikha?"
Seketika Brian terkejut mendengar pertanyaan Belle, yang entah kenapa anak itu malah menanyakan keberadaan gadis yang bernama Mikha itu.
"Pah! Ke kenapa diam? Di mana Tante Mikha? Sejak sore tadi aku tidak melihatnya, dan Om Rayan bilang papah sedang menjemput Tante Mikha?"Belle kembali bertanya dengan nada yang tidak sabar.
"Sayang!"Brian mengusap lembut rambut panjang Belle,"Apa kau bangun seperti ini hanya untuk menanyakan wanita itu?"
"Tante Mikha, Pah!"protes Belle, karena Brian kembali menyebut Mikha. Wanita itu.
"Ok! Papah lupa, jadi apa benar kau terbangun karena Tante Mikha itu?"
Setelah bertanya seperti itu, Brian kembali terkejut kerena Belle menjawabnya dengan anggukan kepala.
Brian menghela nafas panjang.
"Tidak Pah, aku ingin bertemu dengan Tante Mikha dulu."
"Tante Mikha tidak ada di Rumah, jadi Belle tidak bisa bertemu dengannya saat ini."
"Kenapa?"tanya Belle dengan wajah sedihnya.
"Karena ceroboh, Tante Mikha terjatuh saat berjalan dan membuat kakinya terkilir dan mengharuskan dia tinggal di Rumah Sakit sampai besok pagi."
Mendengar penjelasan Brian, Belle semakin memasang wajah sedih.
"Kasihan sekali Tante Mikha, pasti kakinya sangat sakit."
"Sudah sayang! Tidak usah memikirkan apapun, sekarang Belle tidak ini masih masih malam."Brian sudah membaringkan Belle dan menyelimutinya.
__ADS_1
"Pah!"Belle menarik tangan Brian.
"Eemm!"sahut Brian.
"Besok, Tante Mikha akan pulang kan?"tanya Belle dengan penuh harap.
Melihat wajah putrinya yang tidak biasa seperti ini membuat Brian terpikir oleh kata-kata Rayan yang mengatakan jika Belle menyukai Mikha dan merasa nyaman dengan kehadiran gadis itu di Rumah ini.
"Iya Sayang, besok dia akan pulang. Papah yang akan menjemputnya."Sahut Brian guna menyenangkan hati Putrinya.
"Terima kasih papah! Setelah Tante Mikha pulang nanti, papah janji ya untuk tidak marah-marah lagi pada Tante Mikha?"
Mendengar janji itu membuat Brian merasa berat untuk menyanggupinya, karena dia rasa Mikha selalu saja membuatnya emosi dan ingin marah-marah ketika melihat dan bicara dengan gadis itu.
Namun mau tidak mau dan untuk menyenangkan hati Belle, Brian mengangguk.
"Sekarang Belle, tidur ya."
"Baik Pah, aku akan segera tidur agar bisa segera pagi."Ucap Gadis kecil ini.
Bersambung...
🍁☘️☘️☘️🍁
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1