Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Brutalnya Brian.


__ADS_3

Selamat! Membaca πŸ€—


🌿🍁🌿🍁🌿🍁🌿


Dua suara tembakan mengejutkan mereka semua.


"Sial! Kenapa hanya ada dua peluru saja di sini, sepertinya Rayan tidak pernah memeriksanya,"Umpat Brian dan semakin membuat mereka terkejut terutama Mikha.


Aaaakkhhhh...


Aaaakkhhhh...


Erangan dari kedua pria pun menyahuti umpatan Brian, ternyata kedua pria itu mendapatkan serangan instan dari Brian yang langsung menggunakan senjatanya.


Rekan mereka terbengong, melihat dua temannya tersungkur dengan darah yang mengalir di kakinya, yang baru saja di tembak Brian.


Takut! Itulah yang di rasakan pria yang tersisa, tapi setelah mereka mengetahui bahwa senjata Brian hanya memiliki dua peluru, kembali mengukir senyum.


Sementara Mikha, masih tidak percaya dengan ini.


"Dia benar-benar kejam, tanpa basa-basi langsung menembak orang ini."Gumam Mikha dalam hatinya.


Di saat preman itu lengah, Mikha segera menuju Brian dan bersembunyi di balik badan besarnya. Lalu Mikha membisikan sesuatu pada Brian.


"Tuan, mereka membawa beberapa senjata tajam dan mereka juga sangat kuat-kuat. Lebih baik, kita segera kabur saja, Anda sudah tidak punya senjata apapun lagi kan?"


Brian melirik ke belakang.


"Apa kamu pikir, saya tidak bisa melawan mereka jika tidak menggunakan senjata?"


"Bukan seperti itu Tuan. Tapi masalahnya di sini, lawan Anda tidak sebanding."


Brian menghembuskan nafas berat, sepertinya ia sedikit tersinggung dengan Mikha yang meragukan kehebatannya.


"Kau diam saja di sini, kita baru akan pergi setelah mereka semua tidak bernafas."

__ADS_1


Mikha membelalakkan matanya.


"Kenapa terdengar kejam sekali! "Gumam Mikha dengan suara pelan.


"Hei. Kenapa kalian malah berbisik bisik di situ,"teriak si pria.


Lalu di sahuti dengan temannya.


"Benar, tidak ada gunanya kalian berbisik-bisik, dan kau Gadis! ayo cepat kembali ke sini sebelum kami murka dan akan menyiksamu disaat kita bersenang-senang nanti."


Brian sudah sangat terlihat geram dengan ocehan orang-orang itu. Lalu ia menyerahkan pistol kosong pada Mikha.


"Kau pegang, dan tetep di sini."


Mikha menatap benda yang kini ada di tangannya.


"Untuk apa dia memberikannya padaku, ini kan sudah tidak ada pelurunya."Gumam Mikha.


Dan beberapa detik kemudian, Mikha langsung terkejut dengan suara erangan dari penjahat yang di hajar habis-habisan oleh Brian.


BAG.


"Aakkkkkkhhhh..."


"Sakiiiiit.."


"Ampuuun...!"


"Ampuni kami."


"Aaaakkkkhhh. Tangan, ku patah!"


Suara rintihan dan teriak kesakitan bertubi-tubi memenuhi indra pendengaran Mikha, karena Brian benar-benar menyiksa mereka habis-habisan tanpa ampun. Tidak sedikitpun para preman itu bisa melakukan perlawanan pada Brian, karena ternyata Brian benar-benar hebat, sungguh di luar dugaan Mikha.


Meskipun mereka sudah kesakitan sampai menyerah dan meminta ampun, tapi Brian tetep tidak mau berhenti ia seperti kehilangan kendali atas dirinya yang masih dengan brutal menghajar mereka.

__ADS_1


"Ini tidak bisa di biarkan, bagaimana kalau mereka mati."Ujar Mikha yang masih memperhatikan aksi Brian, tapi tentu dia tidak punya banyak waktu untuk menontonnya. Karena dengan tertatih Mikha mencoba mendekat, menghentikan Brian. Hal pertama yang Mikha lakukan tentu meminta lelaki itu untuk berhenti menghajar.


"Cukup! Tuan Brian, jangan lakukan lagi. Mereka bisa mati!"


Namun, telinga Brian seperti tuli. Dia sama sekali tidak mendengar teriakkan Mikha karena ia terus melanjutkan kegilaannya, meskipun lawan sudah berdarah-darah di seluruh wajahnya. Bahkan mereka semua sudah terkulai tidak berdaya di atas tanah yang di tumbuhi rerumputan yang sudah rusak akibat perkelahian.


"Tuan Brian, hentikan!"Di saat ada kesempatan, Mikha menarik lengan Brian yang ingin menghajar salah satu dari mereka dengan menggunakan batu besar, Mikha menggunakan kedua tangannya untuk menahan lengan Brian.


Brian melirik, di sini dia baru menyadari ada Mikha di belakangnya.


"Lepaskan!"ucapannya dengan suara berat.


"Tidak, tuan. Saya akan melepaskan Anda jika Anda berjanji untuk menghentikan ini semua?"


Brain menajamkan Matanya.


"Tuan, ini sudah cukup, jangan sampai membuat mereka mati. Karena itu bisa menimbulkan masalah untuk Anda."


Brian terlihat tidak perduli.


"Tuan ingat Belle. Dia pasti menunggu Anda di rumah? Ini sudah sangat larut malam, Belle sering bangun di jam-jam tertentu ketika malam hari kan, bagaimana jika Belle bangun mencari Anda, lalu Anda tidak ada di rumah?"Bujuk Mikha, yang sudah mengetahui kebiasaan Belle dan kelemahan Brian.


Brian menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia menurunkan tangannya dan membuang batu besar yang ia genggam, sepertinya Brian mendengarkan kata Mikha di saat istrinya itu menyebut nama Belle.


"Syukurlah!"


Mikha merasakan lega di hati, karena melihat Brian sudah bisa mengontrol emosinya.


Bersambung..


🍁🌿🍁🌿🍁🌿🍁🌿🍁


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2