Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Seseorang Yang Tidak Di Undang


__ADS_3

Selamat membaca 🤗


☘️☘️


"Benarkah, Papah teman dari Om ini?"Belle memastikan pada Brian.


Dan lagi-lagi Juna yang menimpalinya.


"Benar, tapi sepertinya saat ini Papahmu sedang marah dengan Om. Jadi dia tidak mau menyapa Om."


Brian semakin kesal dengan Juna yang tiba-tiba datang dan mengacaukan suasana hatinya.


Entah apa maksud Juna dengan berprilaku seperti ini. Bukankah beberapa hari yang lalu dia terlihat tidak suka pada Brian setelah mengetahui bahwa lelaki itu suami dari wanita yang dia cintai. Atau mungkin Juna sudah mendapat hidayah hingga dia bisa menerima kenyataan ini dan ingin menjalin hubungan baik dengan Brian sebagai seorang teman.


Syukur kalau memang seperti itu.


***


Menahan emosi, hanya itu yang saat ini bisa Brian lakukan. Dia tidak mau memaki apalagi adu jotos dengan Juna di hadapan putrinya. Sekeras dan sekejam apapun Brian, tapi dia tidak pernah melakukan kekerasan fisik pada orang lain di hadapan Belle, terkecuali memaki orang.


"Cepat habiskan makanan kalian, kita segera pulang."Dan kata inilah yang bisa Brian keluarkan di saat hatinya sedang menahan marah pada sosok yang tidak di undang dan di harapkan kehadirannya di tempat ini.


Mikha yang sudah merasakan aura negatif segera Mengangguk dan kembali menyendok makanan yang masih banyak di piringnya.

__ADS_1


Sungguh kedatangan Juna yang tiba-tiba seperti ini membuat suasana menjadi canggung, apalagi Juna semakin bersikap akrab pada Brian dan Belle, dia tidak segan-segan menarik kursi di antara tiga orang itu dan duduk persis di sebelah Brian.


"Aku bolehkan duduk di sini."Ucapannya, padahal dia sudah mendudukkan bobot badannya di kursi, tapi baru meminta izin.


"Apa kau tidak mendengar apa yang saya katakan tadi, jika kita sudah mau pulang."Ucap Brian dengan suara yang tertahan karena menahan geram pada Juna.


"Aku dengar, tapi sepertinya kalian masih akan lama di sini. Kau lihat! Anakmu yang cantik ini bahkan belum menghabiskan separuh dari makannya."Sahut Juna.


Brian langsung melirik Juna. Dan dia berbisik.


"Jangan pernah menyapa putri ku, dan jangan mengucapkan kata-kata pujian pada putriku jika kau tidak ingin mulutmu aku robek!"


Juna langsung terkekeh mendengar ancaman Brian.


Melihat Juna yang nampak berbeda dari yang biasanya, membuat Mikha menduga. Jika ada sesuatu yang terjadi pada lelaki itu.


"Juna, apa kau ingin menemui seseorang di Restoran ini?"Tanya Mikha yang langsung mengalihkan fokus Juna pada Brian, begitu juga dengan Brian yang langsung memperhatikan Mikha.


"Tidak, memangnya kenapa?"sahut Juna.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa heran saja. Karena tidak biasanya kau keluar Hotel di jam Kerja jika tidak ada kepentingan yang menyangkut Hotel."


Juna mengulas senyum.

__ADS_1


"Kau memang tidak pernah berubah, masih saja mengingat kebiasaanku."


Mendengar jawaban Juna, membuat Mikha semakin tidak nyaman. Bukan karena takut Brian cemburu, karena Mikha pikir lelaki itu tidak akan pernah cemburu pada Juna. Mikha hanya takut jika Brian akan murka, karena Brian tidak pernah menyukai Juna. Dan jika Brian sudah Murka pasti dia yang akan kena imbasnya.


"Tidak, aku hanya kebetulan masih menginginkannya saja."Sahut Mikha.


"Benarkah! Tapi aku akan tetap berusaha menganggap itu benar. Oiya, Mikha. Apa kau sudah tau Jika Suamimu ini, Tuan Brian telah memilih Hotel kita untuk menjadi momen bersejarah Perusahaannya."Kata Juna dengan nada suara yang senang, namun tidak ketika dia melihat ke arah Brian.


"Apa!"Mikha terkejut, dalam otaknya mengira. Apa Juna salah mendengar atau membaca keputusan dari Brian.


"Iya, jika kau ragu dengan kata-kataku ini, kau bisa tanyakan langsung pada Suamimu ini.


Bersambung..


☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤗


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2